Tampilkan postingan dengan label FARMAKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FARMAKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

MAKALAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BENTUK SEDIAAN OBAT

A. Pengertian Obat
Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit.
Menurut undang-undang yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia.

B. Pengertian Obat Secara Khusus
1. Obat Jadi
Obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, tablet, pil, kapsul, supositoria, cairan salep atau bentuk lainnya yang mempunyai teknis sesuai dengan F1 atau buku resmi lain yang ditetapkan pemerintah.
2. Obat Paten
Yaitu obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama pembuat yang dikhususkannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.
3. Obat Baru
Yaitu obat yang terdiri atas atau berisi zat yang berkhasiat ataupun tidak berkhasiat, misalnya lapisan pengisi, pelarut, pembantu, atau komponen lain, yang belum dikenal sehingga tidak diketahui khasiat dan kegunaannya.
4. Obat Asli
Yaitu obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alami Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
5. Obat Tradisional
Yaitu obat yang didapat dari bahan alam (Mineral, tumbuhan, atau hewan) terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
6. Obat Esensial
Yaitu obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat terbanyak dan tercantum dalam daftar obat esensial (DOEN) yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI
7. Obat Generik
Yaitu obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam F1 untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.

C. Sejarah Munculnya Obat
a. Obat-obatan pada Masa Awal Sejarah
Bahan obat-obatan dalam bentuk tumbuh-tumbuhan dan mineral telah ada jauh sebelum keberadaan manusia. Penyakit-penyakit yang diderita manusia dan naluri dari manusia untuk mempertahankan hidupnya telah memicu berbagai penemuan-penemuan obat, walaupun dalam bentuk yang sederhana. Sebagai contoh, naluri orang-orang primitif untuk menghilangkan rasa sakit pada luka adalah dengan merendamnya pada air dingin atau menempelkan daun segar pada luka. Anggapan bahwa penyakit disebabkan oleh masuknya roh jahat ke dalam tubuh penderita. Pengobatan biasanya dilakukan dengan cara mengusir pengganggu yang masuk dari tubuh penderita. Dari sejarah diketahui bahwa cara pengobatan seperti ini memakai mantra, penggunaan bunyi-bunyian dan pemberian ramuan tumbuh-tumbuhan.
b. Obat-obatan pada Masa Manusia Mengenal Tulisan
Ahli arkeologi menemukan tablet kuno dan tulisan-tulisan pada batu tentang dokumen ilmu kedokteran dan farmasi yang ditulis pada sekitar tahun 3000 sebelum masehi. Penemuan yang paling terkenal adalah Papyrus Ebers, suatu kertas yang panjangnya 60 kaki dan lebarnya 1 kaki pada abad ke-16 sebelum masehi di kuburan mumi oleh George Ebers, seorang Mesir berkewarganegaraan Jerman. Isi dari Papyrus Ebers menguraikan lebih dari 800 formula atau resep dan menyebutkan sekitar 700 obat-obatan. Obat-obatan tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan beberapa obat berasal dari mineral dan hewan.
Pada masa itu bahan pembawa yang digunakan dalam sediaan adalah anggur, susu, madu dan bir. Lumpang, penggilingan tangan, ayakan dan timbangan biasa telah digunakan oleh orang Mesir untuk membuat suppositoria, obat kumur, pil, obat hisap, lotion, salep mata dan plester. Jadi pada masa tersebut, pembuatan obat-obatan masih sangat tradisional dan tidak efisien, selain itu hasilnya pun menjadi kurang efektif (misalnya untuk membuat obat jantung hanya bisa dibuat infus dari daun digitalis).
Di masa modern ini dengan semakin berkembangnya teknologi pembuatan obat (misalnya ekstraksi, timbangan elektrik yang peka, mesin tablet dan lain-lain) maka banyak ditemukan obat-obat baru yang lebih manjur, tidak beracun dan mudah dipakai.

D. Penggolongan Obat
Macam-macam penggolongan obat:
1. Menurut kegunanaan obat
a. Untuk menyembuhkan (terapetik)
b. Untuk mencegah (profilaktit)
c. Untuk mencegah (diagnostik)
2. Menurut cara penggunaan Obat
a. Medicamentum ad usum internum (pemakaian dalam) melalui oral beretiket putih
b. Medicamentum ad usum externum (pemakaina luar) memakai implantansi, injeksi, membrane mukosa, rectal, vaginal, nasal, ophtalmic, aurial, collucio/gargarisma, gargle, beretikat biru.
3. Menurut cara kerjanya
a. Local : obat yang bekerja pada jaringan setempat seperti pemakaian topical
b. Sistemik : obat yang didistribusikan ke seluruh tubuh melalui oral.
4. Menurut undang-undang
a. Narkotik (obat bius atau daftar O=Optium) merupakan obat yang diperlukan dalam bidang pengobatan dan IPTEK dan dapat menimbulkan ketergantungan dan ketagihan (adiksi) yang sangant merugikan masyarakat dan individu jika digunakan tanpa pembatasan dan pengawasan dokter. Misalnya candu, opium, morfin, petidin, metadon, kodein dll.
b. Psikotropika (obat berbahaya) merupakan obat yang mempengaruhi proses mental, merangsang atau menenangkan, mengubah pikiran, perasaan atau kelakuan orang. Misalnya golongan ekstasi, diazepam, barbital/luminal.
c. Obat keras adalah semua obat yang :
a) Mempunyai takaran atau dosis maksimum (DM) atau yang tercantum dalam daftar obat keras yang ditetapkan pemerintah
b) Diberi tanda khusus lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi hitam dan huruf “K” yang menyentuh garis tepinya.
c) Semua obat baru kecuali dinyatakan oleh pemerintah (DepkesRI) yang membahayakan
d) Semua sediaan parenteral/ injeksi/ infuse intravena.
d. Obat Bebas terbatas adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dalam bungkus aslinya dari produsen atau pabriknya dan diberi tanda lingkaran bulat berwarna biru dengan garis tepi hitam serta diberikan tanda peringatan (P No. 1 s/d P No. 6 misalnya P No. 1 Awas obat keras bacalah aturan pakainya)
e. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas dan tidak dapat membahayakan bagi si pemakai dalam batas dosis yang dianjurkan, diberi tanda lingkaran bulat berwarna hijau dengan garis tepi hitam.
5. Menurut sumber obat
Obat yang kita gunakan bersumber dari:
a. Tumbuhan (flora, nabati) misalnya digitalis, kina, minyak jarak
b. Hewan (fauna, hayati) misalnya minyak ikan, adeps lanae, cera
c. Mineral (pertambangan) misalnya iodkali, garam dapur, vaselin.
d. Sintesis ( tiruan/buatan) misalnya kamfer sintesis vit C.
e. Mikroba/ fungi/jamur, misalnya antibiotic (penicillin)
Sumber-sumber ini masih harus diolah menjadi sediaan kimia dan seduaan galenis, supaya lebih sederhana dan lebih mudah dalam pemakaian dan penyimpanan.

6. Menurut bentuk sediaan Obat
a. Bentuk padat : serbuk, tablet, pil, kapsul, supositoria.
b. Bentuk setengah padat: salep/ unguetum, krim, pasta, cerata, gel, oculenta (salep mata)
c. Bentuk cair/ larutan : potio, sirup, eliksir, obat tetes, gagarisma, injeksi infuse intravena, douce, lotio, mixturae.
d. Bentuk gas : inhalasi/ spray/aerosol
7. Menurut proses fisiologis dan biokimia dalam tubuh
a. Obat farmakodinamis yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses fisiologis atau fungsi biokimia dalam tubuh. Misalnya hormone diuretic, hypnotic dan otonom.
b. Obat kemoterapetik, dalam membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh tuan rumah. Hendaknya obat ini memiliki kegiatan farmakodinamika yang sekecil-kecilnya terhadap organism tuan rumah dan berkhaiat untuk melawan sebanyak mungkin parasit (cacing, protozoa) dan mikroorganisme (bakteri dan virus). Obat-obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat kanker) juga dianggap termasuk golongan ini.
c. Obat diagnostic, yaitu obat pembantu untuk melakukan diagnosis (pengenalan penyakit) misalnya dari saluran lambung usus (barium sulfat) dan saluran empedu (natrium iopanoat dan asam iod organic lainnya).

CARA KERJA
Mahasiswa bekerja secara berkelompok. Tiap kelompok bekerja dengan obat tertentu secara bergantian, mati tiap sediaan obat, catatlah:
a. Nama obat (merk dagang)
b. Nama generik (zat berkhasiat/isi obat)
c. Jumlah dosis kandungan obat
d. Bentuk sediaan jadi
e. Ciri-ciri fisik (warna, baud an lainnya)
f. Cara penggunaan (p.o;s.c.l,dll)


HASIL PENGAMATAN

NO PENGAMATAN HASIL

1. Nama obat (merk) FENICOL
Nama generik (isi obat) Chloramphenicol, Polymyxin B sulfate
Jumlah dosis (mg/g) Setiap gr:
Chloramphenicol 10 mg
Polymyxin B sulfate 5.000 IU
Bentuk sediaan Salep mata
Ciri – ciri fisik Berwarna putih, lengket (berminyak), susah dibersihkan.
Pabrik pembuat Cendo
2. Nama obat (merk) CALADINE
Nama generik (isi obat) Diphenhydramine HCl, Calamine, Zinc Oxide, Glycerin.
Jumlah dosis (mg/g) Diphenhydramine HCl, Calamine 5 %, Zinc Oxide 10 %, Glycerin 5 %
Bentuk sediaan Lotion mukosa
Ciri – ciri fisik Lembut, berwarna pink, harum, mudah dicuci.
Pabrik pembuat Yupharin.
3. Nama obat (merk) OSTEOCAL
Nama generik (isi obat) Ca Carbonate
Jumlah dosis (mg/g) Ca Carbonate 1.250 mg (setara dgn 500 mg elemen Ca)
Bentuk sediaan Tablet kunyah.
Ciri – ciri fisik Tablet berbentuk kotak, ukuran besar, bau wangi.
Pabrik pembuat Nicholas

4. Nama obat (merk) ANTASIDA
Nama generik (isi obat) Antasida
Jumlah dosis (mg/g) Tiap 5 ml suspensi mengandung alumunium hidroksida
Bentuk sediaan Suspensi oral
Ciri – ciri fisik Cair, berwarna putih keruh.
Pabrik pembuat Ferron Parmacheutical.
5. Nama obat (merk) NEBACETIN
Nama generik (isi obat) Neomycin Sulphate
Jumlah dosis (mg/g) Neomycin Sulphate 5 mg, Bacitracin 250 IU
Bentuk sediaan Serbuk topikal.
Ciri – ciri fisik Berbentuk serbuk, berwarna putih.
Pabrik pembuat PT Pharos - Jakarta
6. Nama obat (merk) SUPRADYN
Nama generik (isi obat) Vit A 3,33 IU, Vit B1 7,5mg, Vit B2 5mg, Vit B3 50 mg, Vit B5 11,6mg, Vit B6 10 mg, Vit B12 5mcg, Vit E 10 mg, d-biotin 250mg, folic acid 0,4mg,Ca 50mg,Mg 5mg, Fe 1,25mg, Copper 0,1mg, Magnese 0,5mg, Zn 0,5mg, phosphorus 45mg,Molybdenum 0,1mg
Jumlah dosis (mg/g) Tablet effervescent
Bentuk sediaan Peroral
Ciri – ciri fisik Bulat, besar, berwarna merah bata
Pabrik pembuat Bayer consumer care
7. Nama obat (merk) VENTOLIN NEBULE
Nama generik (isiobat) Salbutamol sulfate
Jumlah dosis (mg/g) Salbutamol sulfate 2,5mg
Bentuk sediaan Inhalasi
Ciri – ciri fisik Jernih, cair
Pabrik pembuat Glaxo smithKline
8. Nama obat (merk) CEDOCARD
Nama generik (isi obat) Isosorbide Dinitrat
Jumlah dosis (mg/g) Isosorbide Dinitrat 5 mg
Bentuk sediaan Tablet peroral
Ciri – ciri fisik Putih, bulat kecil, harum
Pabrik pembuat Cedona
9. Nama obat (merk) SMECTA
Nama generik (isi obat) Dioctahedral smectite
Jumlah dosis (mg/g)
Bentuk sediaan Serbuk oral
Ciri – ciri fisik Serbuk, halus
Pabrik pembuat Beaufor Ipsen
10. Nama obat (merk) ISOSORBIDE DINITRAT
Nama generik (isi obat) isosorbide dinitrat
Jumlah dosis (mg/g) isosorbide dinitrat 5mg
Bentuk sediaan Peroral
Ciri – ciri fisik Tablet bulat, putih, keras.
Pabrik pembuat Indofarma
11. Nama obat (merk) CORTIDEX
Nama generik (isi obat) Dexamethasone PO4
Jumlah dosis (mg/g) Dexamethasone Na2PO4 = 5mg Dexamethasone
Bentuk sediaan Intramuscular (IM) dan intravena (IV)
Ciri – ciri fisik Cairan putih bening
Pabrik pembuat PT. Sanbe Farma
12. Nama obat (merk) NEUROBION
Nama generik (isi obat) Thiamine HCl + Pyrodoxol HCl + Cyanocobalamin, Vitamin Neurotropik
Jumlah dosis (mg/g) Per ampul Neurobion mengandung vitamin B1 Hydrochloride 100mg, vitamin B6, Hydrochloride100 mg, vitamin B12 1.000mcg
Bentuk sediaan Injeksi IM
Ciri – ciri fisik Cairan, Putih bening
Pabrik pembuat PT. Sanbe Farma
13. Nama obat (merk) SANPICILLIN
Nama generik (isi obat) Ampicillin
Jumlah dosis (mg/g) Setelah penambahan air minum, tiap satu sendok teh (5ml) mengandung Ampicillin Trihidrat = 125mg/250mg Ampicillin Anhidrat
Bentuk sediaan Dry syrup peroral
Ciri – ciri fisik Serbuk kering berwarna putih
Pabrik pembuat PT. Sanbe Farma
14. Nama obat (merk) Otsu- MgSO4
Nama generik (isi obat) Magnesium Sulfate
Jumlah dosis (mg/g) 25 ml Contains = MgSO4 7H20 10,0 g
Bentuk sediaan Injeksi intravena dan intramuscular.
Ciri – ciri fisik Cairan bening
Pabrik pembuat PT. Otsuka Indonesia
15. Nama obat (merk) COHISTAN EXPECTORAN
Nama generik (isi obat) Glyseryl Guaicolate
Jumlah dosis (mg/g) Per 5 mL Gliseril guaicolate 50mg, chlorpeniramine malaeate 1mg
Bentuk sediaan Syrup
Ciri – ciri fisik Cair, berwarna merah.
Pabrik pembuat Medi Farma
16. Nama obat (merk) REVANOL
Nama generik (isi obat) Larutan Rivanol
Jumlah dosis (mg/g) larutan rivanol 0,1% volume 100 ml
Bentuk sediaan Cairan Topical atau cairan antiseptik
Ciri – ciri fisik cairan berwarna kuning
Pabrik pembuat Nufarindo
17. Nama obat (merk) CALCIDIN
Nama generik (isi obat) Ca phosphate, Ca lactate, Vitamin C, Vitamin D3
Jumlah dosis (mg/g) per tablet dibasic Ca phosphate 200mg, Ca lactate 100mg, Vitamin C 25mg, Vitamin D3 100 IU.
Bentuk sediaan Tablet salut
Ciri – ciri fisik Berwarna kuning, mengkilat, pipih seperti cakram.
Pabrik pembuat Otto

18. Nama obat (merk) PIL KB 1 KOMBINASI
Nama generik (isi obat) Levonorgestrel, Ethinyi Estradiol
Jumlah dosis (mg/g) Levonorgestrel 0,15 mg, ethinil estradiol 0,03mg
Bentuk sediaan Tablet salut
Ciri – ciri fisik Warna kuning, putih, rasa manis, bentuk bulat
Pabrik pembuat PT. Sunthi senturi
19. Nama obat (merk) TRUNAL DX RETRAD
Nama generik (isi obat) Tramadol Hcl
Jumlah dosis (mg/g)
Bentuk sediaan Tablet
Ciri – ciri fisik Bulat, pipih
Pabrik pembuat Ferron / Heumann
20. Nama obat (merk) DEPO MEDROL
Nama generik (isi obat) Methlylprednisolone acetate
Jumlah dosis (mg/g) AR dan OA sendi besar : 20-80 mg. sendi sedang : 10-40 mg. sendi kecil 4-10 mg
Bentuk sediaan Suspensi injeksi i.m dan i.v
Ciri – ciri fisik serbuk cair warna putih seperti susu.
Pabrik pembuat Pfizer
21. Nama obat (merk) KETRICIN
Nama generik (isi obat) Triamcinolone
Jumlah dosis (mg/g) Awal 4-8 mg/hari, tergantung dari penyakit spesifik tertentu yang sedang diobati
Bentuk sediaan Salep tropical
Ciri – ciri fisik Lengket, lembut, susah dibersihkan.
Pabrik pembuat
22. Nama obat (merk) METRONIDAZOL INFUS
Nama generik (isi obat)
Jumlah dosis (mg/g)
Bentuk sediaan
Ciri – ciri fisik
Pabrik pembuat
23. Nama obat (merk) DANSERA
Nama generik (isi obat) Serrapeptase
Thiamine mononitrate
Ribovlavine
Pyridoxine HCl
Cyanocobalamin
Nicotinamide
Tocopherol acetate
Jumlah dosis (mg/g) Serrapeptase 5 mg
Thiamine mononitrate 1.4 mg
Ribovlavine 1.5 mg
Pyridoxine HCl 2.2 mg
Cyanocobalamin 3 g
Nicotinamide 15 mg
Tocopherol acetate 3 mg
Bentuk sediaan Tablet Oral
Ciri – ciri fisik Bentuk bulat, keras.
Pabrik pembuat Otto
24. Nama obat (merk) COLME EYE
Nama generik (isi obat) Chlorampenicol
Jumlah dosis (mg/g) Chlorampenicol 0.5%
Bentuk sediaan Obat tetes mata
Ciri – ciri fisik Cair, jernih
Pabrik pembuat PT Interbat
25. Nama obat (merk) CANESTEN
Nama generik (isi obat) Clotrimazole
Jumlah dosis (mg/g)
Bentuk sediaan Krim/salep kulit.
Ciri – ciri fisik Putih, lembek.
Pabrik pembuat Bayer Schering Pharma
26. Nama obat (merk) MICONAZOLE
Nama generik (isi obat)
Jumlah dosis (mg/g)
Bentuk sediaan
Ciri – ciri fisik
Pabrik pembuat
27. Nama obat (merk) CAVIT – D3
Nama generik (isi obat)
Jumlah dosis (mg/g)
Bentuk sediaan
Ciri – ciri fisik
Pabrik pembuat






























KESIMPULAN

1. Ada berbagai macam bentuk dan cara penggunaan obat yang memudahkan untuk memilih sesuai jenis terapi yang akan diberikan pada pasien.
2. Obat yang aman dan baik yaitu yang manjur, tidak beracun dan mudah dipakai dapat diperoleh dengan perkembangan teknologi pembuatan obat.
3. Macam-macam bentuk sediaan obat memberikan pilihan untuk menentukan cara pengobatan yang akan memberikan hasil yang lebih efektif.


DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H.C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Penerbit Universitas Indonesia.
Syamsuni, H.A,Drs.2006.Ilmu Resep.EGC.Jakarta
MIMS Petunjuk Konsultasi edisi 9 2009/2010. BIP Kelompok Gramedia: Jakarta.
ISO Indonesia Vol. 42. 2007. Penerbit Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia: Jakarta

MAKALAH OBAT – OBAT ANESTETIKA

A. DEFINISI ANESTESI
Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan aesthētos, "persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846. Obat untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. seseorang yang mengkonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri. Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar.
B. TIPE ANESTESI
Beberapa tipe anestesi adalah:
• Pembiusan total : hilangnya kesadaran total.
• Pembiusan lokal : hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh).
• Pembiusan regional : hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya.
Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi.

C. RANGKAIAN KEGIATAN ANESTESIOLOGIS
Anestesi dilakukan oleh dokter spesialis anestesi atau anestesiologis. Dokter spesialis anestesiologi selama pembedahan berperan memantau tanda-tanda vital pasien karena sewaktu-waktu dapat terjadi perubahan yang memerlukan penanganan secepatnya.
Empat rangkaian kegiatan yang merupakan kegiatan sehari-hari dokter anestesi adalah:
• Mempertahankan jalan napas
• Memberi napas bantu
• Membantu kompresi jantung bila berhenti
• Membantu peredaran darah
• Mempertahankan kerja otak pasien.
D. PENGGUNAAN OBAT-OBATAN DALAM ANESTESI
Dalam membius pasien, dokter anestesi memberikan obat-obatan (suntik, hirup, ataupun lewat mulut) yang bertujuan menghilangkan rasa sakit (pain killer), menidurkan, dan membuat tenang (paraytic drug). Pemberian ketiga macam obat itu disebut triangulasi. Bermacam obat bius yang digunakan dalam anestesi saat ini seperti:
• Thiopental (pertama kali digunakan pada tahun 1934)
• Benzodiazepine Intravena
• Propofol (2,6-di-isopropyl-phenol)
• Etomidate (suatu derifat imidazole)
• Ketamine (suatu derifat piperidine, dikenal juga sebagai 'Debu Malaikat'/'PCP' (phencyclidine)
• Halothane (d 1951 Charles W. Suckling, 1956 James Raventos)
• Enflurane (d 1963 u 1972), isoflurane (d 1965 u 1971), desflurane, sevoflurane
• Opioid-opioid sintetik baru - fentanyl (d 1960 Paul Janssen), alfentanil, sufentanil (1981), remifentanil, meperidine
• Neurosteroid

CARA KERJA
Mahasiswa bekerja secara berkelompok. Tiap kelompok bekerja dengan obat tertentu secara bergantian mengamati tiap sediaan obat kemudian mencatat:
a. Nama obat (merk dagang dan zat berkhasiat)
b. Indikasi, kontraindikasi
c. Farmakokinetik, farmakodinamik
d. Efek samping
e. Cara pemberian
f. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses asuhan kebidanan


















HASIL PENGAMATAN

NO PENGAMATAN HASIL

1. Nama Obat (merk) FORANE
Nama Generik (isi obat) Isoflurane
Jumlah dosis (mg/g)
Indikasi Obat Anestesi inhalasi umum
Kontr aindikasi obat
Disposisi genetik pada hipertermia maligna, riwayat hipertermia maligna atau dg disfungsi hati, ikterik, demam yg tidak bisa dijelaskan, lekositosis, eosinofilia terjadi setela anestetik halogen, op obstetri.
Cara Penggunaan
Efek samping Hipotensi arterial, peningkatan denyut nadi jantung, ggn serius ritme ventrikular, depresi nafas, ggn fungsi hati, ikterus & erusakan hati, menggigil, mual, muntah setelah sadar, hipertermia maligna, ruam, iritasi pada membran mukosa.
US FDA Preg Cat -
2. Nama Obat (merk) XYLOCAINE SPRAY
Nama Generik (isi obat) Lidocaine
Jumlah dosis (mg/g) 10%/5 Ml
Indikasi Obat Pencegahan nyeri pada prosedur pembedahan hidung, mulut dan gigi, orofaring, sal pernapasan, laring an ginekologi.
Kontr aindikasi obat

Cara Penggunaan Inhalasi
Efek samping Reaksi alergik, mengantuk, gelisah, pusing,
US FDA Preg Cat B
3. Nama Obat (Merek) Prokain HCl
Nama Generik (isi Obat) Prokain HCl 40 mg/ml
Jumlah dosis (mg/g) Infiltasi <500 mg larutan 0,5%-2% Epidural < 500 mg larutan 1%-2% Spinal 50-200mg larutan 10% dengan glucose 5 % Indikasi Obat Potensi rendah,anestesi infiltrasi dan spinal. Kontraindikasi Obat Cara Penggunaan Injeksi SC. Efek samping Toksisitas rendah. 4. Nama Obat (Merek) Extracaine Nama Generik (isi Obat) lidokaina HCl 20 mg Adrenalin 0,0125 mg Jumlah dosis (mg/g) Tergantung pada derajat anestesi yang diperlukan. Umumnya 1–2 ml IM atau SC Indikasi Obat Semua tipe anestesi suntikan dan tropical, sedasi, aritmia, hipertensi intracranial. Kontraindikasi Obat Hati-hati terhadap penderita yang mempunyai gangguan jantung, misalnya bradikardi, payah jantung dan hipertensi. Cara penggunaan Injeksi SC. Efek samping Kecemasan, pusing, penglihatan kabur, sedasi, tinitus, gangguan GI. 5. Nama obat (Merk) Xylocaine 2% Nama generic Lignocaine hydrochloride Jumlah Dosis 400 mg/20 ml atau 20mg/ml = 2% Indikasi Infiltrasi, anestesi IV regional, blok saraf perifer, blok pleksus mayor, blok epidural, blok subaraknoid. Kontra indikasi Anestesi spinal dan epidural pada pasien dengan lipotensi yang tidak dikoreksi, yang mendapat terapi antikogulen. Inflamasi dan atau sepsis pada region yang akan diinjeksi dan atau adanya septicemia. Cara penggunaan Injeksi ( NOT FOR IV ) Efek samping Gangguan SSP, gangguan KU, hipotensi maternal, reaksi alergi , rasa kebas yang parsisten, parestesis, gangguan sensorik lain. Sakit kepala, hipotensi, nyeri punggung, menggigil, gejala-gejala saraf perifer, mual, penglihatan ganda. Kategori kehamilan B ( sebagai anastesi local dan obat jantung ) 6.. Nama Merk Sevorane Nama generic Sevoflurane Jumlah Dosis Induksi nafas tunggal 8 %. Pemeliharaan 0,5-3% dengan atau tanpa digunakan bersama dengan nitrogen oksida. Indikasi Untuk induksi dan pemeliharaan anestesi Kontra indikadsi Diketahui / diduga memiliki kerentanan genetic terhadap hipertermia malignan. Cara penggunaan Inhalasi Efek samping Depresi kardio respirasi yang tergantung pada dosis obat, mual, muntah, hipotensi Kategori kehamilan B 7. . Nama obat (merek) Marcain spinal 0,5% Nama generik (isi obat) Bupivacaine HCl Jumlah dosis (mg/g) Maksimal 4 Ml Indikasi obat Anestesi spinal untuk bedah Kontraindikasi obat Penyakit SSP aktif & akut seperti meningitis, tumor, poliornielitis, perdarahan otak, TBC aktif atau lesi metastasis pada kolum tulang belakang. Septicemia, anemia pernisiosa subakut dengan kombinasi degenmerasi medulla spinalis. Infeksi piogenik kulit pada sisi pungsi, atau daerah di dekatnya. Syok kardiogenik atau hipovolemik. Gangguan koagulasi atau sedang dalam terapi dengan antikoagulen. Efek samping Hipotensi, bradikardi, sakit kepala setelah anestesi spina. Jarang, blokade tinggi atau total yang menyebabkan depresi pernafasan & kardiovaskuler. Komplikasi saraf. Kategori kehamilan Kategori C (tidak boleh diberikan kepada ibu hamil). 8. Nama obat (merek) Dura lidocaine Nama generik (isi obat) Xylocaine-HCl 40 mg, Adrenalin 0,1 mg, Solvens ad 2 mL Indikasi obat Obat stimulant jantung yang aktif pada keadaan darurat seperti colaps, syok anafilaktis atau jantung berhenti, memperpanjang efek anestesi local Kontraindikasi obat Cara penggunaan IV Efek samping Nekrosis jari-jari akibat fase kronsriksi dan akhirnya kolaps. Kategori kehamilan 9. Nama Obat Halothane Generic Halothane Indikasi Obat anesth inhalasi umum Kontra indikasi riwayat jaundice yang tidak diketahui atau pireksia yg sbelum terpapar oleh halothan Cara penggunaan Inhalasi Efek samping Menggigil Kategori Kehamilan C 10. Nama Obat Diprivan Generik Propofol10 mg/mL Indikasi Obat induksi&pemeliharaan anestesi umum, sedatif untuk pasien dlm perwatan intensif Kontra indikasi Anak lebih dari tiga tahun Cara penggunaan Injeksi Efek Samping hipotensi, apnea sementara, demam pasca operasi (sangat jarang), gerakan seperti epilepsi termasuk konvulsi&opistotonus, mual, muntah sakit kepala pasca operasi. Kategori kehamilan B 11. Nama Obat EMLA 5 % Generik Lidocaine, Prilocaine Indikasi Obat Anestesi topikal pada kulit yang berhubungan dengan penggunaan jarum suntik, prosedur pembedahan superfisial. Kontra indikasi Methhemoglobinemia kongenital atau idiopatik. Cara penggunaan Krim. Oleskan pada lapisan yang tebal @ gunakan secara tipis. . Efek Samping Reaksi lokal ringan seperti kepucatan, eritema, edema. Jarang reaksi alergi (termasuk syok anafilaktik), methhemoglobinemia. Kategori kehamilan - 12. Nama Obat Anexate Generik Flumazenil 0,5 mg/1 mL Indikasi Obat Sedatif pada anestesia. Kontra indikasi Cara penggunaan Injeksi intravena Efek Samping Kategori kehamilan 13. Nama Obat Lidocain HCL Generik Lidocain 20 mg/mL. Indikasi Obat Anestetika lokal. Kontra indikasi Hipotensi. Cara penggunaan Injeksi intramuscular. Efek Samping Kategori kehamilan FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK OBAT ANESTETIKA 1. Prilocaine Adalah derifat yang mulai kerja dan kekuatannya sama dengan lidokain (1963). Toksisitasnya lebih rendah daripada lidokain, karena efek fasodilatasinya juga lebih lambat dan perombakannya lebih cepat. Di dalam hati zat ini dirombak menjadi o-toluidin dan metabolit lain. Ekskresi melalui kemih (kurang dari 1%). Obat ini digunakan pada anesthesia permukaan (4%) dan secara parenteral 1 – 1,5 % dengan atau tanpa adrenalin. 2. Bupivacaine Adalah derivate-butil (1967) yang k.l 3 kali lebih kuat dan bersifat long acting (5-8 jam). Obat ini terutama digunakan untuk anestesi daerah luas ( larutan 0,25-0,5%) dikombinasi dengan adrenalin 1: 200.000. derajat relaksasinya terhadap otot tergantung pada kadarnya. Pp-nya sebesar 82-96%. Melalui N dealkinasi zat ini dimetabolasi menjadi pipekoloksilidin (PPX). Ekskresinya melalui kemih 5% dalam keadaan utuh, sebagian kecil sebagai PPX dan sisanya metabolit-metabolit lain. Plasma-t1/2-nya 1,5-5,5 jam. Pada kehamilan sama dengan mepivakain. Zat ini dapat digunakan selama kehamilan dengan kadar 2,5 – 5 mg/mL. dari semua anestetika local, Bupivacaine adalah yang paling sedikit melintasi plasenta. 3. Procain Farmakokinetik : Reabsorbsinya di kulit buruk, maka hanya digunakan sebagai injeksi dan seringkali bersamaan dangan adrenalin untuk memperpanjang daya kerjanya. Sebagai anestesik local, prokain sudah banyak digantikan oleh lidokain dengan efek samping lebih ringan. Farmakodinamik : Dalam tubuh zat ini dengan cepat dan sempurna dihidrolisasi oleh kolinesterase menjadi dietilamenoetanol dan PABA (asam-paraaminobenzoat), yang mengantagonir daya kerja sulfanomida. 4. Lidokaine Farmakokinetik : Senyawa-senyawa vasokonstriktor seperti epineprin mengurangi absorbsi sistemik anestesika local dari tempat penimbunan dengan jalan menurunkan aliran darah di area-area ini. Hal ini terutama berlaku bagi obat-obat dengan lama kerja pendek dan menengah seperti procaine, lidokain, dan mepivacaine (prilokaine tidak termasuk). Pada tingkat serabut saraf, berbagai studi dengan menyekat saraf skiatrik dengan menggunakan lidokain radioaktif menimbulkan dugaan bahwa hanya fraksi kecil dari anestetika yang menembus serabut saraf. Meskipun demikian hasil dari penyakatan fungsional sebanding dengan kadar intraneuronal. Oleh karena anestesika local dalam bentuk tidak bermuatan berdifusi dengan cepat melalui lipid , maka sedikit sekali atau tidak sama sekali dari bentuk netral yang akan diekskresi di dalam urin. Pengasaman urin akan meningkatkan ionisasi dari basa tersier menjadi bentuk bermuatan yang lebih larut air, yang lebih mudah diekresi karena tidak mudah mengalami reabsorbsi oleh tubulus ginjal. Farmakodinamik : Obat-obat ini digunakan secara local dengan menghambat inplus konduksi saraf sensorik dari perifer ke SSP. Anestesik lokal menghilangkan sensasi (dan pada konsentrasi tinggi, aktivitas motor) pada daerah tubuh terbatas tanpa menghasilkan ketidaksadaran. Obat ini menghambat saluran natrium membrane saraf. Serabut saraf tidak bermielin yang kecil, yang memacu inplus untuk sakit , temperature dan aktivitas autonomik, sangat sensitif terhadap kerja obat anestetik lokal. 5. Propofol (Diprivan) Farmakokinetik : IV/ didistribusi luas, cepat, >99% dimetabolisme oleh glukorunidase, sulfooksidasi, ekskresi ginjal.
Farmakodinamik : Efek SSP 2x lebih kuat dari thiopental, efek sama. Efek kardiovaskular bradikardi, 15 – 30 % penurunan tekanan darah.
6. Halotan (Fluothane)
Faramakokinetik : Distribusi cepat ke otak, <40% dimetabolisme (metabolism P450: dehalogenasi, dealkilasi-O,epoksidasi) Halotan, tetapi tidak enfluran atau isofluran, juga dimetabolisme dengan reduksi. Obat yang tidak dimetabolisme dikeluarkan selama berhari – hari.
Farmakodinamik : Pada efek SSP mekanisme belum jelas. Menginduksi anestesi yang cepat dan nyaman dan relaksasi otot skelet. Pada kardiovaskular menurunkan curah jantung, meningkatkan tekanan atrium kanan, depresi sedang fungsi miokardial, paling mungkin mensensitisasi miokardium terhadap katekolamin dan menurunkan reflex baroreseptor.
7. Isofluran
Farmakokinetik : Paling sedikit dimetabolisme. Tidak adanya metabolit dipercaya untuk keamanan hati dan ginjal.
Farmakodinamik : Paling sedikit kemungkinannya meningkatkan tekanan atrium kanan, menekan fungsi miokardium atau sensitisasi miokardium terhadap katekolamin. Nyata meningkatkan frekuensi jantung. Pada pernapasan, bronkodilatasi dan supresor control ventilasi paling tidak poten. Supresi nyata pada respon vasokonstriktor pada hipoksik, sedikit efek pada sekresi. Sedikit efek pada ginjal/hati.







KESIMPULAN

Ada berbagai macam bentuk sediaan anestesi, yaitu anestesi umum, anestesi lokal dan anestesi inhalasi. Sebelum memberikan anestesi, kita harus mengetahui mana yang paling tepat untuk diberikan kepada pasien, terutama pada kasus yang berkaitan dengan kebidanan.


DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H.C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Penerbit Universitas Indonesia.
Syamsuni, H.A,Drs.2006.ilmu Resep.EGC.Jakarta
Olson, James. 2004. Belajar Mudah Farmakologi. EGC: Jakarta
Drs Tan Hoan Tjay, Drs. Kirana Rahardja. 2007. Obat – Obat Penting. Elexmedia Komputindo:Jakarta.
Katzung, Bertram. 2007. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 8. Salemba Medika:Jakarta.
MIMS Petunjuk Konsultasi edisi 9 2009/2010. BIP Kelompok Gramedia: Jakarta.
ISO Indonesia Vol. 42. 2007. Penerbit Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia: Jakarta

MAKALAH OBAT – OBAT ANTIDIABETIKA

A. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengetahui penggolongan, indikasi, kontra indikasi, farmakokinetik, farmakodinamik, efek samping, cara pemberian dan hal-hal yang berhubungan dengan proses asuhan kebidanan dari obat-obat antihipertensi.

B. CARA KERJA
Mahasiswa bekerja secara kelompok. Tiap kelompok bekerja dengan obat tertentu secara bergantian. Amati tiap sediaan obat, mencatat :
a. nama obat (merek dagang) dan zat berkhasiat
b. indikasi, kontra indikasi,
c. farmakokinetik, farmakodinamik
d. efek samping
e. cara pemberian
f. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses asuhan kebidanan

C. BAHAN DAN ALAT
No Nama obat No Nama obat
1 Glibenkamid tab 11 Avandaryl 2 mg
2 Metformin tab 12 Actos tab
3 Metrix tab 1 mg 13 Actaprith HM 100
4 Glucobay tab 14 Actrapid Novolet
5 Glucontrol tab 15 Insulatard HM 100
6 Glucovance 500/2,5 16 Mixtrad HM 100
7 Avandia 17 Novomix flexpent
8 Avandamet 2 mg 18 Novorapid flexpen
9 Glurenorm 30 tab 19 Lantus
10 Diamicron









D. TINJAUAN TEORI

1. Pengertian
Diabetes adalah suatu kondisi yang ditandai meningkatnya kadar gula dalam darah (hyperglycemia) sehingga menimbulkan risiko kerusakan microvascular (retinopathy, nephropathy dan sakit saraf). Dan macrovascular (stroke, tekanan darah tinggi dan kelainan jantung)
Tabel: Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metode enzimatik sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM(mg/dl[2]
Kadar gula darah acak
Plasma vena Bukan DM Belum pasti DM DM
<110 110 - 199 >200
Darah kapiler <90 90 - 199 >200
Kadar gula darah puasa
Plasma vena

<110 110 - 126 >126
Darah kapiler <90 <90 - 109 >110

2. Penyebab
Penyebab diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus tipe 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus tipe 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes mellitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Tipe 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan tipe 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin bila obatnya tidak efektif. Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

3. Jenis Diabetes Mellitus Ada 2
Tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 — dulu disebut insulin-dependent diabetes (IDDM, "diabetes yang bergantung pada insulin"), atau diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.



Tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 — dulu disebut non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM, "diabetes yang tidak bergantung pada insulin") — terjadi karena kombinasi dari "kecacatan dalam produksi insulin" dan "resistensi terhadap insulin" atau "berkurangnya sensitifitas terhadap insulin"(adanya defek respon jaringan terhadap insulin)yang melibatkan reseptor insulin di membran sel.

Tipe 3
Diabetes Gestasional, ini terjadi pada ibu hamil.

4. Gejala-Gejala Diabetes Mellitus
Polyuria
Polyuria berarti penderita mengalami banyak kencing(sering kencing)

Polydipsia
Akibat banyak kencing sehingga penderita mengalami haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi)

Polyphagia
Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi)
Terapi diabetes mellitus hendaklah bertujuan untuk mencegah akibat-akibat defisiensi insulin yang akan segera timbul, yang meliputi hiperglikemia simptomatik (yaitu : polyuria, polydipsia dan penurunan berat badan), ketoasidosis diabetika (KAD) dan sindroma hyperosmolar non-ketotic (SHNK) dan mencegahkan atau meminimalkan komplikasi-komplikasi penyakit yang berlangsung lama yang timbul akibat diabetes mellitus.
Strategi terapi :
Strategi terapi (penatalaksanaan terapi) untuk penderita diabetes mellitus secara non farmakologi dan farmakologi.

A. Non Farmakologi
1. Pendidikan pada Pasien
Agar pengobatan diabetes mellitus dapat optimum pasien perlu diberikan pengetahuan tentang segala hal yang berkaitan dengan diabetes mellitus. Tetapi tidak hanya untuk pasien juga untuk keluarganya harus mendapat pengetahuan yang cukup mendalam mengenai peyebab dan strategi terapi diabetes mellitus. Pengobatan akan diperudah bia pasien mampu membuat keputusan-keputusan yang tepat dalam perawatan penyakitnya sehari-hari.
Pemberian pengetahuan secara dini hendaklah menekankan pentingnya segi-segi praktis pengobatan penyakit, yang meliputi perencanaan diet dan tekhnik pemantauan glukosa dan keton-keton. Perlu disampaikan kepada pasien kaitan-kaitan yang ada antara diet, aktivitas fisik dan obat-obatan yang digunakan.dukungan dari dokter (pemberi diagnosis/sebagai pemberi instruksi), apoteker (pemberi obat dan informasi), dan ahli gizi serta perawat (untuk membantu perawatan) merupakan hal penting dalam mencapai sasaran pemberian pengetahuan. Pemberian pengetahuan dan pengobatan akan paling efektif bila semua unsur profesional tersebut saling berkomunikasi mengenai pasiennya secara perorangan.

2. Diet
Diet merupakan hal penting pada semua jenis diabetes mellitus dan juga bermanfaat bagi pasien yang menderita gangguan toleransi glukosa. Tujuan terapi diet hendaknya diberitahukan kepada pasien dan ahli gizi yang merawat dan sasaran pemberian diet supaya ditelaah ulang secara teratur. Rencana makanan harus dibuat dengan mempertimbangkan kesukaan, penghasilan dan kebutuhan masing-masing pasien

3. Olah Raga
Berolah raga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar glukosa darah tetap normal. Prinsipnya, tidak perlu olah raga berat tetapi olah raga ringan asal dilakukan secara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan. Olah raga yang disarankan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous, Rhytmical, Interval, Progressive, Endurance Training). Sedapat mungkin mencapai zona sasaran 75-85% denyut nadi maksimal (220-umur). Disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penderita. Ctoh olah raga yang disarankan seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang dll.


B. Farmakologi
Terapi obat dengan obat antidiabetik oral terutama ditujukan untuk membantu penanganan pasien diabetes mellitus tipe II. Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat antidiabetik oral terbagi menjadi 5 golongan. Salah satu terapi obat antidiabetik oral adalah golongan sulfonilurea.

1. Terapi Insulin
a. Memulai terapi insulin
Untuk penderita DMT1 insulin segera diberikan setelah diagnosa ditegakkan. Sementara untuk DMT2, terapi insulin dapat dimulai antara lain untuk pasien dengan kegagalan terapi oral, kendali kadar glukosa darah yang buruk (A1c>7,5 % atau kadar glukosa darah puasa >250 mg/ dL), riwayat pankreatektomi, atau disfungsi pankreas, riwayat fluktuasi kadar glukosa darah yang lebar, riwayat ketoasidosis, riwayat penggunaan insulin lebih dari 5 tahun, dan penyandang DM lebih dari 10 tahun.
Menurut Petunjuk Praktis Terapi Insulin Pada Pasien DM yang disusun oleh Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) 2007, pada pasien DMT1, pemberian insulin yang dianjurkan adalah injeksi harian multipel dengan tujuan mencapai kendali kadar glukosa darah yang baik. (Selain itu, pemberian dapat juga dilakukan dengan menggunakan pompa insulin (continous subcutaneous insulin infusion [CSII]).
Sedangkan untuk DMT2, ada beberapa cara untuk memulai dan penyesuaian dosis insulin. Tapi sebagai pegangan, jika kadar glukosa darah tidak terkontrol dengan baik (A1C > 6.5%) dalam jangka waktu 3 bulan dengan 2 obat oral, maka sudah ada indikasi untuk memulai terapi kombinasi obat antidiabetik oral dan insulin.Pada keadaan tertentu, di mana kendali glikemik amat buruk dan disertai kondisi katabolisme, seperti kadar glukosa darah puasa >250 mg/dL, kadar glukosa darah acak menetap >300 mg/dL, A1C >10%, atau ditemukan ketonuria, maka terapi insulin dapat mulai diberikan bersamaan dengan intervensi pola hidup. Selain itu, terapi insulin juga dapat langsung diberikan pada pasien DM yang memiliki gejala nyata (poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan). Kondisi-kondisi tersebut sering ditemukan pada pasien DMT1 atau DMT2 dengan defisiensi insulin yang berat. Apabila gejala hilang, obat antidiabetik oral dapat ditambahkan dan penggunaan insulin dapat dihentikan.
Untuk mencapai sasaran pengobatan yang baik, maka diperlukan insulin dengan karakteristik menyerupai orang sehat, yeitu kadar insulin yang sesuai dengan kebutuhan basal dan prandial. Pemberian insulin basal, selain insulin prandial, merupakan salah satu strategi pengobatan untuk memperbaiki kadar glukosa darah puasa atau sebelum makan. Oleh karena glukosa darah setelah makan merupakan keadaan yang dipengaruhi oleh kadar glukosa darah puasa, maka diharapkan dengan menurunkan kadar glukosa darah basal, kadar glukosa darah setelah makan juga ikut turun.
Cara pemberian insulin basal dapat dilakukan dengan pemberian insulin kerja cepat drip intravena (hanya dilakukan pada pasien rawat inap), atau dengan pemberian insulin kerja panjang secara subkutan. Jenis insulin kerja panjang yang tersedia di Indonesia saat ini adalah insulin NPH, insulin detemir dan insulin glargine.
Idealnya, sesuai dengan keadaan fisiologis tubuh, terapi insulin diberikan sekali untuk kebutuhan basal dan tiga kali dengan insulin prandial untok kebutuhan setelah makan. Namun demikian, terapi insulin yang diberikan dapat divariasikan sesuai dengan kenyamanan penderita selama terapi insulin mendekati kebutuhan fisiologis.
ntuk penderita DMT1 tidak dianjurkan memberikan terapi insulin dengan dua kali suntikan karena sangat sulit mencapai kendali glukosa darah yang baik. Pada penderita DMT2 rejimen seperti pada penderita DMT1 juga dapat digunakan, namun karena pada penderita DMT2 tidak ditemukan kekurangan insulin yang mutlak dan untuk meningkatkan kenyamanan penderita, pemberian insulin dapat dimodifikasi. Misalnya untuk penderita DMT2 masih bisa menggunakan rejimen dua kali suntikan sehari dengan insulin campuran/kombinasi yang diberikan sebelum makan pagi dan sebelum makan malam. Atau hanya diberikan satu kali sehari dengan insulin basal yang diberikan pada malam hari dengan kombinasi obat oral. Misalnya, metformin yang diberikan sebagai tambahan terapi insulin dapat memperbaiki glukosa darah dan lipid serum lebih baik dibandingkan hanya meningkatkan dosis insulin. Demikian juga efek sampingnya seperti hipoglikemia dan penambahan berat badan menjadi berkurang.










E. HASIL PRAKTIKUM

No. Pengamatan Hasil
1. Nama obat (merek) Avandia
Nama generik (isi obat) Rosiglitazone maleate
Jumlah dosis (mg/g) 4 mg/ tablet
Indikasi obat Untuk terapi tunggal (mmonoterapi) DM tipe 2, sebagai tambahan terhadap diet dan olahraga. Digunakan dalam kombinasi dengan metformin atau sulfonilurea.
Kontraindikasi obat DM tipe 1, ketoasidosis diabetic
Farmakokinetik
Farmakodinamik Rosglitazone meningkatkan sensitivitas insulin.
Digunakan dalam kombinasi dengan metformin
bilamana diet. Latihan dan avandia saja tidak dapat
mengontrol gula kadar gula darah. Pada pasien-
pasien yang tidak terkontrol dengan dosis
maksimum metformin, dapat ditambahkan avandia.
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Anemia ringan s/d sedang, edema, hiperkolesterolemia.
IKK C
2. Nama obat (merek) Actos
Nama generik (isi obat) Pioglitazone
Jumlah dosis (mg/g) 5 mg
Indikasi obat Terapi tambahan terhadap diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol glukosa pada pasien DM tipe 2. Sebagai monoterapi. Juga untuk terapi kombinasi dengan sulfonilurea atau metformin dimana diet dan olahraga plus monotertapi tidak menghasilkan kontrol glukosa darah yang adekuat.
Kontraindikasi obat Gagal jantung atau ada riwayat gagal jantung (NYHA stadium I s/d IV), gangguan hati, terapi kombinasi dengan insulin.
Farmakokinetik Tidak ada interaksi obat dengan digoksin, warfarin, phenprocoumon, metformin dan sulfonilurea.
Farmakodinamik
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Edema
IKK C
3. Nama obat (merek) Glucotrol XL
Nama generik (isi obat) Glipizide gits
Jumlah dosis (mg/g) 5 mg
Indikasi obat Mengontrol hiperglikemia pada pasien NIDDM
Kontraindikasi obat Gangguan berat fungsi ginjal dan hati, IDDM, khususnya diabetes juvenile, ketoasidosis, pra-koma diabetes.
Farmakokinetik
Farmakodinamik Aksi Glipizida terpotensiasi oleh obat-obat anti radang non steroid dan obat-obat lain yang berikatan kuat dengan protein, Salisilat, Sulfonamida, Kloramfenikol, Probenesid, Koumarin, obat-obat penghambat mono amin oksidase, β-adrenergik bloker.
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Hipoglikemi, erupsi mukokutan,, gangguan GI dan hati, kolestatik jaundice, agranulositosis, trombositopeni, anemia hemolitik dan aplastik, pansitopeni porfiria dan reaksi seperti disulfiram.
IKK C
4. Nama obat (merek) Glucobay 100
Nama generik (isi obat) Acarbose
Jumlah dosis (mg/g) 100 mg
Indikasi obat Terapi kombinasi dengan diet untuk DM
Kontraindikasi obat Penderita <18 thn, gangguan GI kronik Berkaitan dengan absorbsi dan pencernaan. Keadaan yang bisa memburuk karenapembentukan gas dalam usus. Kerusakan ginjal berat (bersihan kreatinin<25 ml/mnt). Hamil , laktasi
Farmakokinetik Dalam duodenum, zat ini berkhasiat menghambat enzim glucosidase (maltase, sukrase, glukoamilase) yang perlu untuk perombakan di/polisakarida dari makanan menjadi monosakarida. Resobsinya dari usus buruk, hanya kurang lebih 1.2% dan naik sampai lebih kurang 35% setelah dirombak secara enzimatis oleh kuman usus. Ekskresinya berlangsung cepat lewat kemih.
Farmakodinamik Berasal dari kuman, sehingga cara kerjanya berbeda dengan antidiabetika yang lain. Interaksi dengan makanan yang mengandung gula (sakarosa) meningkatkan resiko efek samping. Obat- obat lambung (antaside, enzim cerna, adsorbensia), laksansia, dan kolestiramin dapat mengurangi daya kerja akarbose. Resobsi obat- obat lain dapat dikurangi olehnya bila terjadi diare sebagai efek samping.
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Kembung, bising usus meningkat. Kadang diare dan nyeri abdomen.
IKK B
5. Nama obat (merek) Glucovance
Nama generik (isi obat) Metformin HCL – glibenclamide
Jumlah dosis (mg/g) 500 mg/ 2,5 mg / tablet
Indikasi obat Terapi tahap kedua untuk DM tipe 2 yang tidak dapat dikontrol dngan diet, olahraga, dan sulfonilurea atau metformin.
Kontraindikasi obat Gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung kongestif, hipersensitif terhadap metformin HCL atau glibenclamide atau sulfonilurea lain, asidosis metabolik akut atau kronik, gangguan fungsi hati, intiksikasi akut alkohol, alkoholisme, porfiria, laktasi.
Farmakokinetik Absorpsinya berjalan lambat. Waktu paruhnya 6-8 jam. Obat ini dieliminasi lewat urin dan feses.
Farmakodinamik Obat ini digunakan pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Obat ini akan dapat menimbulkan efek agonis bila diminum sesuai dosis.
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Infeksi saluran napas atas, diare, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, pusing.
IKK D
6. Nama obat (merek) Glurenorm
Nama generik (isi obat) Glicuidone
Jumlah dosis (mg/g) 30 mg/ tab
Indikasi obat NIDDM yang tidak cukup dikendalikan dengan diet saja.
Kontraindikasi obat IDDM, koma dan pre-koma diabetik, DM dengan komplikasi asidosis dan ketosis, alergi terhadap sulfonamida, porfiria, gagal ginjal, penyakit hati berat, penyakit infeksi akut. Hamil, laktasi.
Farmakokinetik Efek hipoglikemik diperkuat oleh alkohol, salsilat, sulfonamid, fenilbutazon, tuberkulostatik, kloramfenikol, tetrasiklin, derivat kumarin, siklofosfamid, kotrimoksasol, mikonidazole. Efek hipoglikemik berkurang oleh klorpromazin, simpatomimetik, kortikosteroid, hormon tiroid.
Farmakodinamik
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Gangguan GI, sakit kepala. Jarang : reaksi hipoglikemik, reaksi alergi pada kulit, perubahan pada sistem hemopoietik, intoleransi GI, trombositopenia, anemia aplastik, agranulositosis.
IKK
7. Nama obat (merek) Metrix
Nama generik (isi obat) Glimepiride
Jumlah dosis (mg/g) 1 mg/ tablet
Indikasi obat NIDDM yang tidak terkontrol secara adekuat hanya dengan diet, olahraga dan penurunan berat badan.
Kontraindikasi obat Ketoasidosis diabetes dengan atau tanpa koma. Hamil dan laktasi.
Farmakokinetik Dengan insulin dan oral antidiabetik lain, penghambat ACE, allopurinol, steroid anabolic, dan hormone seks pria, kloramfenikol, turunan kumarin, siklofosfamid, disopiramid, tentfluramin, feniramidol, fibrat, fluoxentin, guanetidin, ifosfamid, MAOI, mikonazol, para aminosalisilat, pentoksifilin (dosis tinggi parenteral), fenilbutazon, probenecid, gol kuinolon, salisilat, sulfonamide. Tetrasiklin dapat menimbulkan hipoglikemia. Dengan acetozolamid, barbiturate, kortikosteroid, diuretic, epinefrin dapat meningkatkan kadar gula darah. Antagonis reseptor H2, klonidin dan reserpin dapat mempotensiasi kadar gula darah. Beta bloker dapat menurunkan toleransi laktosa. Dapat menurunkan atau meningkatkan efek kumarin. Berkhasiat anti agregasi trombosit dan dapat memperbaiki aktivitas fibrinolitis.
Farmakodinamik Jarang menimbulkan ‘hipo’
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Muntah, nyeri saluran cerna, diare. Hipoglikemia. Kerusakan fungsi hati. Reaksi alergi pada kulit. Leukopenia. Gangguan akomodasi dan atau pandangan kabur.
IKK C
8. Nama obat (merek) Diamicron
Nama generik (isi obat) Glicazide
Jumlah dosis (mg/g) 30 mg
Indikasi obat DM tipe 2
Kontraindikasi obat Gagal ginjal berat, ensefalopati hepatik atau gagal hati berat, hipokalemia, trauma serebrovaskuler yang belum lama terjadi.
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Cara penggunaan
Efek samping Mual, sakit kepala, ruam, gangguan GI, hipoglikemia, vaskulitis alergi, peningkatan kadar enzim hati. Jarang : diskrasia darah.
IKK B
9. Nama obat (merek) Glibenclamide
Nama generik (isi obat) Glibenclamide
Jumlah dosis (mg/g) 5 mg/ tablet
Indikasi obat NIDDM
Kontraindikasi obat IDDM, diabetes, koma, ketoasidosis, DM dengan komplikasi (demam, trauma, gangren) kerusakan fungsi hati dan adrekortikal, kerusakan ginjal berat, kahamilan dan laktasi.
Farmakokinetik Reabsobsinya dari usus praktis lengkap, PP-nya di atas 99%, plasma –t1/2-nya kurang lebih 10 jam, daya kerjanya dapat bertahan sampai 24 jam. Dalam hati dirombak menjadi metabolit kurang aktif, yang diekskresikan sama rata lewat kemih dan tinja.
Farmakodinamik Khasiat hipoglikemisnya kira- kira 100 kali lebih kuat daripada tolbutamida. Resiko ‘hipo’ juga lebih besar dan lebih sering terjadi. Cara kerjanya lain dengan sulfonylurea lain, yaitu single dose pagi hari mampu menstimulir sekresi insulin pada setiap pemasukan glukosa (sewaktu makan). Dengan demikian selama 24 jam tercapai regulasi gula darah optimal yang mirip pola normal.
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Sensitisasi kulit, gangguan GI, leukopenia, intoleransi alkohol dan ikterus. Perubahan dari sistem hemopoetik.
IKK C
10. Nama obat (merek) Actos
Nama generik (isi obat) Pioglitazone
Jumlah dosis (mg/g) 4 mg/2 mg/ tablet
Indikasi obat Terapi tambahan terhadap diet dan olahraga untuk memperbaiki kontril glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Sebagai monoterapi. Juga untuk terapi kombinasi dengan sulfonilurea atau metformin dimana diet dan olahraga plus monoterapi tidak menghasilkan kontror glokosa darah yang adekuat.
Kontraindikasi obat Gagal jantung atau ada riwayat gagal jantung (NYHA stadium I s/d IV ), gangguan hati . Terapi kombinasi untuk insulin
Farmakokinetik Tidak ada interaksi obat dengan digoksin, warfarin, phenprocoumon, metformin dan sulfonilurea.
Farmakodinamik
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Edema
IKK C
11. Nama obat (merek) Avandaryl
Nama generik (isi obat) Rosiglitazone maleate / glimepiride tablets.
Jumlah dosis (mg/g) 4 mg /2 mg tablet
Indikasi obat Sebagaibtambahan terhadap diet dan olahraga guna memperbaiki kontrol gula darah pada pasien DM tipe 2.
Kontraindikasi obat Ketoasidosis diabetik dengan tau tanpa koma.
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Cara penggunaan Per oral
Efek samping Sakit kepala, nasofaringitis, hipertensi, hipoglokemia, edema.
Golongan
12. Nama obat (merek) Mixtard ® 30 HM Penfill ®
Nama generik (isi obat) Biosynthetic Human Insulin
Jumlah dosis (mg/g) 3 ml 100 iµ / ml
Indikasi obat DM yang memerlukan insulin
Kontraindikasi obat Hipoglikemia
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Cara penggunaan Injeksi
Efek samping Jarang , alergi dan lipoatrofi
IKK B
13. Nama obat (merek) Insulatard ® HM Penfill ®
Nama generik (isi obat) Biosynthetic Human Insulin
Jumlah dosis (mg/g) 3 ml 100 iµ / ml
Indikasi obat DM yang memerlukan insulin
Kontraindikasi obat Hipoglikemia
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Cara penggunaan Injeksi
Efek samping Hipoglikemia
IKK B
14. Nama obat (merek) Actrapid ® HM Penfill ®
Nama generik (isi obat) Biosynthetic Human Insulin
Jumlah dosis (mg/g) 3 ml 100 iµ / ml
Indikasi obat DM
Kontraindikasi obat Hipoglikemia
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Cara penggunaan Injeksi
Efek samping Hipoglikemia
IKK B
















KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis DM ada 3 macam. Tipe I, II, dan III. Antidiabetika yang aman untuk ibu hamil antara lain Glucobay, Actrapid HM, Actrapid Novolet, Insulatard HM, dan Mixtard HM.












































DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 05 April 2011

DIURETIK DAN OBAT – OBAT ANTIHIPERTENSI

BAB I
Pendahuluan
A.latar Belakang
Tekanan darah tinggi berkaitan dengan penurunan usia harapan hidup dan peningkatan risiko stroke, penyakit jantung dan koroner dan penyakit organ target yang lainnya (misalnya retinopati, gagal ginjal).masalahnya adalah bahwa risiko tersebut berjenjang sehingga tidak ada garis batas yang jelas antara pasien yang harus diterapi dan yang tidak perlu terapi.penurunan tekanan darah pasien yang tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg menurunkan mortalitas dan morbiditas , tetapi ini bisa mencakup 25 % dari populasi .di inggris secara umum diterima bahwa pada pasien tanpa factor risiko tambahan , inidkasi terapi adalah tekanan diastolic di atas 100 mmHg dan / vascular yang bisa bekerja sinergis yaitu merokok , obesitas , hiperlipidemia ,diabetes dan hipertrofi ventrikel kiri.beberapa pasien mengalami hipertensi sekunder akibat penyakit ginjal atau endokrin.
B.Tujuan Umum
1. Untuk mengetahui secara jelas mengenai hipertensi.
2. Untuk mengetahui bagaimana cara menangani hipertensi.
3. Untuk mengetahui macam – macam obat hipertensi.
4. Untuk Mengetahui syarat obat hipertensi.
5. Fungsi diuretika pada obat hipertensi.






BAB II
Landasan Teori
A.Pengertian
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan keadaan dimana tekanan darah lebih tinggi dari normal.sebab – sebab hipertensi diketahui hanya dalam sejumlah hal yang kecil,kurang lebih 5% antara lain akibat penyakit ginjal , penyempitan aorta atau karena tumor di anak ginjal dengan efek overproduksi hormon – hormone tertentu yang berkemampuan meninggikan tensi ,(feochromocytoma). Dalam kebanyakan hal sebab- sebabnya tidak diketahui , bentuk umum ini disebut hip hipertensi esensiil.
 PENCEGAHAN
Berhubungan hipertensi kebanyakan tidak bergejala dan mengingat resiko – resikonya yang hebat. Maka perlu mengenal gangguan berselubung ini sedini mungkin supaya pengobatannya sepenuhnya dapat segera dilakukakan. Maka perlu dilakukan pengukuran TD berkala meninggikan tensi seperti emosi dan keletihan.

TINDAKAN – TINDAKAN UMUM
Ada beberapa tindakan umum yang dapat dilakukan untuk melawan hipertensi yang bersifat ringan meliputi :
a) Mengguruskan badan ,telah dibuktikan adanya hubungan erat antara adipositas (terlalu gemuk)dengan hipertensi .Berat badan berlebih menyebabkan bertambahnya volume darah dan diperluasnya system sirkulasi.
b) Diit, mengurangi pemasukkan garam sampai 2 g sehari guna mengurangi volume darah .begitu pula berpantang dengan makanan kolestrol.
c) Berhenti merokok.terutama menghisap rokok dengan menginhalsi asapnya (minum alcohol ,kopi dalam jumlah sedang tidak merupakan factor resiko yang nyata)
d) Memiliki cukup waktu istirahat dan tidur.
e) Gerak badan yang cukup.



PENGOBATAN
Pada hipertensi yang lebih berat perlu dilakukan pengobatan sintomatis disamping tindakan- tindakan umum tersebut untuk menersolisir tensi :
• Diuretika
Diuretika adalah zat – zat yang dapat memperbanyak pengeluaran air kermih (diuresis)akibat pengaruhnya yang langsung terdapat di ginjal. obat – obat yang menyebabkan diuresis mempengaruhi ginjal secara tidak langsung.
• Anti hipertensi
Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah lebih tinggi dari normal.tinggi rendahnya tekanan darah ditentukan oleh 2 faktor yaitu curahan jantung ( cardiac output) dan tekanan resistensi pembuluh darah perifer. Tekanan darah ini selalu berubah – ubah ,tergantung waktu dan keadaan si penderita.Dengan registrasi yang berkesinambungan dari tekanan darah dengan alat elektronik oleh pelbagai keadaan. Dalam keadaan tenang atau pada malam hari waktu tidur, tekanan darah dapat 30 -40 mmHg lebih rendah daripada waktu siang atau pada waktu bekerja. Keadaan sakit , atau emosi serasa dtusuk jarum atau koitus , meningkatkan tekanan darah dengan sekonyong – konyong . Anxiety kegelisahan atau adanya tekanan mental , dapat pula meningkatkan tekanan darah , begitu pula temperature dingin.

SYARAT – SYARAT OBAT ANTIHIPERTENSI
1. Efek penurunan tekanan darah efektif.
2. Efek sampingan sedikit /tidak ada.
3. Harga relative murah dan mudah didapatkan.

PENGGUNAAN
 Diuretika
Diuretika digunakan pada keadaan dimana pengeluaran air kemih lebih banyak dikehendaki yaitu terutama pada pengobatan :
1. Odema dimana terdapat air kemih yang berlebihan pada jaringan – jaringan.
2. Penyakit kencing batu , guna membantu mengeluarkan endapan Kristal (batu).
3. Penyakit darah tinggi sebagai penolong.
Odema merupakan gejala saja dari keadaan sakit , dimana air tertimbun berlebihan di dalam rongga – rongga , sel – sel dan serabut.

 Anti Hipertensi
Kebanyakan obat – obat hipertensi tersebut lambat mulai kerjanya dan baru menghasilkan efek setelah beberapa hari , dengan efek maksimal setelah beberapa minggu.lamanya kerjanya seringkali jauh lebih panjang daripada apa yang dapat diharpkan.
Penggunanaan kombinasi , kombinasi dari obat – obat tersebut pada umumnya menghasilkan potensi , maka seringkali digunakan.sangat menguntungkan adalah kombinasi dari suatu obat keras dengan obat yang khasiatnya agak lemah , karena dosis obat pertama dapat dikurangi dan efek – efek sampingnya diperingan.terkenal adalah kombinasi dari suatu diuretikum.
Obat- obat yang titik kerjanya secara teoritis tak dapat dikombinir karena tidak akan menghasilkan potensial , misalnya guanetidin dan reserpin atau klonidin dengan metildopa.

EFEK SAMPING
 Diuretika
Semua diuretika menyebabkan kehilangan ion – ion kalium yang disebut Hypokatismia dengan gejala –gejala antara lain :
1. Lemah otot dan kejang
2. Pusing – pusing
3. Gangguan Pada ritme jantung
Obat – obat yang dapat menyebabkan hipokalemia ini antara lain ialah kelompok thiazida.guna mengatasinnya dapat diberikan KCL dalm bentuk larutan.Pemberian KCL sebagai Tablet maupun enteric coated sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan luka pada usus.
Efek samping lainnya :
1. Gangguan pada lambung – usus.
2. Meningkatnya kadar asam urat.
3. Meningginya kadar glukosa dalam darah.
4. Toksisitas terhadap glikosida jantung.
Hendaknya diperhatikan pemakain diuretika pada pasien – pasien penyakit encok , diabetes dan jantung.



B. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengetahui : penggolangan , indikasi , kontraindikasi , farmakokinetik , farmakodinamik , efek samping , cara pemberian dan hal- hal yang berhubungan dengan proses asuhan kebidanan dari obat – obat anti hipertensi.

C.ALAT DAN BAHAN
NO NAMA OBAT NO NAMA OBAT
1 HCT 14 Biopres 8 mg tab
2 Farsix inj 15 Co- aprrovel tab
3 Spirola tab 16 Co- diovan tab
4 Captopril 12,5 mg 17 Tenace tab
5 Nifedipin tab 18 Noperten 5 tab
6 Zanidip tab 19 Tensivask 5 mg tab
7 Reserpin tab 20 Tenazide
8 Bisoprolol fumarat 21 Lasix tab
9 Dopamet 22 Lasix inj
10 Catapres inj 23 Aldactone
11 Herbesser inj 24 Letonal
12 Diltiazem tab 25 Furosamid tab
13 Valsartan Diovan 80 mg, propanol, lasix ampul,

D.CARA KERJA
Mahasiswa bekerja secara kelompok untuk mengamati dan mencatat tiap sediaan obat secara bergantian , meliputi :
a) Nama obat (nama generik) dan khasiatnya
b) Indikasi dan kontra indikasi
c) Farmakokinetik , farmakodinamik
d) Efek samping
e) Cara pemberiannya



















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
No. Pengamatan Hasil
1. Nama obat (merk) HCT
Nama generik (isi obat) Hydrochlorthiazide / Hidroklorotiazida.
Jumlah dosis (Mg/g) 50-200 mg/hari.
Indikasi obat Diuretik, edema, pengobatan tambahan/penunjang pada hipertensi.
Kontra indikasi obat Anuria (tidak dibentuknya air seni oleh ginjal), bersamaan dengan terapi Litium, dekompensasi (kegagalan fungsi) ginjal.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Gangguan metabolik, ketidakseimbangan elektrolit, anoreksia (kehilangan nafsu makan), gangguan lambung-usus, sakit kepala, pusing, hipotensi postural, parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan), impotensi, penglihatan berwarna kuning, reaksi hipersensitifitas.
Jarang : sakit kuning kolestatik, pankreatitis, diskrasia darah.
2. Nama obat (merk) Farsix Injeksi
Nama generik (isi obat) Furosemide.
Jumlah dosis (Mg/g) Edema paru akut : awalnya 40 mg secara intravena, bisa ditambahkan 20-40 mg setelah 20 menit.
Indikasi obat Edema yang berhubungan dengan gagal jantung kongestif (CHF), sirosis hepatik, penyakit ginjal & edema paru akut.
Hipertensi ringan sampai sedang, diberikan tersendiri atau dikombinasikan dengan antihipertensi yang lain, dan sebagai pengobatan tambahan pada hipertensi krisis.
Kontra indikasi obat Gangguan fungsi ginjal, oliguria (pengeluaran air seni yang berkurang, dibandingkan dengan cairan yang masuk), anuria (tidak dibentuknya air seni oleh ginjal), hipokalemia (kadar Kalium dalam darah rendah), hiponatremia (kadar Natrium dalam darah rendah), hipotensi (tekanan darah rendah).
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan injeksi
Efek samping Hiperurisemia, hipokalemia, hiponatremia, anoreksia (kehilangan nafsu makan), azotemia (kelebihan urea atau senyawa nitrogen lainnya dalam darah), reaksi hipersensitivitas, reaksi dermatologis, gangguan saluran pencernaan, detak jantung tak teratur, rasa haus, reaksi hematologis.
3. Nama obat (merk) Spirola Tablet
Nama generik (isi obat) Spironolactone / Spironolakton.
Jumlah dosis (Mg/g) • Kondisi edema dan hipokalemia :25-100 mg perhari.
• Hipertensi esensial : 50-100 mg perhari.
Indikasi obat Hipertensi primer, hiperaldosteron, kondisi edema seperti pada gagal jantung kongestif, asites, sindroma nefrotik, hipokalemia.
Kontra indikasi obat Anuria, insufisiensi ginjal akut, hiperkalemia.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Diare, mual, ginekomastia, sakit kepala, mengantuk.
4. Nama obat (merk) Captopril
Nama generik (isi obat) Setiap tablet mengandung kaptopril 12,5 mg.
Setiap tablet mengandung kaptopril 25 mg.
Setiap tablet mengandung kaptopril 50 mg.
Jumlah dosis (Mg/g) Hipertensi : Dosis awal adalah 12,5 mg-25 mg, 2-3 kali sehari.
Bila setelah 2 minggu belum diperoleh penurunan tekanan darah, maka dosis dapat ditingkatkan sampai 50 mg, 2-3 kali sehari.
Gagal jantung : Dosis awal adalah 25 mg, 3 kali sehari, sebaiknya dimulai dengan 12,5 mg, 3 kali sehari.
Indikasi obat • Untuk pengobatan hipertensi sedang dan berat yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan kombinasi lain.
Kaptopril dapat dipergunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan obat antihipertensi lain terutama tiazid.
• Payah jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis.
Kontra indikasi obat Hipersensitif terhadap kaptopril dan obat-obat ACE inhibitor lainnya.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Umumnya kaptopril dapat ditoleransi dengan baik.
Efek samping yang dapat timbul adalah ruam kulit, gangguan pengecapan, neutropenia, proteinuria, sakit kepala, lelah/letih dan hipotensi.
Efek samping ini bersifat dose related dengan pemberian dosis kaptopril kurang dari 150 mg per hari, efek samping ini dapat dikurangi tanpa mengurangi khasiatnya.
Efek samping lain yang pernah dilaporkan: umumnya asthenia, gynecomastia.
Kardiovaskular : cardiac arrest, cerebrovascular accident/insufficiency, rhythm disturbances, orthostatic hipotension, syncope.
Dermatologi : bullous pemphigus, erythema multiforme exfoliative dermatitis.
Gastrointestinal : pankreatitis, glossitis, dispepsia.
Hepatobiliary : jaundice, hepatitis, kadang-kadang nekrosis, cholestasis.
Metabolit : symptomatic hyponatremia.
Musculoskeletal : myalgia, myasthenia.
Nervous/psychiatric : ataxia, confusion, depression, nervousness, somnolence.
Respiratory : bronchospasm, eosinophilic pneumonitis, rhinitis, blurred vision, impotence.
Seperti ACE inhibitor lainnya dapat menyebabkan sindroma termasuk: myalgia, arthralgia, interstitial nephritis, vasculitis, peningkatan ESR.
5. Nama obat (merk) Nifedipin
Nama generik (isi obat) Nifedipine 10 mg tab
Jumlah dosis (Mg/g) Dosis tunggal 5 - 10 mg.
Dosis rata-rata 5 - 10 mg, 3 x sehari.
Interval tiap dua dosis paling sedikit 2 jam.
Tablet ditelan utuh dengan sedikit cairan. Bila diinginkan khasiat yang cepat, misalnya ketika terasa akan datang serangan, tablet dikunyah dan dibiarkan menyebar dalam mulut. Nifedipin akan diserap cepat oleh selaput lendir mulut.
Indikasi obat Untuk pengobatan dan pencegahan insufiensi koroner terutama angina pektoris, hipertensi kronik dan hipertensi urgensis.
Kontra indikasi obat Hipersensitif terhadap nifedipin.
Jangan diberikan pada wanita hamil.
Jangan diberikan pada ibu menyusui karena nifedipin diekskresi ke dalam ASI. Bila nifedipin sangat diperlukan, dianjurkan untuk berhenti menyusui karena pengaruhnya terhadap bayi belum diketahui.
Jangan digunakan pada syok kardiovaskuler.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Kadang-kadang mengakibatkan mual, sakit kepala, palpilasi, takikardia, lemah, edema, hipotensi, reaksi hipersensitif.
Umumnya timbul pada awal pengobatan bersifat sedang dan sementara.
Hiperplasia gingival timbul pada kasus-kasus isolasi selama terapi jangka panjang, yang hilang bila pengobatan dihentikan.
Gangguan fungsi hati (intrahepalik cholestalis, kenaikan transaminase) jarang terjadi dan reversibel pada penghentian obat.
Pada pria lanjut usia, pemberian jangka panjang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar mammae (ginekomastia) yang hilang bila pengobatan dihentikan.
6. Nama obat (merk) Zanidip
Nama generik (isi obat) Lercanidipine Hydrochloride.
Jumlah dosis (Mg/g) 1 x sehari 10 mg, dapat ditingkatkan menjadi 20 mg.
Indikasi obat Penatalaksanaan hipertensi esensial ringan - sedang.
Kontra indikasi obat • Hamil, laktasi, obstruksi aliran keluar ventrikel kiri, gagal jantung kongestif yang tidak diobati.
• Angina pektoris tidak stabil, disfungsi hati dan ginjal berat atau bersama dengan infark miokard yang diderita dalam 1 bulan.
• Digunakan bersama dengan siklosporin atau dengan jus anggur.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Ruam, edema perifer, palpitasi, takikardi, sakit kepala, pusing, astenia.
7. Nama obat (merk) Reserpin
Nama generik (isi obat) Reserpine.
Jumlah dosis (Mg/g) 0,2-0,5 mg sehari dibagi 2-3 dosis.
Indikasi obat Hipertensi.
Kontra indikasi obat Riwayat depresi mental, ulkus peptikum aktif, kolitis ulseratif, hamil, menyusui.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Hidung tersumbat, ngantuk, depresi, letargi, diare.
8. Nama obat (merk) Bisoprolol Fumarat
Nama generik (isi obat) BISOPROLOL FUMARATE
Jumlah dosis (Mg/g) Dosis awal 5 mg sekali sehari atau dosis dapat ditingkatkan menjadi 10-20 mq sekali sehari pada penderita bronkospastik, gangguan hati (hepatitis atau sirosis) dan gangguan ginjal (bersihan kreatinin kurang dari 40 ml/menit), dengan dosis awal 2,5 mg sekali sehari.
Indikasi obat Bisoprolol diindikasikan untuk hipertensi, bisa digunakan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan antihipertensi lain.
Kontra indikasi obat Bisoprolol diindikasikan untuk hipertensi, bisa digunakan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan antihipertensi lain.
Farmakoginetik
Farmakodinamik Mekanisme kerja antihipertensi dari bisoprolol belum seluruhnya diketahui. Faktor-faktor yang terlibat adalah :
1. Penurunan curah jantung
2. Penghambatan pelepasan renin oleh ginjal.
3. Pengurangan aliran tonus simpatis dari pusat vasomotor pada otak.

Pada orang sehat, pengobatan dengan bisoprolol menurunkan kejadian takikardia yang diinduksi oleh aktivitas fisik dan isoproterenol. Efek maksimum terjadi dalam waktu 1-4 jam setelah pemakaian. Efek tersebut menetap selama 24 jam pada dosis >5 mg. Penelitian secara elektrofisiologi pada manusia menunjukkan bahwa bisoprolol secara signifikan mengurangi frekuensi denyut jantung, meningkatkan waktu pemulihan sinus node, memperpanjang periode refrakter AV node dan dengan stimulasi atrial yang cepat, memperpanjang konduksi/W node. Bisoprolol juga dapat diberikan bersamaan dengan diuretik tiazid. Hidroklorotiazid dosis rendah (6,25 mg) digunakan bersamaan dengan bisoprolol fumarate untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan sampai sedang.
Cara Pengunaan
Efek samping














Sistim saraf pusat: dizziness, vertigo, sakit kepala, parestesia, hipoaestesia, ansietas, konsentrasi berkurang.
- Sistem saraf otonom: mulut kering.
- Kardiovaskular : bradikardia, palpitasi dan gangguan irama lainnya, cold extremities, klaudikasi, hipotensi, hipotensi ortostatik, sakit dada, gagal jantung.
- Psikiatrik : insomnia, depresi. Kardiovaskular: bradikardia, palpitasi dan gangguan irama lainnya, cold extremities, klaudikasi, hipotensi, hipotensi ortostatik, sakit dada, gagal jantung.
- Psikiatrik: insomnia, depresi.
- Gastrointestinal: nyeri perut, gastritis, dispepsia, mual, muntah, diare, konstipasi.
- Muskuloskeletal: sakit otot, sakit leher, kram otot, tremor.
- Kulit: rash, jerawat, eksim, iritasi kulit, gatal-gatal, kulit kemerahan, berkeringat, alopesia, angioedema, dermatitis eksfoiiatif, vaskulitis kutaneus.
- Khusus: gangguan visual, sakit mata, lakrimasi abnormal, tinitus, sakit telinga.
- Metabolik: penyakit gout.
- Pernafasan: asma, bronkospasme, batuk, dispnea, faringitis, rinitis, sinusitis.
- Genitourinaria: menurunnya libido/impotensi, penyakit Peyronie, sistitis, kolik ginjal.
- Hematologi: purpura.
- Lain-lain: kelemahan, letih, nyeri dada, peningkatan berat badan.
9. Nama obat (merk) Dopamet
Nama generik (isi obat) Methyldopa / Metildopa.
Jumlah dosis (Mg/g) Dosis awal ½-1 tablet sehari, dinaikan secara bertahap sebanyak ½-1 tablet setiap 3 hari.
Indikasi obat Hipertensi esensial, termasuk hipertensi ganas, hipertensi selama hamil, hipertensi nefrogenik.
Kontra indikasi obat Hepatitis akut, sirosis hati & baru saja sembuh dari kerusakan pembuluh darah otak atau jantung.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Lemah, mulut kering, hidung tersumbat.
Adakalanya terjadi gangguan lambung-usus, sakit kepala, pusing, kemerahan pada kulit, penambahan berat badan, edema, impotensi.
10. Nama obat (merk) Catapres
Nama generik (isi obat) Clonidine / Klonidin HCl.
Jumlah dosis (Mg/g) Dosis awal : 0,075-0,15 mg/hari.
Dapat ditingkatkan setelah 2-4 minggu.
Pada kasus berat : 0,3 mg sampai 3 kali sehari.
Indikasi obat Hipertensi.
Kontra indikasi obat "Sick sinus syndrome".
Pemblokan atrio ventrikular stadium 2 atau 3.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Diawali dengan mulut kering, sedasi, dan lemah, keluhan ortostatik.
11. Nama obat (merk) Herbesser Injection
Nama generik (isi obat) Diltiazem HCl.
Jumlah dosis (Mg/g) Untuk orang dewasa.
• Takhiaritmia supraventrikular : 10 mg secara intravena perlahan-lahan selama 3 menit.
• Penanganan peningkatan tekanan darah yang tidak normal selama operasi : 10 mg secara intravena disuntikkan perlahan ke dalam vena selama 1 menit, dilanjutkan dengan drip infusion intravena dengan kecepatan 5-15 µg/menit/kg berat badan.
• Hipertensi dalam keadaan darurat : drip infusion intravena dengan kecepatan 5-15 µg/menit/kg berat badan.
Setelah tekanan darah diturunkan sampai tingkat yang diinginkan, kecepatan drip infusion disesuaikan seperti tingkat yang diindikasikan oleh monitor tekanan darah.
Indikasi obat Takhiaritmia supraventrikular, penanganan peningkatan tekanan darah yang tidak normal selama operasi, hipertensi dalam keadaan darurat.
Kontra indikasi obat Blok SA, blok AV (atrio-ventrikular) derajat II atau III, wanita hamil.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan Injeksi
Efek samping Pusing, lelah, sakit kepala, kemerahan pada wajah, ruam kulit, gangguan lambung-usus, susah buang air besar, bradikardi, blok AV, peningkatan GOT & GPT.
12. Nama obat (merk) Diltiazem
Nama generik (isi obat) Diltiazem.
Jumlah dosis (Mg/g) • Angina pektoris : 3 kali sehari 30 mg.
• Hipertensi : awalnya 3 kali sehari 30-60 mg, bisa ditingkatkan sampai 180-360 mg sehari.
Indikasi obat Angina pektoris yang disebabkan kejang arteri koroner, angina kronis, hipertensi.
Kontra indikasi obat • Hipotensi (sistol kurang dari 90 mmHg), blok atrio-venrikular atau sino-atrial derajat 2 atau 3.
• Bradikardia.
• Wanita hamil dan menyusui, "sick sinus syndrome", sumbatan paru akut.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Sakit kepala, edema pergelangan kaki, hipotensi, berdebar, rasa tidak enak pada perut, blok AV, bradikardi.
Jarang : sinus, ginekomastia (pembesaran payudara pria).
13. Nama obat (merk) Valsartan
Nama generik (isi obat) angiotensin II receptor antagonis (lebih umum disebut "ARB")
Jumlah dosis (Mg/g) biasa berkisar 40-320 mg per hari.
Indikasi obat
Kontra indikasi obat
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Paling sering, sakit kepala dan pusing. Sensitivity to sun light and bright artificial light. Kepekaan terhadap cahaya matahari dan terang cahaya buatan.
14. Nama obat (merk) Blopress
Nama generik (isi obat) Candesartan cilexetil.
Jumlah dosis (Mg/g) 8-16 mg sekali sehari.
Indikasi obat Hipertensi.
Kontra indikasi obat Hamil.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Sakit kepala, infeksi saluran pernapasan bagian atas, sakit punggung, pusing.
15. Nama obat (merk) CO-APROVEL
Nama generik (isi obat) Per tablet 150/12,5 : Irbesartan 150 mg, Hidroklorotiazida 12,5 mg.
Jumlah dosis (Mg/g) 1 tablet sehari.
Indikasi obat Pengobatan hipertensi esensial pada pasien yang tekanan darahnya tidak cukup terkontrol bila diberikan Irbesartan saja atau Hidroklorotiazida saja.
Kontra indikasi obat Hamil, menyusui.
Kerusakan ginjal dan hati yang parah, hiperkalsemia, hipokalemia refrakter (tidak mempan diobati), sirosis kandung empedu dan kolestatis (terhentinya aliran empedu).
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Sakit kepala, pusing, kelelahan, mual, muntah, urinasi abnormal.
Jarang : reaksi hipersensitifitas.
16. Nama obat (merk) CO-DIOVAN
Nama generik (isi obat) Valsartan 80 mg, Hidroklorotiazida 12,5 mg.
Jumlah dosis (Mg/g) 1 tablet sehari (Tablet salut selaput 80/12.5 mg).
Indikasi obat Hipertensi.
Kontra indikasi obat • Hamil dan kerusakan hati berat, sirosis kandung empedu dan kolestasis (terhentinya aliran empedu).
• Anuria ((tidak dibentuknya kemih oleh ginjal), kerusakan ginjal berat.
• Hipokalemia, hiponatremia, hiperkalsemia refrakter (tidak mempan diobati) dan gejala-gejala hiperurisemia, pasien dialisis.
• Menyusui.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Sakit kepala, pusing, kelelahan, sinusitis, faringitis, infeksi saluran nafas bagian atas, batuk, nyeri punggung, diare, infeksi yang disebabkan oleh virus, nyeri dada, mual, rinitis, dispepsia, infeksi saluran kemih, nyeri perut, sering kencing, nyeri lengan, bronkhitis, sesak nafas, nyeri kaki, keseleo, penglihatan abnormal, radang sendi, kram kaki, impotensi, insomnia (susah tidur), ruam.
17. Nama obat (merk) Tenace
Nama generik (isi obat) Enalapril Maleat.
Jumlah dosis (Mg/g) 10-40 mg/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
Indikasi obat Hipertensi esensial & renovaskuler.
Kontra indikasi obat
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping akit kepala, pusing, hipotensi, batuk, mual, efek ortostatik, angioedema, kelelahan.
18. Nama obat (merk)
Nama generik (isi obat) Lisinopril.
Jumlah dosis (Mg/g) • Hipertensi : awalnya 10 mg, selanjutnya (pemeliharaan) 20 mg.
• Gagal jantung kongestif : awalnya 2,5 mg, selanjutnya 5-20 mg.
Dosis untuk sekali sehari.
Indikasi obat Hipertensi.
Gagal jantung kongestif pada pasien yang tidak cukup terkontrol oleh Digitalis & terapi diuretika.
Kontra indikasi obat
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping berdebar, nyeri dada, letargi (keadaan kesadaran yang menurun seperti tidur lelap, dapat dibangunkan sebentar, tetapi segera tertidur kembali), urtikaria (biduran/kaligata), edema angioneurotik.
19. Nama obat (merk) Tensivask
Nama generik (isi obat) Amlodipine Besylate/Amlodipin Besilat
Jumlah dosis (Mg/g) • Hipertensi dan angina : 5 mg sekali sehari.
Dosis maksimal : 7,5 mg sekali sehari.
• Hipertensi : diawali dengan 2,5 mg sekali sehari.
Indikasi obat Hipertensi, angina.
Kontra indikasi obat Hipersensitifitas terhadap Dihidropiridin.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Sakit kepala, edema, kelelahan, mual, kemerahan pada wajah, pusing.
20. Nama obat (merk) Tenazide
Nama generik (isi obat) Enalapril Maleat 10 mg, Hidroklorotiazida 25 mg.
Jumlah dosis (Mg/g) Dewasa : 1-2 tablet sekali sehari.
Indikasi obat Hipertensi.
Kontra indikasi obat • Riwayat angioedema yang berkaitan dengan pengobatan sebelumnya dengan ACE inhibitor.
• Anemia.
• Hipersensitivitas terhadap obat-obat turunan Sulfonamida.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Sakit kepala, pusing, kelelahan, diare, ruam kulit, hipotensi, batuk, mual, efek ortostatik, kelemahan, perubahan pengecapan/indra perasa, kram otot, angioedema, kerusakan ginjal.
21. Nama obat (merk) Lasix
Nama generik (isi obat) Furosemide.
Jumlah dosis (Mg/g) • Dewasa : dosis awal &frac1/2-1-2 tablet sehari, dosis rumat/pemeliharaan : ½-1 tablet sehari.
• Anak-anak : 2 mg/kg berat badan.
Maksimal : 40 mg/hari.
Indikasi obat Edema, asites (pengumpulan cairan) pada hati, hipertensi ringan sampai sedang.
Kontra indikasi obat Gagal ginjal akut yang disertai dengan anuria (tidak dibentuknya kemih oleh ginjal), koma hepatikum, hipokalemia, hiponatremia, hipovolemia dengan atau tanpa hipotensi.
Gangguan fungsi ginjal atau hati.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Gangguan ringan pada saluran cerna, kehabisan Ca, K, dan Na, nefrokalsinosis pada bayi prematur, memperparah alkalosis metabolik; diabetes.
Jarang : syok anafilaktik, reaksi alergi, depresi sumsum tulang, pakreatitis akut, gangguan pendengaraan.
22. Nama obat (merk) Aldactone
Nama generik (isi obat) Spironolactone / Spironolakton.
Jumlah dosis (Mg/g) • Edematosa : dosis harian diberikan setiap hari atau sebagai dosis tunggal.
• Gagal jantung kongestif : awalnya 100 mg/hari, ditingkatkan secara bertahap sampai 200 mg/hari, dosis pemeliharaan biasanya : 25-200 mg/hari.
• Sirosis hati :
- rasio Na/K dalam urin lebih dari 1 : dosis yang dianjurkan 100 mg/hari.
- rasio Na/K dalam urin kurang dari 1 : dosis yang dianjurkan 200-400 mg/hari.
- dosis rumat : tergantung keadaan masing-masing pasien.
• Sindroma nefrotik : 100-200 mg/hari.
• Edema idiopatik : dosis lazim 100 mg/hari.
Anak-anak : dosis harian awalnya sekitar 3,3 mg/kg berat badan.
• Diagnosis dan pengobatan aldosteronisme primer :
- tes panjang : 400 mg/hari selama 3-4 minggu.
- tes singkat : 400 mg selama 4 hari.
• Hipertensi : 50-100 mg/hari diberikan sebagai dosis terbagi atau sebagai dosis tunggal.
Hipertensi ganas : hanya sebagai terapi tambahan, dosis awal : 100 mg/hari, ditingkatkan sampai 400 mg/hari dengan interval waktu tiap 2 minggu jika perlu.
• Hirsutisme : 100-200 mg/hari dalam dosis terbagi secara terus-menerus atau bersiklus.
Indikasi obat Gangguan edematosa, gagal jantung kongestif, sirosis hati, sindroma nefrotik, edema idiopatik, diagnosis & pengobatan aldosteronisme primer, hipertensi, hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebihan pada wanita menurut pola pertumbuhan pertumbuhan rambut laki-laki).
Kontra indikasi obat Isufisiensi ginjal akut, anuria, hiperkalemia, kehamilan.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Ginekomastia (pembesaran payudara pria), gangguan pada saluran pencernaan, ngantuk, letargi (keadaan kesadaran yang menurun seperti tidur lelap, dapat dibangunkan sebentar, tetapi segera tertidur kembali), bercak-bercak merah pada kulit, sakit kepala, kekacauan mental, ataksia (gangguan koordinasi gerakan), impotensi, menstruasi tidak teratur, perdarahan sesudah menopause.
Jarang : agranulositosis.
23. Nama obat (merk) Letonal
Nama generik (isi obat) Lodoz 2,5
Jumlah dosis (Mg/g) Bisoprolo Hemifumarat/ H.C.T
Indikasi obat
Kontra indikasi obat
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping
24. Nama obat (merk) Furosemid
Nama generik (isi obat) Furosemide.
Jumlah dosis (Mg/g) Dewasa : ½-1 tablet sehari.
Indikasi obat Edema jantung, paru, ginjal, eklampsia (keadaan yang ditandai dengan kejang-kejang dan penurunan kesadaran pada wanita hamil atau pada masa nifas karena keracunan kehamilan) & edema pada kehamilan, asites/busung (pengumpulan cairan dalam rongga perut), hipertensi, komplikasi kehamilan, hiperkalsemia.
Kontra indikasi obat Defisiensi elektrolit, anuria (tidak dibentuknya kemih oleh ginjal), koma hepatikum, hamil muda, hipokalemia, sedang mendapat terapi Lithium.
Farmakoginetik
Farmakodinamik
Cara Pengunaan
Efek samping Rasa tidak enak pada perut, hipotensi ortostatik, gangguan saluran pencernaan, pandangan kabur, pusing, sakit kepala.

VITAMIN MINERAL

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Munculnya nama-nama baru dalam bidang kesehatan khususnya obat terkadang membuat para konsumen bingung untuk menentukan pilihan obat mana yang terbaik untuk mereka konsumsi. Kurangnya pengetahuan mereka tentang unsur yang terkandung dalam obat maupun vitamin tersebut membuat mereka memilih secara asal tanpa tahu apa efek samping yang akan ditimbulkan setelah mengkonsumsi obat atau vitamin tersebut.
Hal yang terpenting bagi mereka adalah obat atau vitamin yang mereka konsumsi tersebut dapat menghilangkan secara cepat rasa tidak nyaman yang mereka alami. Kebanyakan efek samping dari obat yang mereka konsumsi tidak akan timbul langsung setelah mengkonsumsinya untuk pertama kali, tetapi efek samping tersebut akan timbul setelah pengkonsumsian secara berulang dan dalam skala yang terlalu sering.
Tingkat kesadaran yang rendah membuat mereka enggan untuk datang ke sarana kesehatan yang terdapat disekitar mereka sekedar hanya untuk meminta obat. Hal ini menjadi kendala terbesar yang dihadapi di masyarakat sekarang. Beberapa pendekatan dari petugas kesehatan sekitar dapat menjadi salah satu pemecahan masalah yang dapat dipilih.
Selain itu, masalah keluarga berencana menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah kita. Kurangnya keinginan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi dan anggapan lalu yang mengatakan bahwa banyak anak banyak rejeki menjadi kendala terbesar dalam usaha pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian vitamin dan mineral?
2. Kegunaan dari vitamin dan mineral?
3. Obat hormone apa saja yang digunakan untuk kelamin?
4. Jenis-jenis alat kontrasepsi dan penjelasannya.
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui jenis-jenis dan kegunaan dari vitamin dan mineral bagi tubuh dan kehidupan kita.
2. Untuk mengetahui cara kerja dari obat hormone kelamin dalam tubuh kita.
3. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari obat hormone kelamin.
4. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis alat kontrasepsi.
























BAB II
DASAR TEORI

Vitamin dan mineral
Vitamin
Vitamin adalah zat esensial yang diperlukan untuk membantu kelancaran penyerapan zat gizi dan metabolism tubuh. Jumlah kecukupan asupan per hari untuk perawatan kesehatan ditetapkan sebagai RDA (Recommended Daily Allowence).
Vitamin merupakan zat-zat organic yang dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk memlihara fungsi metabolism yang normal. Penggunaan vitamin yang utama adalah untuk pengobatan terhadap defisiensi (kekurangan), dan penyakit-penyakit menurun. Selain itu vitamin juga digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, mislanya kanker (vit. A, C, dan E), jantung dan saluran napas (vit. E dan C), skizofrenia (vit. B3). Produk vitamin sebagai obat bebas biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kelelahan tubuh, mempercepat proses penyembuhan setelah operasi, kebutuhan wanita hamil dan menyusui, serta pertumbuhan anak dan remaja.
Beberapa vitamin tertentu yang diberikan dalam dosis tinggi mempunyai sifat antioksidan yang membantu system imiunitas tubuh dalam menetralkan racun yang berasal dari radikal bebas dan kuman penyakit.
Macam – Macam Jenis Vitamin
A. Vitamin A
Vitamin A atau nama lainnya adalah retinol sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata dan berperan dalam proses penyembuhan luka. Dalam kegiatan pertumbuhan dan perkembangan jaringan epithelial vitamin A mempertahankan kesehatan dan struktur kulit, rambut dan gigi. Vitamin A juga menjadi antioksidan yang membantu merangsang dan memperkuat daya tahan tubuh dalam meningkatkan aktivitas sel pembunuh kuman (natural killer cell), memproduksi limfosit, fagositis, dan antibody. Kegunaan vitamin A termasuk memperkuat kekebalan selular (system sel) yang menghancurkan sel kanker.

Selain itu, vitamin A mencegah dan memperbaiki penciutan kelenjar timus yang terjadi karena stress kronis. Fungsi tubuh lain yang dibantu oleh vitamin A antara lain adalah system reproduksi, pembuatan dan aktivitas hormone adrenalin, pembuatan dan aktivitas hormone tyroid, mempertahankan struktur dan fungsi sel-sel saraf, menjaga kekebalan tubuh pada umumnya, serta memperbaharui sel jaringan tubuh.

Suplementasi vitamin A dalam dosis tinggi tidak boleh digunakandalam waktu panjang, karena vitamin A yang larut lemak akan disimpan dalm jaringan tubuh. Bila terjadi penumpukan vitamin A dalam jumlah besar akan menjadi racun bagi tubuh dengan gejala nyeri kepala, mual, kulit kering, dan nyeri sendi.

Sumber vitamin A yang berasal dari makanan ada dua, yaitu berasal dari hewani (mengandung retinol) adalah hati ayam/sapi, ikan, susu, dan produk olahannya. Sedangkan yang berasal dari nabati (mengandung karoten) adalah sayuran hijau gelap (seperti bayam, katuk), sayuran kuning atau oranye (wortel, kentang, tomat, labu kuning) dan buah-buahan.

Perhatian untuk ibu hamil dalam mengkonsumsi sumplementasi vitamin A , karena dari riset terungkap bahwa vitamin A dengan dosis 10.000 IU sehari dapat meningkatkan resiko kelainan pada janin.

B. Vitamin B1 (Thiamine, aneurine)
Vitamin B1 berfungsi sebagai koenzim penting dalam system metabolismetubuh untuk menghasilkan energy dari karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin B1 juga dikenal dengan morale vitamine karena mempunyai efek yang menguntungkan pada system saraf pusat serta sikap mental, juga membantu fungsi normal saraf tepi, otot dan jantung. Vitamin B1 berperan dalam memelihara fungsi saraf, mengoptimalkan aktivitas kognitif dan fungsi otak, membantu proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, dan mengatur sirkulasi dan fungsi darah.

Kekurangan vitamin B1 sering terjadi pada lanjut usia, dengan gejala munculnya gangguan system pencernaan yang berupa penyerapan buruk, sembelit, peka atau tak tahan dengan bahan makanan tertentu, dan hilangnya nafsu makan. Selain itu muncul gangguan saraf berupa penurunan daya ingat, gelisah, dan matirasa pada tangan dan kaki.

Vitamin B1 dapat ditemukan pada beras dan gandum utuh (beras merah), kuning telur, ikan, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

C. Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin B2 adalah komponen penting dalam produksi energy pada metabolism karbohidrat, lemak, dan protein. Fungsi lainnya yaitu membantu pertumbuhan dan reproduksi, menjaga kesehatan mata, serta menjaga kesehatan kulit, kuku, rambut, mulut, bibir dan tenggorokan.

Kekurangan vitamin B2 dapat mengakibatkan terjadinya gejala penurunan daya penglihatan, katrak, depresi, ganguan kulit, pening, rambut rontok,, radang mata, lesi mulut, gelisah, dan gejala neurologis (mati rasa, hilang sensasi, seperti kena syok listrik). Gejala lainnya adalah kejang, sensitive pada cahaya, mengantuk dan lemah.

Vitamin B2 dapat diperoleh dari makanan hewani seperti hati, ginjal, dan jantung (ayam/ sapi). Sedangkan dari pangan nabati adalah sayur – sayuran hijau. Konsumsi yang berlebihan dari vitamin B2 akan dibuang kembali oleh tubuh melalui urine dengan warna kuning-hijau fluorescent (menyala).

D. Vitamin B3 (Niacine, Asam Nikotinat)
Niasin berhubunhan dengan kinerja saraf, kekurangan niasin dapat menyebabkan gejala Pellagra, ditandai dengan terjadinya kulit pecah-pecah dan bersisik (dermatitis), otak tidak berfungsi dengan sempurna sehingga sering bingung (demensia), dan diare akibat melemahnya produksi lendir dalam system pencernaan.

Sebagai koenzim NAD dan NADP, niacin berperan dalam metabolism karbohidrat, lemak dan protein,. Dengan enzim yang berbeda, niacin teribat dalam 50 reaksi kimia yang berbada untuk menghasilkan energy, metabolism lemak, kolesterol, dan karbohidrat serta pembuatan beberapa senyawa tubuh penting seperti hormone seks dan adrenaline.

Niacin adalah vitamin peni=urun lemak yang mencegah penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol, dan memperbaiki aliran darah pada kasus terjadinya penyuumbatan pembuluh kapiler. Bentk niacin yang efektif untuk pelindung jantung adalah seabgai senyawa innositol hexaniacinnate. Niacin tergolong vitamin non essensial dan dapat dibuat oleh tubuh dengan mengubah triptofan yang menjadi bahan bakunya.

Vitamin B3 paling banyak ditemukan pada hati, daging (ayam/sapi), telur, ikan, kacang-kacangan, susu, dan advokad.

E. Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Asam pantotenat berperan dalam sitem imun. Dalam proses pencernaan, asam pantotenat sebagai konezim A yang terlibat dalam metabolism karbohidrat, lemak, dan protein, dsn khususnya produksi energy. Berperan pula dalam produksi hormone adrenalin dan sel-sel darah merah. Berperan penting untuk berfungsinya adrenalin produksi energy. Berperan pula dalam produksi hormone adrenalin dan sel-sel darah merah. Berperan penting untuk berfungsinya adrenalin yang optimum sehingga dianggap sebagai vitamin “anti stress “. Juga merupakan sumber dari pantein, bentuk paling aktif asam pantotenat mampu menurunkan tingkat kolesterol dan trigeserida darah. Kekurangan asam pantotenat dapat berakibat muntah, gangguan saluran cerna, gangguan salauran cerna, susah tidur, dan lelah.defisiensi asam pantotenat dapat menyebabkan gejala nyeri otot, depresi, eksema, kelelahan, kerontokan rambut, insomnia, tekanan darah rendah, dan kooardinasi buruk. Hal tersebut banyak terjadi pada usia lanjut karena diet dan penyerapan yang buruk.

Suplemen asam pantotenat diperlukan untuk kasus tertentu, untuk membantu memperkuat system imun dengan meningkatkan produksi antibody. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B5 berasal dari hewani adalah kan, telur, susu, hati, ginjal (ayam/sapi), dan khamir (yeast). Sedangkan dari nabati adalah ubi jalar, brokoli, kembang kol, jeruk, strawberi, kacang-kacangan dan gandum.

F. Vitamin B6 (Piridoksin)
Vitamin B6 berperan dalam pembentukan protein tubuh, sel-sel dararh merah, prostaglandin, dan senyawa structural yang berfungsi sebagai transmitter kimia dalam system saraf. Vitamin B6 juga berperan dalam mempertahankan keseimbangan hormone dan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, juga merupakan koenzim dan terlibat dalam metabolism asam amino.

Kekurangan vitamin B6 ditandai dengan gejala depresi, kejang-kejang (terutama pada anak), tak tahan gula (glucose intolerance), melemahnya saraf yang berhubungan dengan daya ingat, anemia, dan gangguan kulit (dermatitis).

Sumber dari makanan : Paling banyak ditemukan pada khamir (ragi kering), daging, hati, ginjal, dan jantung (ayam/sapi), susu, telur, unggas, ikan, kentang, ubi jalar, sayur sayuran, sereal, gandum dan beras tumbuk, kacang kacangan, pisang, kubis dan kembang kol.
Penggunaan : Berperan dalam metabolism karbohidrat, protein dan lemak, menguatkan kekebalan tubuh, membantu transmisi inpuls saraf, menjaga keseimbangan elektrolit tubuh (natriun dan kalium), merangsang pertumbuhan sel darah merah, membantu sintesa DNA dan RNA. Dosis RDA 2 mg sehari, terapi 25 – 100 mg perhari.
BIOTIN
Vitamin B8
Biotin yang berperan dalam produksi antibody, disebut juga sebagai vitamin H, ditemukan oleh M.A. Boas pada tahun 1927. Defisiensi biotin dapat menimbulkan gangguan jantung, kurang nafsu makan, anoreksia, mual, depresi, sakit otot, lemah, kulit kering bersisik, dermatitis dan rambut rontok. Pada wanita hamil dengan usia kehamilan dibawah 6 bulan dapat muncul gejala gejala bisul, ketombe (seborrheic dermatitis) dan rambut rontok.
Dalam system pencernaan, biotin berperan sebagai koenzim (bagian enzim) dari berbagai enzim metabolism e yang mengatur penggunaan lemak dan asam amino. Tanpa biotin, metabolism lemak dan asam amino dapat menjadi terganggu. Biotin termasuk vitamin non esensial yang disintesa oleh tubuh disaluran pencernaan.
Sumber dari makanan : banyak terdapat pada keju, hati kedele, kembang kol, daging, susu, kacang tanah, sayuran, pisang, tomat, jeroan, telur (terutama bagian kuningnya), jamur, kacang kacangan dan gandum lengkap. Namun, perlu diperhatikan bahwa putih telur mengandung avidin, yaitu suatu protein yang mengikat biotin, sehingga akan mencegah penyerapan biotin oleh tubuh.
Penggunaan : Untuk mempertahankan kesehatan kulit dan rambut. Dosis RDA 300mcg sehari.
ASAM FOLAT (Flic Acid)
Vitamin B9, syn, Folacin
Asam folat yang berperan dalam banyak system enzim penting, digunakan secara klinis pada tahun 1945 oleh T. D. Spies untuk mengatasi anemia karena kehamilan. Salah satu fugsi asam folat adalah sebagai bahan pembentuk senyawa THF (tetrahidrofolok), koenzim yang diperlikan dalam sintesa DNA, dan pematangan sel darah merah. Asam folat berperan dalam pencegahan penyakit jantung dan stroke dengan memecah hemosistein, substansi dalam darah yang meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Dengan mempertahankan kadar kolin (cholline) yang b erperan meningkatkan daya ingat, asam folat membantu mencegah penyakit Alzheimer(gangguan pada daya ingat). Dari peranannya dalam membantu sintesa DNA, asam folat mencegah kanker dengan memperbaiki kerusakan pada DNA yang menjadi awal dari perkembangan penyakit ini.
Defisiensi asam folat dapat berakibat anemia makrositik, diare, mudah terkena infeksi, lidah merah dan licin, depresi gangguan mental, lelah dan pingsan. Seharusnya defisiensi ini tidak perlu terjadi karena asam folat termasuk vitamin yang non esensial yang disintesa di dalam saluran cerna dan juga terdapat dalam jumlah cukup pada bahan makanan sehari hari.
Sumber dari makanan : banyak terdapat pada hati, daging, ginjal, sayuran hijau, gandum, telur, ikan, kacang hijau dan khamir. Sumber lain adalah jeruk, stroberi, wheat germ dan kacang kacangan.
Penggunaan : untuk membantu pembentukan sel darah merah dan mempertahankan kesehatan system pencernaan.Dosis RDA untuk pria 170 mcg dan untuk wanita 150 mcg ssehari. Ibu hamil disarankan untuk mendapatkan tambahan 400 mcg asam folat sehari, karena dari penelitian terungkap bahwa asam folat dapat mengurangi resiko cacat bawaan pada bayi.
VITAMIN B12 (Sianokobalamin)
Vitamin B 12 adalah vitamin yang banyak dihubungkan dengan darah dan system saraf pusat. Vitamin B12 berperan dalam menjaga agar sel-sel berfungsi normal, terutama sel-sel saluran pencernaan, system saraf, dan sum-sum tulang, serta memecah homositein atau substansi dalam darah yang meningkatkan resiko stroke dan penyakit alzeimer. Manfaat lain dari vitamin B12 yaitu membantu pembentukan sel darah merah, mengatur sistem saraf, berperan dalam sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru, mencegah kerusakan sistem saraf, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia, menjaga kesehatan jantung dan kekebalan tubuh, berperan dalam metabolisme protein, memicu produksi hormon untuk kesehatan kulit dan rambut.
Bila kekurangan dapat mengganggu sistem saraf, menurunkan daya ingat, mudah bingung dan murung, gampang mengalami delusi (berkhayal), lelah, hilang keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, menimbulkan gangguan pendengaran, menyebabkan gejala anemia yang meliputi kelelahan, hilang nafsu makan, diare, menimbulkan gangguan pembentukan sel saraf, mengakibatkan kerusakan sistem saraf, dan mengakibatkan kekurangan asam folat.
Sumber makanan hewani daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan (salmon dan tuna), ragam makanan laut lainnya, unggas, telur, susu dan produk olahannya, produk fermentasi kedelai (tauco dan tempe yang diolah secara tradisional), susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, sereal.
Vitamin B12 berguna untuk mengatur pembentukan sel darah merah, mencegah kerusakan dinding saraf, sintesa DNA, mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energy.

3. VITAMIN C (asam Askorbat)
Adalah vitamin esensial karena tubuh tidak dapat menghasilkan vitamin sendiri sehingga diperlukan asupan dari luar. Vitamin C memiliki peran penting dalam berbagai mekanisme imunologis. Kadarnya yang tinggi dalam sel darah putih(10-80 kali lebih tinggi dari kadar plasma),terutama limfosit. Vitamin C sering digunakan untuk melindungi sel darah putih dari enzim yang dilepaskan saat mencerna bakteri yang telah ditelannya. Manfaat: membantu pembentukan tulang, otot dan kulit, berperan dalam proses penyerapan zat besi, berperan dalam penyembuhan luka, menghambat infeksi karena kemampuannya melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, mempertahankan fungsi daya tahan tubuh secara keseluruhan, mempengaruhi fungsi otak dan mempertajam kesadaran,membantu menambah masa hidup dan mengurangi terjadinya katarak. Selain itu vitamin C berguna untuk pembentukan kolagen interseluler, menjaga kesehatan gusi, mencegah terjadinya memar,dan sebagai antioksidan. Fungsi lainnya yaitu penghasil senyawa transmitter syaraf dan hormone tertentu. Vitamin C membantu memperbaiki sel tubuh dan meningkatkan kerja enzim sebagai factor penyerap dan pengguna zat gizi lainnya. Vitamin C juga mengurangi tekanan darah tinggi,dan menurunkan kolesterol darah.
Bila kekurangan: sariawan di mulut maupun perut, kulit cenderung kasar, gusi tidak sehat hingga gigi mudah goyah dan tanggal, menyebabkan rawan perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah, mudah mengalami depresi, gampang terkena anemia pernisiosa dengan gejala-gejala kelelahan, sakit kepala, dan lekas marah.
Bila kelebihan: dapat mengakibatkan diare, pusing, sakit kepala, dan lelah. Dampaknya hampir sama dengan kekurangan vitamin C.
Sumber: buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, tomat, arbei,nanas,mangga,sirsak, stroberi. Sayur-mayur seperti asparagus,bayam,brokoli,kentang,cabai, kol.Hewani seperti susu, mentega, ikan dan hati.
Perhatian untuk vitamin C dalam dosis tinggi dapat memberikan efek mengikis sampai melukai lambung dengan akibat murus-murus.

4. VITAMIN D (kalciferol)
Manfaat: meningkatkan penyerapan kalsium dan fostor untuk kekuatan tulang dan gigi, mengatur kadar kalsium dalam darah, dan mengatur produksi hormon. Seharusnya suplementasi vitamin D tidak diperlukan, karena selain diproduksi oleh tubuh dan diaktifkan oleh sinar matahari, vitamin ini juga bisa didapatkan dari makanan.
Bila kekurangan vitamin D mengakibatkan gangguan seperti gelisah,sulit tidur,rapuh tulang, pertumbuhan lambat, tungkai bengkok, muncul tonjolan pada perut, pembentukan gigi salah.
Sumber: keju, telur, margarin, ikan, tahu, tempe, susu, minyak ikan,minyak nabati.

5. VITAMIN E (tocoferol)
Vitamin E sebagai antioksidan intraseluler yang kuat melindungi limfosit dan monosit dari radikal bebas pada DNA, oleh karena itu vitamin ini menbantu dalam memperlambat penuaan. Vitamin E juga dikenal sebagai antioksidan dengan efek protektif terhadap penyakit jantung dan perawatan kulit. Vitamin E terlibat dalam total system imun sehingga defisiensi vitamin E dapat menurunkan kemampuan daya tahan tubuh secara menyeluruh. Vitamin E meningkatkan reaksi hipersensitifitas lambat dari system imun,suatu respon imunologi untuk melawan kampus,parasit (cacing),dan infeksi kronis. Selain itumemberikan efek perlindungan terhadap vitamin A dari oksidasi di dalam saluran cerna. Untuk mencegah kanker vitamin E alami sebagai senyawa d-alpha tocoferol adalah bentuk terbaik.
Manfaat: menyehatkan kulit, menguatkan sel darah merah, melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, memelihara struktur dan fungsi sistem saraf, membantu pengeringan luka, membantu perkembangan otak.
Bila kekurangan: menekan produksi antibodi dan merusak respon kekebalan, serta memperlambat perkembangan saraf otot. Bila kelebihan: meningkatkan risiko pendarahan dalam tubuh.
Sumber: minyak sayur, alpukat, kacang-kacangan, sayuran, margarin, tepung gandum, daging, susu dan produk olahan susu, ikan, telur, salad, dan makanan segar lainnya.
Perhatian untuk mencegah terjadinya efek antagonis jika mengkonsumsi obat koagulan konsultasikan dahulu dengan dokter.
6. Vitamin K (quinone)
Vitamin k dihubungkan dengan proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan pada waktu terjadi luka. Proses tersebut merupakan salah satu pertahanan tubuh menghadapi inveksi, dengan membentuk thrombin yang akan menutup luka dengan pembekuan darah.
Vitamin K berfungsi membantu terbentuknya senyawa-senyawa pembeku darah yang disebut sebagai protrombin untuk menjadi thrombin. Selain itu membantu mengaktifkan osteocalsin, protein pembangun tulang, dan menjaga tulang dari kerapuhan (osteoporosis) pada usia tua.
Sumber makanan hewani seperti kuning telur dan minyak hati ikan. Sumber nabati seperti minyak sayur, sayuran berdaun hijau, brokoli, lettuce, the hijau, asparagus, havermut, gandum, hati, kubis, kembang kol, dan kacang polong hijau segar.

Berikut table mengenai fungsi dan catatan khusus untuk masing-masing vitamin

Vitamin Fungsi Catatan
A Kesehatan mata
Membantu penyembuhan jerawat, kulit kering, bersisik
Pernapasan : membantu proses penyembuhan pilek dan bronkitis Diet orang dewasa per hari: 5000 IU
Dosis besar bias keracunan: hilangnya nafsu makan, berat badan kurang, demam ringan, kulit gatal dan kering, rambut rontok
B-1 Mengatasi gangguan saraf otot disertai nyeri, rematik
Mengobati defisiensi: beri-beri, lesu, jantung berdebar-debar
Mengatasi gangguan metabolism (alkoholisme, hipertiroidisme)
Mengatasi gangguan peredaran darah: rematik jantung, radang otot jantung/miokardisis Diet orang dewasa perhari: 1-1,5 mg
Bila muncul efek samping berupa: ruam dan gatal di kulit, periksa ke dokter
Simpan di tempat terlindung dari cahaya dan panas
B-6 Mengatasi defisiensi:kejang-kejang akibat kelainan bawaaan (pada bayi), anemia (pada anak dan dewasa)
Kombinasi pada pengobatan TBC Diet orang dewasa per hari: 20-200 mg
Diperlukan terutama bagi penderita TBC yang mendapatkan obat INH (isoniasid)
B komplek Mengobati defisiensi
Mempercepat penyembuhan setelah pengobatan dengan antibiotic dan sulfonamide Merupakan kombinasi dari: vit. B1, vit. B2, as nikotnat, vit. B6, as pantotenat
C Mengatasai defisiensi seperti scorbut
Mengasamkan air kemih pada infeksi saluran kemih
Membantu mengatasi keracunan nikotin Diet orang dewasa perhari: 40-60 mg
Lebih dari 1,5 g perharidapat menimbulkan diare dan batu ginjal
Bila warna tablet berubah jangan gunakan lagi
Hati-hati penderita maag
D Mengobati defisiensi: pada anak berupa rakhitis (kaki bengkok), pada dewasa adalah tulang lembek
Membantu mengatasai penyakit-penyakit tulang
Mengatasi kurangnya fungsi paratiroid (missal setelah operasi gondok) Diet orang dewasa per hari 400 IU
Kelebihan dosis menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak, batu ginjal, katarak, pengapuran pembuluh darah jantung, hipertensi, kerusakan jaringan, mual, muntah, diare, mengantuk, haus, sering kencing
E Mengobati defisiensi: bayi premature dengan anemia khas
Membantu pengobatan gangguan jantung, saraf, kelebiahn kolesterol. Penyakit kulit Diet orang dewasa per hari: 20-30 IU
Dosis lebih besar dari 300 UI sehari dapat menyebabkan gangguan lambung dan usus, sakit kepala, lemah, luka sulit sembuh
K Mengobati defisiensi: hambatan pembekuan darah
Untuk bayi-bayi prematur Diet orang dewasa per hari: 50 mcg
Kelebihan dosis dapat menimbulkan nyeri dada dan perubahan warna kulit

Mineral
Mineral merupakan zat organic yang sebagaimana vitamin dalam jumlah kecil bersifat esensial bagi banyak proses metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibutuhkan tubuh adalah: kalium (K), natrium (Na), kalisum (Ca), magnesium (Mg), Fosfor (P), dan Klorida (Cl). Mineral yang dibutuhkan dalan jumlah kecil (sering disebut elemen spura) adalah: besi (Fe), seng (Zn), tembaga (Cu), mangan (Mn). Dalam umlah kecil beberapa mineral dibutuhkan tubuh untuk menjaga agar organ tubuh berfungsi secara normal.diantaranya fungsi sebagai koenzim dan anti oksidan.
Beberapa fungsi mineral:
 Kekuatan kerangka/tulang: Ca, P
 System sel (pendapar system intraseluler): K, Mg, P
 Tekanan darah dan tekanan osmotic: Na, Cl
 Membantu proses metabolisme penting: Fe, Zn, Mn, Mg, mo, Cu
 Tulang, gigi dan email: F, Sr
Dalam keadaan normal pemberian elemen-elemen tersebut tidak perlu apabila seseorang telah makan makanan yang bergizi secara cukup dan seimbang. Namun dalam keadaan-keadaan tertentu dimana kebutuhan meningkat (seperti hamil, menyusui, baru proses penyembuhan sakit, susah makan), maka dapat dikonsumsi.
1. Kalsium
Fungsi utama kalsium adalah dalam proses pembentukkan tulang dan gigi. Selain itu kalsium juga berperan dalam tekanan darah dan system hormonal. Kalsium meningkatkan kemampuan konsentrasi selama hari-hari pramenstruasi, saat perubahan hormonal yang dapaty mempengaruhi suasana emosi. Kebutuhan akan kalsium meningkat pada saat pertumbuhan untuk membangun system tulang yang kuat. Uga teradi pada masa menopause untuk mempertahankan kekuatan tulang dan mencegah resiko terjadinya osteoporosis.
Sumber dari makanan: susu dan produk olahannya (keju dan yogurt), brokoli.
Penggunaan: untuk membantu pembentukkan gigi dan tulang, pembekuan darah pada luka, mempertahankan kesehatan fungsi dan otot. Dosis RDA 1000 mg sehari.
2. Magnesium
Magnesium diperlukan untuk kesehatan jantung dengan membantu mengatur ritme dan aktivitas elektrik jantung. Kegunaan magnesium untuk usia lanjut adalah membantu penyerapan kalsium oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dari resiko osteoporosis.
Defisiensi magnesium sering terjadi pada usia lanjut akibat kekurangan aasupan magnesium dari diet sehari hari, yang menyebabkan melamahnya arteri jantung dan terjadi serangan jantung.
Penggunaan : untuk menjaga kesehatan jantung dosis 400mg sehari, efek sampingnya adalah terjadinya murus murus.
3. Fosfor
Fosfor bersama kalsium dan protein adalah unsure penting dalam pembentukan tulang. Selain itu juga berperan dalam sintesa hormone testosterone (hormone pria yang penting untuk libido), pembentukan otot dan penngaturan deposit kalsium ditulang.
Sumber dari makanan : makanan laut seperti kerang kerangan, tiram, udang dan kepiting.
Penggunaan : untuk menaga tulang dari kehilangan kalsium, membentuk otot dan membantu sintesa hormone testosterone. Dosis RDA 2-5mg sehari.
4. Zat Besi
Fungsi zat besi adalah membantu pembentukan sel darah merah dan sel otot serta menghindarkan anemia fisik. Ada 2 bentuk zat besi yaitu bese heme dan besi non heme. Besi heme merupakan besi yang berikatan dengan hemoglobin dan mioglobin. Besi heme terdapat dalam produk produk hewani. Jenis besi inbi merupakan bentuk besi yang paling efisien diserap tubuh. Besi non heme terdapat pada tanaman pangan. Dibandingkan dengan besi heme besi non heme lebih sedikit diserap oleh tubuh.
Sumber dari makanan : daging, hati, jantung sapi, daging ayam, ikan, kuning telur, kacang kacangan, kedele, sayuran berwarna hijau.
Penggunaan : untuk membantu pembentukan sel hemoglobin dalam darah merah dan mencegah anemia. Dosis RDA 18 mg/hari.
5. Mangan
Mangan adalah trace mineral yang berfungsi pada beberapa system enzim termasuk enzim yang terlibat dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energy dan fungsi hormone tiroid. Mangan juga berperan dalam fungsi otak dalam pengontrolan neurotransmitter system saraf, dan menolong mencegah teradinya serangan Antung yang tiba-tiba.
Sumber dari makanan: kacang-kacangan, sayuran berwarna hiau, bit, dan gandum.
Penggunaan: dosis RDA 2-5 minggu sehari, dan sebagai antioksidan dosis 10 mgsehari
6. Kalium
Kalium adalah mineral utama yang dibutuhkan dalam kegiatan metabolism tubuh. Kalium berfungsi menjaga tekanan osmotic cairan dalam sel, menaga keseimbangan air tubuh, mengatur fungsi normal jantung, sebagai katalis karbohidrat, mengantar pesan saraf ke otot, menurunkan tekanan darah, mengirim oksigen ke otak dan membantu aktivasi reaksi enzim. Defisiensi kalim dapat menyebabkan stress fisik dan mental, oedem, serta hipoglikemi, meskipun kalium biasanya bisa cukup diperoleh dari makanan.
Sumber dari makanan : jeruk, semangka, tomat, sayuran berdaun hijau, pisang, kentang, kacang polong, susu dan daging.
Penggunaan : untuk mempertahankan keseimbangan garam dan air dalam tubuh, dan kesehatan fungsi saraf dan otot. Dosis RDA 800 mg sehari.
7. Natrium (Sodium)
natrium bersama kalium berguna untuk fungsi saraf dan oto yang efektif. Selain itu, berguna juga untuk menjaga keseimbangan asam basa tubuh, membantu mempertahankan tekanan osmosa darah, mengatur impuls saraf, mempertahankan aktivitas sel, meregulasi membrane sel dan sebagai penyerapan serta pembawa zat gizi.
Defisiensi natrium dapat mengakibatkan kurang sempurnanya pencernaan karbohidrat. Defisiensi natrium ini jarang terjadi, karena natrium terdapat hampir pada semuabahan pangan mentah maupun yang telah diolah.
Sumber makanan : wortel, sayuran berdaun hijau, telur dan susu.
Penggunaan : untuk mempertahankan keseimbangan garam dan air dalam tubuh dan kesehatan fungsi saraf dan otot. Dosis RDA 500 mgsehari.
8. Selenium
Selenium adalah trace mineral yang termasuk antioksidan glutation periksida, yang bekerja sama dengan vitamin E mencegah kerusakan membrane sel akibat oksidasi radikal bebas. Selenium membantu tubuh dalam memecah bahan kimia beracun, menstimulasi system kekebalan tubuh untuk melawan kanker dan meningkatkan kepekaan terhadap kerusakan gigi.
Tingkat selenium yang rendah akan meningkatkan resiko terkena kanker, penyakit kardiovaskuler, pembengkakan, dan kondisi lain yang behubungan dengan meningkatnya kerusakan akibat radikal bebas, termasuk penuaan dan pembentukan katarak.
Sumber dari makanan : bawang, tomat, brokoli, kubis, gandum dan ikan tuna.
Perhatian : dosis selenium lebih dari 400mcg sehari dalam pemakaian lama bisa meracini tubuh.
9. Seng (Zinc)
Seng adalah transmineral yang berperan sebagai kofaktor (membantu agar bekerja) untuk berbagai enzim penting didalam tubuh yang berkaitan dengan system kekebalan. Defisiensi seng mengakibatkan rusaknya fungsi indera dan muncul gejala mudahnya terkena infeksi.
Sumber dari makanan: kerang, tiram, ikan, daging merah, kacang-kacangan, biji-bijian dan gandum.
Penggunaan: dosis RDA 15 mg/ hari. Sebagai anti oksidan untuk meningkatkan imunitas dosis 25 mg/ hari.
10. Tembaga (Copper)
Tembaga mengaktifkan enzim superoksida dismutase (enzim anti oksidan) dan enzim iodotironin iodinase (pengaktif hormone tiroid). Dalam system metabolism tubuh peran utama tembaga yaitu dalam pembentukan struktur kolagen, serta produksi hemoglobin dan energy.
Penggunaan: dosis RDA 1,5 mg sehari, sebagai antioksidan dosis 5 mg sehari
11. Boron
Adalah suatu mineral nutrisional untuk membantu memperbaiki status mineral tulang dan mengurangi resiko osteoporosis, terutama pada kelompok vegetarian. Manfaat boron lain adalah untuk mencegah atritis, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, serta menjaga ingatan jangka pendek.
Sumber dari makanan: buah-buahan dan sayur-sayuran hijau, jamur, kacang-kacangan, asparagus, pangan hewani, apel, pear, brokoli dan wortel.
Penggunaan: untuk mengatasai osteoporosis diberikan dalam dosis 3 mg sehari, dikombinasi dengan natrium sitrat 800-1000 mg, magnesium sitrat 50 mg, dan Vit. K 1 mg.

12. Sulfur (sulphur atau belerang)
adalah mineral utama sebagai komponen utama 4 asam amino penting, yaitu metionin, i-sistein, sistin atau tourin. Sulfur menjadi komponen dari enzim yang mengkalisa reaksi oksigen untuk mengubah nutrisi menjadi energy yang diperlukan dalam kegiatan otak.
Sumber dari makanan: kacang-kacangan, bawang putih, bawang merah, bawang bomabai, kubis, gandum.
13. Yodium (iodine)
Iodium berpengaruh langsung pada fungsi kelenjar tyroid agar dapat berjalan dengan normal untuk mengendalikan kecepatan aktivitas metabolic tubuh, kekurangan iodium menghambat pertumbuhan normal pada anak, dan menyebabkan terjadinya degredasi mental. Selain itu, kekurangan iodium dapat pula berakibat terjadinya pembengkakan kelenjar tyroid, yang biasa disebut sebagai kelenjar gondok
Sumber dari makanan : ikan laut, sayur-sayuran laut dan bawang
Penggunaan : untuk membantu kesehatan metabolisme tubuh, mencegah GAKI (gangguan akibat kekurangan iodium). Dosis RDA100mg sehari
14. Kromium
Kromium terlibat dalam pengaturan gula darah, baik ketika kekurangan maupun kelebihan gula dalam tubuh. Dapat dkatakan bahwa kadar kromium menjadi factor penentu utama dalam sensifitas insulin, sebagai pengatur transfortasi gula di dalam tubuh
Sumber dari makanan : kentang , cabe hijau, apel, pisang, bayam, wortel dan jeruk.
Berikut table mengenai akibat kekurangan beserta efek samping mineral:
Mineral Akibat Defisiensi Efek Samping
Ca Pelunakan tulang, mudah terangsangnya saraf otot, penyakit hipoparatirosis, gagal ginjal Iritasi lambung, usus dan sembelit, denyut jantung lemah, aritmia (jantung). Jarang: batu ginjal, kelemahan otot, kesadaran menurun, sering kencing, haus, koma
K Kelemahan otot, rasa sangat letih, gangguan konsentrasi dan irama jantung Gangguan lambung dan usus
Na Cl Mual, muntah, sangat lelah, nyeri kepala, kejang otot betis, lengan dan perut Pembengkakan dan naiknya tekanan darah
Mg Tetania/kejang otot, aritmia (jantung) Mual, muntah, haus, hipotensi, mengantuk, lemah diare, aritmia (jantung)
P Penyakit riketsia Diare

Obat generic tersedia untuk masing-masing vitamin, sedangkan contoh-contoh komposisi beserta nama merek obatnya:
Komposisi Obat Contoh Nama Merek Obat
Vitamin A, C, E Acevit, Antion, Bececar, Beta C-E, Nicaro, Progence, Vitalene, Viceten
Vitamin B1 Akatace, Becombion, Bekamin B Complex, Bional, Citoviplex, Fundifar, Hufaneuron, Lapibion, Sohocom, Vitabex, Yeastafort
Vitacimin C Abriscor Bekamin C Forte, Bernas, Cebion, Ce-up, Erice, Kiddyce, Poncocee, Soho-C, Vitacimin, Vicee, Vitalong C, Xon-Ce
Vitamin E Astelia, Evigra, Evion, Evipon, Evirol, Lanturol, Natur-E, Original-E, Santa-E, Tocopherine, Tokovin
Multivitamin Abdec, Abdelyn, Adelsin, Alsine, Ascoplex, Balivit, Becefort, Becom C, Biolysin, Cavital, Citovit, Decalysin, Erphavilita, Kunavit, Lyvit, Lysmin, Minivita, Omelysta, Sakatonik ABC plus, Surbex T, Vitabiol, Zegavit
Vitamin dan Mineral Anavit, Becom-zet, Calcidin, Calvitran, Cetavit, Corovit, Danzet, Enfavit, Galanta C, Megavit, Optalvit, Pehavral, Supertin, Supradyn, Vitalex, Vitonal













OBAT KB DAN HORMON KELAMIN

A. Hormon Pada Laki-laki
a. Zat Androgen
Hormon pria yang dihasilkan khusus dalam testis di dalam sel- sel leydig sebanyak 4-14 mg/hari.
1. Testosteron
Menyebabkan ciri-ciri seks sekunder pria dan kemampuan reproduksi
• Cara erja
Meningkatkan perkembangan dan pemeliharaan organ seks pria, produksi sperma,, massa otot, libido, dan ciri seks sekunder lain.
• Indikasi
Defisiensi androgen (defisit pertumbuhan, impotensi), pubertas terlambat pada pria, meringankan kanker payudara, pembengkakan dan nyeri payudara pasca persalinan\
• Efek Samping
Wanita –virilisme (hirsutisme), menstruasi yang tidak teratur. Pria-hiperplasia atau kanker prostate, ginekomastia (dosis tinggi pada penyakit hati), kebotakan berpola, penurunan jumlah sperma (umpan balik negatif).
2. Kedua jenis kelamin – hiperkalsemia, koagulopati, retensi air dan natrium, hiperlipidemia, aterosklerosis, hepatitis kolestasis, kanker hati.

B. Hormon Pada Perempuan
a. Estrogen
• Mekanisme
Menginduksi sintesis protein spesifik melalui reseptor intrasel
Menekan efek androgen


• Indikasi
Kontrasepsi, vaginitis atrofik, osteoporosis, penyakit kardiovaskuler yang terkait menopause, perdarahan menstruasi hemoragik, kegagalan perkembangan ovarium, hirsutisme, kanker prostate.
• Efek Samping
Nausea (memburuk pada waktu pagi, kemudian terjadi toleransi), nyeri tekan payudara dan edema, dan ginekomastia. Peran estrogen dalam mengubah risiko penyakit kardiovaskuler belum jelas.
• Kontraindikasi
Kehamilan teratogenik, neoplasma yang tergantung estrogen, perdarahan pervaginam, kerusakan hati, kelainan tromboembolik
Farmakokinetik
Sebagian besar estrogen diabsorpsi dengan baik secara
oral. Estrogen cenderung cepat didegradasi oleh hati
selama lintasan pertama dari saluran cerna. Metabolitnya
adalah glukororonida dan konjugat sulfide yaitu estradiol,
estron dan estriol.
Manfaat:
1. Efek feminisasi
2. Proliferasi rahim
3. Laktasi
4. Efek anabolic
5. Efek anti ovulasi
6. Efek anti androgen
7. Retensi garam dan air
8. Lipida air

b. Progesteron
• Mekanisme
Menginduksi sintesis protein spesifik melalui reseptor intrasel
• Indikasi
Kontrasepsi, perdarahamenstruasihemoragik/ tidak teratur, karsinoma endometrium, hipoventilasi
• Efek samping
Maskulinisasi pada penggunaan lama, toksisitas minimal
• Farmakokinetik
Dimetabolisme oleh hati menjadi glukoronida atau konjugat sulfat. Sebagian besar dosis awal
cepat didegradasi oleh metabolisme lintasan
pertama, sehingga progesterone tidak mencapai
jaringan bila diberikan secara oral. Progestin
sintetis sebaliknya tidak rentan terhadap
metabolisme lintasan pertama sehingga dapat
diberikan secara oral.

















OBAT SISTEM ENDOKRIN

1. LEVONOGESTREL,ETHINYLESTRADIOL
a. Nama dagang : Planotab(Triyasa), Microgynon(Schering)
Komposisi: setiap blister terdiri dari 28 tablet yang berisi :
• 21 tablet kecil yang mengandung 0,15 mg lenogestrel dan 0,03 mg ethylestradol
• 7 tablet inert yang lebih besar
Indikasi: kontrasepsi oral
Cara kerja obat :
• Efek kontrasepsi KOK (kontrasepsi oral kombinasi) didasarkan atas interaksi beberapa factor yang terpenting diantaranya terlihat jelas sebagai inhibisi ovulasi dan perubahan-perubahan sekresi leher rahim. Di samping perlindungan terhadap kehamilan,KOK mempunyai beberapa sifat positif disamping efek-efek negatif yang berguna dalam menentukan metode kontrol kelahiran. Siklus menjadi lebih teratur dan menstruasi tidak terasa nyeri dan perdarahan menjadi sedikit. Hal terakhir ini menyebabkan terjadinya penurunan kekurangan zat besi. Di samping itu terdapat bukti penurunan resiko kangker rahim dan kangker indung telur. Terlebih lagi KOK dengan dosis yang lebih tinggi , menunjukan penurunan terjadinya kista ovarium ,penyakit radang panggul, tumor jinak pada payudara, dan kehamilan ektopik. Apalagi hal ini juga berlaku pada KOK dosis rendah masih perlu dibuktikan.
Dosis dan capa penggunaan:
• Tablet diminum sesuai petunjukan yang terdapat pada kemasan setiap hari pada hari yang sama dengan air secukupnya. Tablet diminum secara terus menerus. Satu tablet diminum setiap hari selama 28 hari berturut-turut. Kemasan berikutnya dimulai setelah tablet pada kemasan sebelumnya habis. Perdarahan lucut biasanya terjadi pada hari ke 2-3 setelah mulai minum tablet placebo dan belum tentu berhenti sebelum kemasan berikutnya dimulai.
Peringatan dan perhatian:
• Resiko kehamilan dapat terjadi apabila terlupa makan tablet,terutama pada awal siklus.
• Apabila 2 tablet terlupa,metoda tambahan pencegahan kehamilan tanpa hormon harus dilakukan sampai selesai 1 siklus.
• Tes kehamilan hendaknya dapat dilakukan apabila menstruasi tidak terjadi pada waktunya
• Apabila 3 atau lebih tablet terlupa , maka tablet selanjutnya dihentikan dan harus dilakukan metoda pencegahan kehamilan tanpa hormon sampai 2 minggu pada siklus blister berikutnya.
• Pasien yang menggunakan kontrasepsi oral harus melakukan pemeriksaan terhadapp tekanan darah,urine,perabaan hati,gula darah,kadar lemak,dll
Efek samping:
• Efek samping ringan dan bersifat sementara meliputi:mual,mastalgia, perdarahan antar haid,sakid kepala ringan ,edema,perubahan berat badan ,pigmentasi kulit ,eksaserbasi jerawat.
• Mungkin terjadi amenorhea,gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan lipoprotein,serta gangguan sirkulasi darah atau payudara lunak.
Kontra indikasi:
• Kontrasepsi oral kombinasi tidak boleh digunakan jika terdapat salah satu dari keadaan tersebut yang tercantum dibawah ini. Jika salah satu dari keadaan tersebut terjadi untuk pertama kali sewaktu pemakaian KOK pemakaiannya harus segera dihentikan.
1. Adanya atau riwayat trombotik/ tromboembolik vena atau arteri yang pernah terjadi (misalnya trombosis vena dalam, embolisme paru-paru, infark miokard) atau serangan pada pembuluh otak.
2. Adanya atau riwayat tumor hati (jinak atau ganas)
3. Riwayat migren dengan gejala-gejala neurologi fokal.
4. Diabetes militus yang berkaitan dengan pembuluh darah
5. Adanya atau di perkirakan adanya kehamilan
6. Adanya atau riwayat penyakit hati yang parah selama fungsi hati belum kembali normal.
7. Hipersensitifitas terhadap zat aktif atau zat-zat tambahan
CARA PENYIMPANAN
Simpan di tempat yang sejuk (15-25) 0C dan kering

2. MEDROXY PROGESTERONE
Nama dagang : Depo progestin ( harsen)
Komposisi : tiap 3 ml mengandung medroxy progesterone acetat 150 mg. Tiap 1 ml mengandung medroxy progesterone acetat 150 mg
Indikasi
Depo progestin di gunakan untuk kontrasepsi oral

Cara kerja obat
Menghambat ovulasi. Depo progestin dengan takaran 150 mg yang di berikansecara IM. Tiap 3 bulan bekerja sebagai kontrasepsi pada wanita, apabila di berikan selama masa 5 hari pertama dari siklus haid yang normal atau secepatnya setelah melahirkan. Selama pengobatan , siklus haidyang teratur berubah menjadi tidak menentu dan terjadi perdarahan di vagina yang tidak dapat di perkirakan dan/ atau spotting yang bermacam-macam lamanya atau amenorea sempurna.
Lamanya perdarahan dan atau spotting pada sebagian besar wanita adalah 7hari atau kurang dari setiap bulan. Kekerapan perdarahan cenderung menurun dengan dilanjutkan pemberian suntikan.kadang timbul perdarahan yang berlebihan atau waktu yang lama terutama pada awal pengobatan dan biasanya dapat diatasi dengan pemberian estrogen secara oral atau parenteral yang setara dengan 0,05 sampai 0,1 mg ethnyl estradiol setiap hari selama 7-21 hari. Pemulihan kembali siklus haid yang normal membutuhkan waktu 5-28hari setelah suntikan terakhir Depo Progestin.
Dosis
Takaran yang dianjurkan adalah 150mg
Efek samping
Peristiwa-peristiwa tersebut telah disusun berdasarkan kegawatannya danbukan karena kekerapan terjadinya:
• Reaksi anafilaksis dan anafilaktik
• Penyakit tromboembolik dan emboli paru-paru
• Sistem sarap pusat gelisah, tidak bisa tidur,mengantuk,letih,depresi,pusing dan sakit kepala
• Selaput kulit dan lendir,urtilkaria,prunitis,bercak merah,jerawat,hirsutism,dan alopecia
• Gastrointestinal:mual
• Payudara lembek dan galaktorrea
• Leher rahim: perubahan pada erosi dan sekresi
• Mischellaneus: hyperphyrexia,perubahan berat badan dan moonfacies
• Reaksi setempat sakit: gumpalan dari sisa yang ketinggalan dan perubahan warna kulit ditempat suntikan

Kontra indikasi :
• Penderita yang peka terhadap Medroxy progesterone acetate
• Perdarahan divagina yang tidak tau penyebabnya
• Keluhan patologis payudara yang tidak diketahui penyebabnya
• Perdarahan pada saluran kemih yang tidak diketahui penyebabnya
• Kehamilan
Cara penyimpanan : simpan ditempat yang sejuk (15-25)o C dan kering

3. LYNESTRENOL
Nama dagang: Exluton 28 (Organon)
Komposisi : tiap tablet mengandung lynestrenol (suatu progesteron) 0,5 mg
indikasi :kontrasepsi oral
cara kerja obat: karakteristik preparat kontrasepsi oral dosis rendah jenis hanya progesteron yang mengandung zat aktif lynestrenol.

Lynestrenol memperoleh khasiat kontraseptfnya terutama pada kerjanya pada mucus serviks (hostilitas serviks) pada saat yang sama endometrium dipengaruhi sedemikian rupa sehingga nidasi terganggu. Tambahan lagi, berdasarkan penekanan kadar puncak LH pertengahan siklus dan tidak ada peningkatan progestreon berikutnya, ovulasi dan pembentukan korpus luteum dihambat pada sebanyak 70% dari wanita yang diobati dengan Lynestrenol. Karena itu, resiko kehamilan ektopik sangat kecil. Untuk preparat hanya progesterone,lynestrenol memiliki khasiat kontrasepsif yang baik (Perl indek 0,4 untuk kegagalan tablet) . bahkan lebih daripengguna kontrasepsi oral kombinasi ,penggunaan lynestrenol yang teratur sangat penting untuk memperoleh khasiat kontrasepsif yang optimal . dengan lynestrenol kontrol siklus adalah baik setelah masa adaptasi awal dan seperti yang diduga,terdapat insiden perdarahan tidak teratur yang lebih tinggi daripada penggunaan kontrasepsi oral kombinasi.

Dosis dan cara pemberian
Tablet diminum dari kemasan pertama dimulai dari hari pertama haid. Ini juga diterapkan jika ganti dari kontrasepsi oral merk lain. Satu tablet diminum setiap hari pada waktu yang sama,tanpa interupsi. Jika interval waktu antara minum dua tablet adalah lebih dari 27 jam,khasiat kontrasepsi akan dipengaruhi. Kemasan berikutnya harus dimulai setelah kemasan lama habis tanpa interval bebas tablet. Setelah kelahiran, pemakaian dapat di mulai pada hari pertama haid spontan pertama. Jia di perlukan untuk di mulai lebih awal misalnya segera setelah melahirkan, tindakan pencegahan kontrasepsi tambahan di perlukan selama 14 hari pertama minum tablet. Setelah aborsi atau keguguran harus di mulai segera. Dalam hal ini tidak di perlukan tindakan pencegahan kontrasepsi tambahan.
Peringatan dan perhatian : Pengobatan harus di hentikan bila tes fungsi hati menjadi tidak normal. Selama pengobatan jangka panjang dengan progesteron di srankan untuk melakukan pemeriksaan medis periodik.
Efek samping:
• Saluran kemih kelamin
Perdarahan antar haid ,amenore pasca-medikasi, perubahan sekresiserviks,infeksi vagina tertentu misalnya candidiasis.
• Payudara
Rasa nyeri
• Saluran pencernaan
Mual ,muntah muntah , kolelistiasis,ikterus kolestatik
• Kulit
Kloasma,rash
• Ssp
Sakit kepala,migren,perubahan suasana
• lain-lain
Retensi cairan,berkurangnya toleransi glukosa,perubahan berat badan.

Kontra indikasi:
• Kehamilan
• Penyakit hati berat atau riwayat keadaan ini jika hasil tes fungsi hati gagal untuk kembali normal,ikterus kolestatik, riwayat ikterus kehamilan atau ikterus karena penggunaan steroid, sindroma rotor dan sindroma dubin-johnson
• Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosa
• Riwayat dari kehamilan tuba atau salpingitis
• Riwayat selama kehamilan atau sebelum menggunakan steroid dari proritis berat atau herpes gistations

Interaksi obat
Dapat terjadi perdarahan yang tidak teratur dan berkurangnya reliabilitas bila kontrasepsi oral digunakan bersama-sama dengan obat-obat seperti misalnya anti-epileptik, barbiturate,rivampicin,carbo actif,dan lakxantif tertentu.
Kontrasepsi oral dapat mengurangi toleransi glukosa dan meningkatkan kebutuhan akan insulin atau obat-obat anti diabetikal lainnya. Berkurangnya reliabilitas. Bila lynestrenol diminum sesuai dengan aturan pemakaian sangat tidak mungkin terjadi kehamilan. Namun demikian reliabilitas kontrasepsi oral dapat berkurang jika:
• tablet tidak diminum sesuai dengan aturan pemakaian misalnya terlupa minum 1 tablet atau lebih
• gangguan saluran pencernaan dengan diare dan atau muntah-muntah yang terjadi dalam waktu 4jam setelah minum tablet.
• Pemakaian bersama dengan obat-obat lain
Cara penyimpanan
Simpan di tempat yang sejuk(15-25)oC dan kering.

4. PROGESTERON
Nama dagang : cygest( aventis)
Komposisi : cygest 200mg : tiap perssary mengandung progesteron 200 mg
Cygest 400: tiap perssary mengandung progesteron 400 mg
Indikasi :
• Pengobatan perdarahan uterus disfungsional (PUD) atau sebagai penyokong fase liteal pada konsepsi
• Pengobatan syndrome premenstrual
Cara kerja obat : progesteron adalah hormon steroid progestasional
Dosis dan cara pemberian :
Pemberian dapat secara vaginal atau rektal
Dosis:
• Penyokong fase luteal: sehari 2 x 400mg
• Sindrome premenstrual : sehari 1x200mg sampai 2x400mg
Pengobatan dimulai pada hari ke 14 siklus menstruasi dan terus dilanjutkan sampai terjadi menstruasi
Jika keluhan muncul pada saat ovulasi,pengobatan dimulai pada hari ke 12
Overdosis:
Batas keamanan cygest pessary cukup luas namun jika overdosis, dapat terjadi euporia/ dismenore
Peringatan dan perhatian: sebaiknya gunakan cygest perektal jika pasien menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim;sedang menderita infeksi vagina (terutama moniliasis) atau infeksi saluran kemih/sistitis;atau pasien setelah melahirkan. Gunakan cygest pervaginal bila pasien sedang menderita colitis atau inkontinensia feses atau konstipasi
Progesteron di metabolisme dihati dan harus hati-hati penggunaannya pada pasien dengan kelainan fungsi hati.
Cygest mengandung hormon progesteron yang tersedia dalam jumlah yang cukup pada wanita selama periode siklus menstruasi dan selama kehamilan. Hal ini harus diketahui dengan jelas terutama ketika mengobati pasien yang sensitif terhadap hormon.
Kehamilan dan menyusui:
Sesuai indikasi dengan prosuk ini khususnya penunjang kehamilan,cygest aman digunakan pada saat kehamilan,baik sebagai penunjang pada saat awal kehamilan maupun pada kehamilan lanjut.
Efek samping:
Menstruasi dapat terjadi lebih cepat atau lebih jarang dari yang diperkirakan ; menstruasi dapat pula tertunda pada pemberian perektal dapat terjadi nyeri,diare dan rasa kembung. Kebocoran kecil dapat terjadi pada bahan dasar pessary sama seperti persediaan pessary lain.
Kontra indikasi:
Perdarahan melalu vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
Cara penyimpanan: tempat sejuk suhu dibawah 25oC

5. NORETISTERON
Nama dagang : primolut N(shering)
Komposisi:
Satu tablet primolut N mengandung noretisteron 5mg
Indikasi : perdarahan disfungsional,amenorea primer dan sekunder,sindroma premenstrasi,mastopati siklik,pengaturan waktu menstruasi,endometriosis
Cara kerja obat: noretisteron merupakan progesteron kuat dengan efek androgenik yang lemah .penghambatan sekresi gonadotropin dan tidak terjadinya ovulasi dapat dicapai dengan pemberian noretisteron 0,5mg perhari. Efek positif premolun N pada gejala premenstruasi dapat ditandai dengan fungsi ovarium. Pemberian premolut N dapat digunakan untuk merubah jadwal menstruasi seperti progesteron,noretisteron bersifat termogenik dan meningkatkan temperatur basal tubuh.
Dosis dan cara pemberian :
Tablet harus ditelan secara utuh dengan air
Khasiat premolut N dapat berkurang jika pengguna lupa minum tablet sesuai petunjuk . wanita tersebut harus meminum tablet yang terlupakan sesaat setelah ingat dan meneruskan tablet pada waktu biasanya pada hari-hari selanjutnya. Jika pencegahan kontrasepsi dibutuhkan sebaiknya digunakan metoda kontrasepsi non hormonal.
Efek samping: efek yang diinginkan terjadi pada bulan-bulan pertama setelah dimulainya pemakaian primolut N, dan berkurang seiring dengan pemakaian obat.untuk indikasi endometriosis,perubahan dalam bentuk perdarahan termasuk perdarahan tidak teratur, perdarahan sedikit dan amenore dapat terjadi. Efek samping lainnya adalah
Sistem organ
Kelainan mata Gangguan penglihatan
Gangguan saluran cerna Nausea
Gangguan umum dan kondisi bagian pemberian Sakit kepala.edema
Gangguan sistem saraf Migren
Gangguan pernafasan,torak dan media stinum Dyspnea
Gangguan kulit dan jaringan subkutan Reaksi hypersensitifitas(RASH) urticaria

Kontraindikasi : primolut N sebaiknya tidak digunakan bila :
• Diketahui atau diduga hamil
• Menyusui
• Proses tromboemboli
• DM dengan keterlibatan vaskuler
• Riwayat atau menderita penyakit hati yang parah
• Riwayat atau menderita tumor hati ringan dengan atau(akut)
• Diketahui atau menderita keganasan yang tergantung pada hormon seks
• Hypersensitifitas terhadap zat aktif atau zat tambahan lain
Interaksi obat: dapat menimbulkan peningkatan klirens hormon seks,dapat menimbulkan penurunan efikasi terapetik.hal ini berlaku terhadap obat yang menginduksi enzim hati termasuk venitoin, barbitura,perimidon dll
6. CLOMIFENE CITRAT
Nama dagang : provula(dexa medica),provertil(kalbe farma),fertin(interbat)
Komposisi: setiap tablet mengandung clomifene citrat 50 mg
Indikasi : infertilitas pada wanita
Menambah spermatogenesis pada penderita oligo sperma
Cara kerja: obat ini dapat menstimulasi pelepasan pytuitari gonadotropin, FSH dan LH yang berakibat pada berkembangnya dan matangnya folikel ovarium, ovulasi, dan kemudian berkembang berfungsinya corpus luteum. Ini juga dapat mempengaruhi secara langsung biosintesa hormon ovarium.
Dosis:
Infertilitas wanita: satu tablet sehari selama 5 hari mulai pada haid ke-5 atau setiap waktu pada kasus amenorea. Ovulasi biasanya terjadi pada 5-14 hari setelah pemberian. Jika ovulasi tidak terjadi dosis ditingkatkan menjadi 2x sehari satu tablet selama 5 hari yang dimulai paling cepat 30hari pengobatan pertama. Apabila ovulasi tetap tidak terjadi maka diagnosa harus analisa terjadi.
Oligosperma: satu tablet sehari elama 40-90 hari.
Efek samping: yang paling umum adalah pembesaran ovarium atau membentukan kista dan gangguan vasomotor seperti hotflases.efek samping lainnya adalah abdominal atau pelvis tidak enak ;gangguan penglihatan seperti: pandangan kabur,diplopia, skotomata,fosfenes,fotofobia;mual atau muntah;bertambahnya frekuensi atau volume urine;nafsu makan bertambah;berbagai kondisi dermatologik termasuk urtikaria,rash atau alergik dermatitis;buah dada tidak enak ;pusing;gelisah;insomnia;depresi lelah dan rambut rontok. Gangguan tersebut biasanya berkurang atau tidak muncul bila pengobatan tidak dilakukan
Kontraindikasi:
• Menderita penyakit hati atau yang mempunyai latar belakang disfungsi hati,evaluasi klinik,fungsi hati harus selalu dilakukan sebelum terapi.
• Penderita yang mengalami perdarahan uterus abnormal yang tidak diketahui sumbernya.












ALAT KONTRASEPSI

1. Metode kontrasepsi sederhana dengan alat atau obat.
a) Kondom
Adalah suatu karet yang tipis, berwarna atau tak bewarna, dipakai untuk menutupu zakar yang tegang sebelum dimasukkan ke dalam vagina sehingga mani tertampung didalamnya dan tidak masuk vagina, dengan demikian mencegah terjadinya pembuahan. Kondom yang menutupi zakar juga untuk mencegah penularan penyakit kelamin.
Keuntungan:
 Murah, mudah didapat, tidak perlu resep dokter
 Mudah dipakai sendiri
 Dapat mencegah penularan penuakit kelamin
 Efek samping hampir tidak ada
 Mudah dibawa kemanapun digunakan sewaktu-waktu, tidak membebani istri
Kerugian:
 Menggangu kenyamanan bersenggama
 Selalu harus menggunakan kondom yang baru
 Selalu harus ada persediaan
 Alergi
 Tingkat kegagalan cukup tinggi, bila terlambt pemakaiannya
 Sobek bila memasukkannya tergesa-gesa
b) Diafragma/Kap:
Terbuat dari karet yang berbentuk mangkok, dipakai untuk menutup serviks, untuk mencegah masuknya mani kedalam serviks.
Keuntungan:
 Tidak menimbulkan efek samping
 Mencegah penularan penyakit kelamin
Kerugian:
 Pemasangannya mmebutuhkan keterampilan
 Tidak mudah didapat
 Alergi

c) Kream, Jeli dan tablet atau cairan berbusa:
Disebut juga spermiside, adalah suatu bahan kimia yang menghentikan gerak atau melumpuhkan spermatizoa didalam vagina, sehingga tidak dapat membuahi sel telur.
Keuntungan:
 Tidak memerlukan resep dokter
 Mencegah penyakit kelamin
 Mudah pemakaiannya
 Sebagai pelicin


Kerugian:
 Memerlukan motivasi terus-menerus
 Dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi
d) Intravag (tisu KB):
Adalah alat kontrasepsi wanita yang digunakan dalam vagina sebelum bersenggama yang berbentuk kertas tipis dan menggandung obat spermatisida.
Efek samping:
 Gatal-gatal
 Perubahan masa menstruasi 0,85%
 Meningkatnya pengeluaran cairan vagina
 Iritasi dinding vagina
2. Metode Kontrasepsi Efektif:
Adalah metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas/ tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta alat kegagalan lebih rendah bila dibandingkan dengan metode kontrasepsi sederhana.
a. PIL KB
Adalah alat kotrasepsi wanita yang berbentuk pil/tablet di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja.
Keuntungan:
 Reversibilitasnya lebih tinggi
 Mudah menggunakannya
 Mengurangi rasa sakit pada waktu menstruasi
 Mencegah anemia defisiensi zat besi
 Mengurangi kemungkinan infeksi panggul dan kehamilan ektopik
 Mengurangi resiko kanker ovarium
 Cocok digunakan untuk menunda kehamilan pertama dari PUS muda
 Tidak mempengaruhi produksi ASI
Kerugian:
 Memerlukan disiplin dari pemakaian
 Dapat meningkatkan resiko infeksi klamidia, external genital warts
 Tidak dianjurkan pada wanita yang berumur diatas 30 tahun
b. SUNTIKAN KB
Terdapat dua jenis kontasepsi hormon suntikan KB. Jenis yang beredar di Indonesia adalah:
1. Yang hanya mengandung hormon progesteron yaitu:
- Depo Provera 150 mg
- Depo progestin 150 mg
- Depo Geston 150 mg
- Noristerat 200 mg
2. Yang menggandung 25 mg Medroxy progesteron acetat dan 5 mg estradiol cypionate Cycloferm

Keuntungan:
 Praktis, efektif dan aman
 Tidak mempengaruhi ASI, cocok digunakan untuk ibu menyusui
 Dapat menurunkan kemungkinan anemia
c. Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)
Atau juga disebut implant adalah kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit. Yang terdiri dari 6 kapsul silstik, dimana setiap kapsulnya berisi levornorgestrel sebanyak 36 mg.
Keuntungan Implan:
 Tidak menekan produksi ASI
 Praktis, efektif
 Tidak ada faktor lupa
 Masa pakai jangka panjang (5 tahun)
 Membantu mencegah anemia
 Khasiat kontrasepsi susuk berakhir segera setelah pengangkatan
 Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen
Kekurangan Implant:
 Implan harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih
 Petugas kesehatan perlu dilatih khusus dan praktek untuk pemasangan dan pengangkatan susuk/implant
 Implant lebih mahal daripada KB dan cara KB jangka pendek lainnya
 -Implant sering mengubah pola haid
 Wanita tidak dapat menghentikan pemakaiannya sendiri
 Susuk mungkin dapat terlihat di bawah kulit
d. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR/IUD)
Adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastik (polietiline).
Jenis-jenis AKDR yang beredar:
• IUD Generasi Pertama
Berbentuk spiral atau huruf S ganda terbuat dari plastik (polyethyline)
• IUD Generasi Kedua
Cu T 200 B = Berbentuk huruf T yang batangnya dililit tembaga (Cu) dengan kandungan tembaga
Cu 7 = Berbentuk angka 7, yang batangnya dililit tembaga
MI Cu 250 =Berbentuk 2/3 lingkaran ellips yang bergerigi yang batangnya dililit tembaga
• IUD Generasi Ketiga
Cu T. 380 A = Berbentuk huruf T dengan lilitan tembaga yang lebih
banyak dan perak
MI Cu 375 = Batangnya dililit tembaga berlapis perak
Nova T. Cu 20 A = Batangnya dan lengannya dililit tembaga
Medussa Pessar = Batangnya dililit tembaga
Keuntungan :
 Praktis, ekonomi, mudah dikontrol, aman untuk jangka panjang dan kembalinya kesuburan cukup tinggi
 Tidak dipengaruhi faktor lupa seperti pil
e. Metode Kontrasepsi Mantap (Kontap)
Ialah salah satu cara kontrasepsi dengan tindakan pembedahan atau dengan kata lain setiap tindakan pembedahan pada saluran telur wanita atau saluran mani yang mengakibatkan orang atau pasangan yang bersangkutan tidak akan memperoleh keturunan lagi.
Secara umum ada 3 syarat yang harus dipenuhi oleh setiap calon peserta kontrasepsi mantap, yaitu:
1) Sukarela
2) Bahagia
3) Kesehatan

 Vasektomi
Merupakan operasi kecil yang lebih ringan daripada sunat pada pria. Berguna untuk menghalangi transport spermatozoa (sel mani/bibit) di pipa-pipa sel mani (saluran mani pria).
Keuntungan
 Tidak ada mortalitas (kematian)
 Morbilitas (akibat sakit) kecil sekali
Kekurangan
 Harus dengan tindakan pembedahan
 Masih dimungkinkan ada komplikasi seperti perdarahan

 Tubektomi
Tubektomi atau sterilisasi atau kontrasepsi mantap wanita ialah suatu kontrasepsi permanen, dilakukan dengan cara tindakan pada kedua saluran. Tubektomi pada wanita dapat dilakukan dengan anestesi lokal dan tanpa mondok.

Keuntungan
 Tehniknya mudah
 Perlengkapan dan peralatan bedah sederhana
 Dapat dilakukan pada pasca persalinan, pasca keguguran dan interval
 Indikasi kontra yang mutlak tidak banyak
 Komplikasi terbilang kecil
 Biaya murah


















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa peran vitamin dan mineral sangat penting dalam proses metabolism tubuh manusia. Penggunaan vitamin yang utama adalah untuk pengobatan terhadap defisiensi (kekurangan), dan penyakit-penyakit menurun. Selain itu vitamin juga digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, mislanya kanker (vit. A, C, dan E), jantung dan saluran napas (vit. E dan C), skizofrenia (vit. B3). Defisiensi vitamin dan mineral dapat berdampak negative dalam tubuh. Penggunaan vitamin dan mineral dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada system kerja tubuh sehingga diperlukan pengambilan keputusan yang tepat dalam mengkonsumsi vitamin dan mineral. Pemenuhan kebutuhan akan vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya daging, sayuran hijau dan biji-bijian.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa alat kontrasepsi penting dalam menjalankan program KB . penggunaan alat kontrasepsi disini tentunya satu dengan yang lain terdapat kelebihan dan kekurangan. Selain itu juga ada efek samping. Sebaiknya dalam menggunakan alat kontrasepsi harus sesuai dengan keinginan pasangan.










DAFTAR PUSTAKA

http://brantas1984.wordpress.com/2009/05/02/obat-kb-dan-hormon-kelamin/ tanggal 14 desember 2010 pukul 10.30 WIB

Vita Health.2004. Seluk Beluk Food Suplement.Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama

Suratun dan Tim.2008. Pelayanan KeluargaBerencana dan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info Media

Fitrianingsih, Dwi,dkk.2009.Farmakologi.Yogyakarta: Muha Medika

www.tabloid-nakita.com
http://andriansaputra.multiply.com/journal/item/15 tanggal 14 desember 2010 pukul 07.45WIB
Powered by Blogger