Tampilkan postingan dengan label MATERNITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERNITAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Sejuta Manfaat ASI untuk Bayi & Ibu


detail berita
Ibu menyusui (Foto: Corbis)
UNTUK bayi, tak ada asupan yang paling baik selain ASI. Dalam ASI itulah segala kebutuhan si mungil akan terpenuhi. Kandungan ASI memegang peran utama dalam perekembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya.

Nah, di samping itu ada unsur-unsur lainnya seperti kalsium yang berperan besar terhadap perkembangan tulang-tulang bayi. So, tingkatkanlah kualitas ASI Momsdengan cara makan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa mengonsumsi vitamin tambahan – mengandung ekstrak daun katuk.

Manfaat Bagi Bayi
 
ASI meskipun disebut sebagai susu, namun sebagian besar tersusun atas air. Ini merupakan ciri terpenting dari ASI, sebab selain makanan bayi juga membutuhkan cairan. Lantas, mengapa ASI sangat baik bagi bayi?
 
- Aspek gizi

Dalam ASI terdapat kolostrum yang mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, utamanya diare. Kolostrum juga mengandung vitamin A yang tinggi, karbohidrat, lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Dengan kolostrum juga akan membantu mengeluarkan mekonium – kotoran bayi yang pertama (berwarna hitam kehijauan.

ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Dalam susu formula banyak diunggulkan AA dan DHA - asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal - bagi pertumbuhan bayi. Padahal, Moms tak perlu repot-repot mencarinya dari sufor – yang paling mahal sekali pun. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

Dalam ASI, AA dan DHA bisa didapatkan si kecil secara gratis! Begitu pun dengan Taurin - sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
 
- Aspek imunologi

R ASI mengandung zat antiinfeksi yang bersih dan bebas kontaminasi. Zat imun itu ada padaimmunoglobulin, sekretori, dan laktoferin.

Zat immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum berfungsi mencegah terjangkitnya penyakit pada bayi. Lalu, zatsekretori yang dapat melumpuhkan bakteri patogen e-coli serta berbagai virus pada saluran pencemaan. Sementara laktoferin, sejenis protein, merupakan komponen zat kekebalan yang berfungsi mengikat zat besi di saluran pencemaan.
 
- Aspek kecerdasan

Kandungan gizi ASI sangat baik untuk perkembangan sistem saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bayi yang diberi ASI, IQ-nya 4,3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

- Aspek neurologis

Dengan mengisap payudara, koordinasi saraf menelan, mengisap dan bernapas pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.
 
Manfaat Bagi Ibu

Selain bagi bayi, pemberian ASI minimal 6 bulan pun memberi manfaat bagi sang ibu, seperti:
 
- Aspek psikologis

Rasa percaya diri ibu untuk menyusui si kecil. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon utamanya oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.

Interaksi ibu dan bayi dimana pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi bergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.

Ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

- Bisa menunda kehamilan

Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metoda Amenorea Laktasi (MAL). (sumber: Moms & Kiddie)

tips melancarkan dan memperbanyak ASI

Dirangkum dari berbagai sumber (AAP, La leche league, breastfeeding.com, WHO, dsb) dan ditulis oleh Luluk Lely Soraya I @ Januari 2005
1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI.
Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah
ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip
pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin
banyak yg ASI yg diproduksi.

2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui.
Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.
3. Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.
Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah.
Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar.
Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari menyemangati istri
hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.
4. Hindari pemberian susu formula.
Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal
pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.
5. Hindari penggunaan DOT, empeng, dkknya
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja
dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.
6. Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optima.
7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.
8. Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

Rabu, 14 Desember 2011

IMUNISASI TT (TETANUS TOXOID) PADA IBU HAMIL

  1. Pengertian
Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati, 2005).
Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan, 2006).
Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I s/d trismester III (Dinkes Jateng, 2005)
  1. Manfaat imunisasi TT ibu hamil
a. Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001).
b. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000)
Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2004)
  1. Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil
Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk, 2001), dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI, 2000).
  1. Umur kehamilan mendapat imunisasi TT
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI, 2000)
  1. Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2
Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000).
  1. Efek samping imunisasi TT
Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang sangat aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001).
Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak perlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).
  1. Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT
a. Puskesmas
b. Puskesmas pembantu
c. Rumah sakit
d. Rumah bersalin
e. Polindes
f. Posyandu
g. Rumah sakit swasta
h. Dokter praktik, dan
i. Bidan praktik (Depkes RI, 2004).
Tempat-tempat pelayanan milik pemerintah imunisasi diberikan dengan gratis.
Pustaka:
BKKBN., 2005. Kartu Informasi KHIBA (Kelangsungan Hidup Ibu Bayi, dan Anak Balita).
Chin, James., Kandun, I Nyoman., 2000. Manual Pemberantasan Penyakit MenularAvailable atwww.ppmplp.depkes.go.id
Depkes RI., 2005. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1059/MENKES/SK/IX/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
Ditjen PPM-PL Depkes RI., 2000Modul Latihan Petugas Imunisasi edisi ketujuh.
Idanati, Rukna., 2005. TT Pregnancy. Available at http://adln.lib.unair.ac.id
Saifuddin, Abdul Bari., Andriaansz, Geoege., Wiknjosastro, Gulardi Hanifa., Waspodo, Djoko., 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. JNPKKR-POGI dan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Tanda-tanda awal Kehamilan

bagi para wanita seringkali dibikin bingung karenanya. Ada beberapa Tanda awal kehamilan yang bisa dijadikan petunjuk bahwa dirinya memang hamil.

Selain jadwal menstruasi yang telat, beberapa tanda awal kehamilan lain dapat dijadikan pertanda jika seorang perempuan sedang hamil, seperti dikutip dari Babycenter, silahkan anda simak:

1. Telatnya jadwal menstruasi.
Jika periode menstruasinya teratur, maka seseorang akan melakukan tes kehamilan sebelum tanda yang lain muncul. Tapi jika periodenya tidak teratur, maka salah satu gejala di atas bisa menjadi petunjuk bahwa Anda akan telat mendapatkan periode menstruasi.

2. Muncul flek dan kram
Saat anda hamil, biasanya ditandai dengan munculnya flek pink di celana dalam yang terjadi saat implantasi (manakala embrio menempel di dinding uterus. Hal ini terjadi sekitar 8-10 hari menyusul ovulasi, sedikit lebih awal dibanding datangnya waktu haid). Kadang kita salah mengartikannya sebagai haid, hanya waktunya lebih pendek ketimbang menstruasi normal. Kram juga umum terjadi di awal kehamilan.

3. Payudara membengkak dan empuk.
Salah satu tanda kehamilan adalah payudara menjadi sensitif dan sedikit sakit akibat meningkatnya kadar hormon. Rasa sakit yang dialami biasanya lebih sakit dibandingkan saat mengalami menstruasi. Ketidaknyaman ini akan berkurang secara signifikan setelah trimester pertama karena tubuh sudah bisa menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.

4. Cepat merasa lelah.
Orang yang hamil di trimester pertama seringkali merasa lelah secara tiba-tiba, mungkin diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron secara cepat. Tapi perempuan hamil akan merasa lebih energik setelah mencapai trimester kedua.

5. Ada sedikit pendarahan.
Beberapa perempuan mengalami sedikit pendarahan di vagina sekitar 11-12 hari setelah berhubungan. Pendarahan ini disebabkan oleh sel telur yang dibuahi memasuki lapisan rahim. Pendarahan yang terjadi sangat ringan seperti muncul sebagai bercak darah, merah muda atau hanya bercak noda berwarna coklat kemerahan.

6. Mengalami mual dan muntah.
Perempuan yang mengalami mual dan muntah di pagi hari biasanya dialami setelah 1 bulan melakukan hubungan suami istri. Tapi bagi perempuan yang hamil rasa mual dan muntah ini tidak hanya terjadi di pagi hari tapi juga masalah di siang dan malam hari.

7. Tidak ada nafsu makan (berkurang),
Mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

8. Meningkatnya kepekaan terhadap bau-bauan.
Terkadang perempuan hamil merasa jijik dengan bau tertentu seperti kopi, parfum atau bau makanan yang sebelumnya sangat disenangi oleh perempuan tersebut. Reaksi ini dapat memicu refleks muntah.

9. Perut kembung.
Perubahan hormon yang terjadi saat awal kehamilan dapat membuat perut seseorang terasa kembung, mirip seperti saat perempuan sebelum periode menstruasinya datang.

10. Sering buang air kecil.
Perempuan hamil sering buang air kecil sepanjang waktu, karena jumlah darah dan cairan selama hamil meningkat sehingga mengakibatkan adanya cairan tambahan yang diproses oleh ginjal dan kandung kemih.

11. Suhu basal tubuh tetap tinggi.
Suhu basal tubuh adalah suhu yang diukur pada pagi hari saat masih di tempat tidur dan belum melakukan kegiatan apapun. Untuk mengukurnya bisa menggunakan termometer yang diletakkan di bawah lidah. Jika suhu basal tubuh tetap tinggi selama 18 hari berturut-turut ada kemungkinan Anda hamil.

12. Sembelit
Buang air besar (BAB) menjadi sulit dan tidak lancar? Ini lazim terjadi pada awal kehamilan. Hormon tambahan yang diproduksi pada masa kehamilan menyebabkan usus halus lebih lentur dan menjadi kurang efisien.

13. Insomnia
Beberapa kasus, biasanya ibu hamil mengalami sulit tidur.

14. Rahim dan perut membesar
Umumnya, dimulai pada usia kehamilan 8-12 minggu.

15. Flu/batuk/pusing2/migraen
Jangan terburu untuk menelan obat. Lakukan treatmen secara alami terlebih dahulu. Bisa jadi pula hal tersebut terjadi karena turunnya daya tahan tubuh saat hamil.

16. Menggunakan tes kehamilan.
Salah satu tanda kehamilan yang bisa dibilang akurat adalah dengan menggunakan alat tes kehamilan. Penggunaan alat tes kehamilan paling baik sekitar 1 minggu setelah telat mendapatkan menstruasi. Jika tanda-tanda diatas tetap ada tapi hasilnya negatif, cobalah untuk mengulanginya lagi beberapa hari kemudian.Ada banyak tanda-tanda kehamilan. Berikut beberapa tanda yang menunjukkan kemungkinan Anda hamil:

Sebenarnya, semua tes kehamilan bekerja untuk melacak hormon khas kehamilan, yakni human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini hanya bisa ditemukan dalam darah atau urin ibu hamil. Saat hamil, akan terjadi peningkatan hormon hCG dalam tubuh. Dan, peningkatan hormon ini tidak sama pada setiap orang. Umumnya, hormon ini mulai meningkat kira-kira seminggu setelah ovulasi. Meski begitu, sebaiknya tes kehamilan dilakukan bila haid terlambat selama 2 minggu. (Sumber: detik.com, http://pregnancy.about.com)

Selasa, 13 Desember 2011

5 Penyebab Kemandulan Pada Pria dan Wanita


Setiap orang biasanya ingin punya beberapa anak yang berasal dari darah daging sendiri. Tetapi tidak semua orang bisa punya anak walaupun kondisi kesehatan fisik tubuh bagian reproduksi tidak ada masalah yang berarti. Diperlukan niat dan upaya yang kuat dari pasangan yang menginginkan anak untuk bisa mendapat keturunan.
Foto Sistem Reproduksi Pria
Foto Sistem Reproduksi Pria

Perhatikan beberapa penyabab penurunan kesuburan pada manusia yang mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur :
1. Merokok / Menghisap Asap Rokok dan Polusi Udara
Orang yang merokok dan juga orang di sekitar perokok yang sering menghirup asap rokok dapat terkena dampak yang cukup parah jika berlangsung terus menerus karena di dalam asap rokok terkandung racun-racun yang berbahaya bagi sistem reproduksi.
Racun rokok bisa menyebabkan gangguan kehamilan, gangguan janin, keguguran, memperlambat gerakan sperma, merusak sistem reproduksi, ovulasi tidak lancar, dan sebagainya yang sangat tidak baik bagi yang ingin punya ketururunan.
Foto Sistem Reproduksi Pada Wanita
Foto Sistem Reproduksi Pada Wanita
Asap buangan knalpot kendaraan bermotor, limbah udara buangan pabrik, asap hasil pembakaran sampah, asap pembakaran pemasakan makanan dan lain sebagainya dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh serta menurunkan kualitas sel telur isteri dan sperma suami. Hindari daerah yang menghasilkan polusi udara yang tinggi serta gunakan masker pelindung jika terpaksa harus berada di dalam wilayah tercemar polusi udara.
2. Minuman Mengandung Alkohol / Minuman Keras Beralkohol
Terlalu banyak mengonsumsi alkohol bisa mengganggu hormon estrogen dan progesteron yang dapat menghambat proses pembuahan / kehamilan. Sperma laki-laki pun akan bergerak lambat dan seperma akan berkurang produksinya di dalam testis. Miras tidak cocok bagi orang yang ingin punya keturunan langsung.
3. Produk Elektronik dan Radiasi
Benda-benda yang ada di sekitar kita bisa menjadi ancaman dalam memiliki anak karena mempengaruhi kualitas sistem reproduksi kita seperti telepon selular alias hape yang menghasilkan radiasi elektrostatik dan elektromagnetik yang berpengaruh tidak baik pada sperma pria. Sperma bisa rusak atau abnormal jika terlalu sering terpapar radiasi ponsel tersebut. Radiasi nuklir pun tidak baik untuk sistem reproduksi.
Produk elektronik seperti laptop sebaiknya tidak dipangku di paha dekat testis / alat kelamin karena suhu yang tinggi bisa menyebabkan sperma mati. Hindari memakai celana dan celana dalam yang panas serta benda-benda yang dapat memanaskan alat kelamin agar sperma anda tetap dalam kondisi yang prima ketika dibutuhkan untuk membuahi sel telur.
4. Usia Tidak Subur / Usia Lanjut
Usia wanita yang subur dan baik untuk punya anak adalah usia 35 tahun ke bawah. Oleh karena itu hendaknya wanita karir tidak menunda pernikahan dan segera menikah jika sudah ada jodoh yang baik. Untuk yang wanita lansia jelas sudah tidak ada kesempatan kerena masuk ke dalam masa menopouse (mandul) ketika usia 45 s/d 50 tahun.
Setelah usia di atas 35 tahun kemampuan reproduksi perempuan akan menurun karena kualitas sel telur yang menurun sehingga kadang tidak mampu terjadi pembuahan walau dikelilingi sperma suami. Hindari menikah pada usia tua pada wanita.
5. Pikiran Negatif / Stres / Depresi
Buat apa stres dan terlalu banyak pikiran kerena semua itu tidak ada gunanya. Pikiran yang negatif dapat menurunkan gairah seks sehingga orang yang stres dan banyak pikiran cenderung menghindar dari kegiatan melakukan hubungan seks suami istri sehingga dapat mengurangi keharmonisan rumah tangga.
Stres serta kebanyakan pikiran pun dapat mengurangi kualitas sel sperma dan sel telur serta hormon testosteron pada lelaki. Akibat dari pikiran yang negatif yaitu sulit untuk memiliki momongan kandung. Oleh sebab itu hindari stress dengan berbagai metode selama tidak merugikan dengan dukungan aktif pasangan suami/isteri serta keluarga.

Senin, 28 November 2011

TUGAS SEPUTAR MENOPAUSE

NAMA : ARIFAH NUR KHASANAH
NIM : 090201056

TUGAS MENOPAUSE
1. Sebagian besar wanita mengalami menopause di usia 40 tahun.
* Salah
Reason : Menopause wajar terjadi memasuki usia 50 tahun. Menopuse tiap wanita berbeda baik waktu maupun umur serta gejalanya. Faktor yang berpengaruh adalah keturunan, kesehatan, dan lifestyle.
2. Wanita dapat mengalami gejala menopause walaupun sedang haid.
* Betul
Reason : gejala menopause dapat terjadi selama menstruasi terutama beberapa tahun sebelum menopause. Hal ini terjadi pra-menopause (hormon naik turun sehingga menstruasi tidak teratur, lama sebentarnya maupun banyak sedikitnya darah yang keluar bervariasi, sehingga masih mungkin terjadi kehamilan), dan saat memasuki menopause. Ditandai dengan jarak antar 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang.
3. Pada saat premenopause, kemungkinan akan mengalami hot flash.
* Betul
Reason : mayoritas wanita mengalami hotflash baik pra-menopause maupun post-menopause dengan variasi frekuensi dan rasa panas yang berbeda, diikuti berkeringat terutama malam hari, kemerahan pada dada leher muka, pusing, dan vertigo. Lingkungan panas, makanan dan minuman panas, makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat memicu hot flash.. Dapat dikurangi dengan cara terapi hormon estrogen dengan anjuran dokter.
4. Pada postmenopause, wajar bila mengalami menstruasi atau spotting
* Salah
Reason : tidak wajar jika mengalami spotting pada post-menopause kecuali mengikuti terapi hormon estrogen. Karena spotting post-menopause mengindikasi adanya abnormalitas pada genitalia. Sehingga perlu periksa ke dokter untuk mengantisipasi sedini mungkin adanya penyakit.
5. Pada postmenopause, > 80 % wanita akan terjadi osteoporosis.
* Betul
Reason : pada post-menopause fungsi ovarium menurun sehingga produksi estrogen juga menurun. Estrogen berfungsi mempertahankan remodelling tulang normal sehingga resorpsi tulang menjadi lebih tinggi daripada formasi tulang yang mengakibatkan berkurangnya masa tulang dan beresiko terjadi fraktur.
6. Masalah incontinensia urine pada wanita menjadi problem yang umum terjadi pada postmenopause.
* Betul
Reason :produksi estrogen yang turun yang menyebabkan penipisan dan penyusutan jaringan pada kandung kemih yang berakibat menurunnya kontrol kandung kemih sehingga menyebabkan kesulitan mengendalikan keinginan berkemih, serta keinginan berkemih menjadi sering, keinginan berkemih walaupun kandung kemih tidak penuh, dan sering berkemih malam hari.



7. Pada masa menopause, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat terangsang secara seksual.
* Betul
Reason : produksi estrogen yang turun sehingga vagina menjadi tipis, lebih kering, dan kurang elastis yang dapat menimbulkan rasa sakit saat hubungan seksual sehingga menurunkan gairah seksual. Tapi sebagian wanita justru menikmati hubungan seks nya karenatidak khawatir hamil.
8. Gangguan tidur wajar dialami selama masa pra menopause tetapi akan menjadi lebih baik begitu mengalami menopause.
* Salah
Reason :gangguan tidur terjadi pra-menopause maupun post-menopause. Mungkin karena hot flash sehingga berkeringat dan mengganggu kenyamanan tidur. Hal ini akan berpengaruh terhadap kestabilan emosi, kejernihan pikiran, dan daya ingat.
9. Bila mengalami klimakterium prekok, gejala-gejala yang dialami biasanya lebih hebat.
*Betul
Reason : klimakterium yang mendadak post-tubektomi atau karena faktor patologis misalnya kanker biasanya akan mengalami gejala menopause yang hebat sehingga membutuhkan penanganan dokter.



10. Wanita masa klimakterium memerlukan penanganan secara fisiologis dan psikologis.
* Betul
Reason : gangguan hot flash, gangguan tidur, gangguan seksual, dan lainnya adalah proses alami yang akan dilalui oleh wanita. Jika hal ini mengganggu aktivitas maka perlu penanganan dokter. Gangguan ini biasanya menyebabkan menurunnya semangat aktivitas, percaya diri dan harga diri wanita serta menimbulkan depresi, sehingga perlu motivasi agar tidak putus asa dan menumbuhkan percaya diri setelah post-menopause.

BUDAYA DAN MITOS SEPUTAR KEHAMILAN - PERAWATAN ANAK

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR KEHAMILAN
1. Mitoni (upacara 7 bulan usia kehamilan)
mitos: agar ibu dan bayi selamat saat proses persalinan
fakta: selamat/tidaknya persalinan ibu karena kekuatan dan kondisi ibu, profesionalisme
penolong ibu bersalin
2. Hindari Nanas
mitos:keguguran
fakta:getah nanas melunakakan daging sehingga
janin bisa lepas karena belum menempel kuat
pada dinding rahim;
tapi nanas kaya vit.C dan serat melancarkan ekskresi
3. Anjuran Makanan yang terlalu Asam
mitos: mengurangi mual
fakta : memicu maagh, karena saat hamil asam lambung meningkat sehingga terlalu banyak
makanan asam akan semakin memicu produksi asam lambung.
4. Anjuran Makanan yang terlalu Asin
mitos: mengurangi mual
fakta: riwayat hipertensi pada ibu akan mempertinggi resiko eklamsia (kejang)
5. Makan Pisang dempet
mitos: anak akan terlahir kembar siam
fakta: kembar siam karena tidak sempurna nya pembelahan sel dan pembentukan
organ tubuh pada masa Organogenesis
6. Minum air dan makan daging buah Kelapa hijau
mitos: air kelapa memperkuat ibu hamil dan bayi, bayi akan memiliki kulit yang mulus, kepala
tidak berkerak serta melicinkan jalan lahir
fakta: banyak elektrolit sehingga ibu hamil tetap bugar, kelapa hijau adalah penetral racun
sehingga memperkuat ketahanan ibu hamil
7. Hindari Pete dan jengkol
mitos: saat lahir anak akn amis
fakta:efek gas dan kristal asam jengkolat berpengaruh pada aroma ketuban
8. Ngidam orang yang cantik/ganteng
mitos: agar anaknya seperti orang tersebut
fakta:cantik dan ganteng adalah faktor genetik
9. Benci dengan seseorang
mitos: anaknya akan mirip dengan orang tersebut
fakta: membenci orang lain dilarang agama,selama hamil agar sehat lahir dan batin karena
anak belajar pengendalian diri sejak dari kandungan
10. Ngidam harus dituruti
mitos: anak akan ngiler terus menerus jika ngidam tidak terpenuhi
fakta: adanya produksi kelenjar ludah berlebih dan belum bisa meludah dan mulut bayi belum
bisa reflek menutup mulutnya dengan baik
11. Selama hamil, suami atau ibu hamil dilarang Membunuh binatang
mitos: anak cacat sesuai perbuatan
fakta: cacat janin karena kurang gizi, penyakit, keturunan, dan radiasi
12. sering mengucap “amit-amit jabang bayi” saat kejadian menjijikan, mengerikan
sambil mengusap perut
mitos: agar anak terhindar dari kejadian itu
fakta: ketakutan yang tidak bermanfaat
13. Tidak boleh keluar malam
mitos: banyak roh jahat yang mengancam
keselamatan ibu hamil dan janinnya
fakta: udara malam banyak mengandung CO2
14. Leher dan puting menghitam serta
perut ibu lonjong
mitos: anaknya yang akan lahir adalah laki-laki
fakta: naiknya progesteron dan melanocyte, yang memepengaruhi jenis kelamin bayi adalah
hasil pembelahan kromosom dari orang tua
15. iBu hamil senang berdandan dan perut bulat
mitos: anak yang akan lahir adalah perempuan
fakta: berdandan adalah suatu kebiasaan, sedangkan perut bulat/lonjong tergantung posisi
janin dan volume air ketuban
16. Belanja kebutuhan bayi sebelum usia kandungan 7 bulan
mitos: akan mengalami keguguran
fakta: belanja tersebut jangan sampai mubazir karena di usia awal kehamilan sebelum 7 bulan
masih rentan gagal (keguguran)
17. Banyak asupan kacang, Kedelai dan bengkoang
mitos: anak yang akan lahir memiliki kulit yang putih bersih
fakta: kulit putih bersih adalah genetik,
Kacang dan kedelai sangat baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin karena mengandung protein
yang tinggi, bengkoang mengandung banyak vitamin
18. Hindari durian,tape
mitos: sakit perut panas ke perut ibu
fakta: gas dan alkohol dari durian dan tape menimbulkan efek panas perut ibu dan durian
mengandung kolesterol tinggi yang mempertinggi resiko resiko DM
19. Setelah menyapu, sampah langsung dibakar tidak boleh dibiarkan menumpuk
mitos: akan menghambat proses kelahiran
fakta: agar terlihat bersih dan tidak semrawut
20. Ibu hamil tidak boleh duduk di bibir sumur
mitos: keguguran
fakta: menjaga keselamatan ibu
21. mengupas buah dan sayur dari ujung
mitos: bayi lahir sungsang
fakta: bayi sungsang karena posisi kepala bayi belum masuk panggul
22. Ibu hamil tidak boleh merendam pakaian dan mencuci tangan dengan air bekas cucian
mitos: bayi yang lahir akan bau
fakta: air ketuban berbau tergantung asupan makanan ibu selama hamil
23. Makanan terlalu pedas, terasi, jantung pisang
mitos: bayi akan terlahir dengan kulit kemerahan/gelap
fakta: kulit gelap tergantung genetik, makanan pedas memicu kontraksi perut ibu,sehingga sakit perut
24. Kalau makan tidak boleh digigit (brakot), harus dicuil(sedikit-sedikit);
dilarang menjahit pakaian yang sedang dipakai
mitos: anak akan sumbing
fakta: makan dicuil melatih kesabaran dan kesopanan (tidak rakus); menjahit pakaian yang
dipakai berbahaya
25. Dilarang makan ikan asin/laut
mitos: anak yang lahir akan belekan (kotoran mata); ASI amis
fakta: ikan asin merupakan sumber mineral yang baik bagi ibu hamil
(protein, asam folat, yodium, fosfor) kecuali bagi ibu yang punya riwayat hipertensi

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR KELAHIRAN
1. Menanam ari-ari (plasenta) untuk bayi laki-laki kanan pintu dan bayi perempuan kiri pintu dengan lampu teplok
mitos: ari-ari ditanam sebagai batur bayi/teman bayi agar bayi tidak kesepian
fakta: agar plasenta tersebut mengotori lingkungan karena dibuang sembarangan dan sebagai
tanda agar orang yang lewat tidak berisik setelah mengetahui disitu ada bayi.
2. Pecah ketuban
mitos: bayi akan segera lahir
fakta: proses persalinan harus segera dilaksanakan agar bakteri vagina tidak menginfeksi bayi
3. Selama proses pembukaan jalan lahir ibu tidak boleh merem(tidur)
mitos: adanya kepercayaan bahwa ibu akan meninggal jika tidur
fakta: agar ibu merasakan jika terjadi perdarahan dan segera tertangani
4. Saat terjadi partus lama, seluruh jendela dan pintu di buka
mitos: biar persalinan lancar, tidak ada yang menghalangi
fakta: ibu memerlukan udara yang cukup
5. Saat proses persalinan dilarang memakai perhiasan
mitos: perhiasan akan menghambat persalinan
fakta: perhiasan menghambat aliran darah

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR NIFAS
1. Ibu Berjalan dan berbaring kaki lurus dan
dipakaikan kain jarik
mitos: agar jahitan tidak robek dan agar kaki tidak “pethakilan”
fakta: agar aliran darah ke kaki lebih lancar
2. 40 hari nifas dipingit tidak melakukan aktivitas terlalu banyak
mitos: agar jahitan tidak robek
fakta: terjadi tromboemboli/pengendapan elemen garam yang bisa menjadi faktor resiko stroke
3. Ibu memakai Stagen
mitos: mengembalikan bentuk perut ibu yang kendur
fakta: agar perut terasa kencang walaupun tidak bisa kembali seperti sebelum hamil
4. Ibu meminum jamu paitan
mitos: memperlancar ASI dan menyingsetkan perut
fakta: menjaga kebugaran ibu
5. Dilarang tidur pagi-pagi
mitos: mengaburkan pandangan
fakta: karena pagi merupakan awal melakukan aktivitas

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR MENYUSUI
1. Harus banyak makan sayur dan minum
mitos: agar air susu meningkat
fakta: rata-rata produksi 900ml ASI/hari jadi bermanfaat bagi bayi dan ibu
2. Air es
mitos: anak pilek dan kembung
fakta: suhu ASI dalam payudara tetap 37° C jadi apa saja yang dikonsumsi ibu akan menjadi zat
gizi yang terbawa darah dan akan diproduksi menjadi ASI
3. Makan Daun katuk
mitos: dapat memperlancar ASI
fakta: daun katuk mengandung polifenol dan steroid yang merefleks prolaktin, merangsang
alveoli memproduksi ASI, dan merangsang oksitosin memacu pengeluaran dan pengaliran ASI.
4. Menyusui merusak bentuk payudara
mitos:payudara mengendur dan menggantung seperti pepaya
fakta: payudara mengencang walau tak seperti sebelum hamil kontraksi otot n kelenjar
payudara saat bayi menyusu
5. Putting payudara kecil
mitos:bayi tidak bisa menyusu
fakta: payudara dan putting dalam bentuk apapun tidak berpengaruh pada produksi ASI jadi bisa
memuaskan bayi lapar
6. Bayi menangis
mitos: lapar
fakta: bisa karena rasa tidak nyaman (BAK/BAB) atau sakit
7. Bayi menangis perlu diberi makanan atau minuman lain
mitos: bayi tidak puas dengan ASI ibu
fakta: sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar, makanan pendamping diberikan
setelah umur 6 bulan
8. Ibu sakit, bayi tertular sakit
mitos: tertular melalui ASI
fakta: bayi tidak akan sakit karena tubuh ibu membuat zat kekebalan
9. Setelah bersalin, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui
mitos: karena tenaga ibu habis untuk mengejan
fakta: ibu yang kuat dapat segera menyusui, memeluk bayi agar menghilangkan rasa sakit&lelah
10. ASI pertama harus dibuang ke Batur Bayi
mitos: ASI pertama berwarna kuning dianggap basi
fakta: kolostrum mengandung zat kekebalan dan protein

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR PERAWATAN BAYI
1. Bayi selalu dipakaikan Grita
mitos: agar tidak kembung
fakta: organ dalam tubuh akan kekurangan ruangan untuk berkembang
2. Hidung ditarik-tarik sebelum mandi pagi
mitos: agar hidung bayi mancung
fakta: mancung atau tidak dipengaruhi tulang hidung berdasar genetik
3. Bayi Gedong
mitos: saat besar nanti anak akan jalan ngangkang, agar tidak kedinginan
fakta: anak terhindar dari kaki letter O atau letter X karena gedong memposisikan kaki bayi
selalu lurus
4. Tapel bawang merah dan kencur
mitos: agar bayi selalu hangat
fakta: bawang merah dan kencur mencegah hipotermi tapi terlau banyak bisa mengiritasi kulit
bayi
5. Cabe rawit merah
mitos: membuat lesung pipit pada pipi bayi
fakta: cabe yang pedas dan panas bisa mengiritasi kulit bayi yang sangat tipis
6. Rambut bayi harus dicukur habis
mitos: supaya tumbuhnya lebat & hitam
fakta: Tebal-tipisnya rambut bergantung pada faktor genetik. Bila dicukur habis, maka rambut
baru yang tumbuh biasanya agak kasar dibanding aslinya.
7. Pemakaian dlingo bawang putih
mitos: pengusir setan
fakta: tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi, justru membuat polusi udara dan
mencelakai bayi (peniti)
8. menjenguk bayi harus memanggang kaki sebentar di atas tungku
mitos: penghilang “sawan”
fakta: tidak ada pengaruh dalam pertumbuhan bayi, justru kaki akan kotor
9. Menghindarkan bayi dari orang yang bertakziyah sebelum membersihkan diri
mitos: akan terkena “sawan”
fakta: tidak ada pengaruh terhadap pertumbuhan bayi



TINDAKAN RASIONAL
1. Minum air dan makan daging buah Kelapa hijau
2. Hindari Pete dan jengkol
3. Banyak asupan kacang, Kedelai dan bengkoang
4. Hindari durian,tape
5. Pecah ketuban
6. Harus banyak makan sayur dan minum
7. Makan Daun katuk
8. aqiqah

TINDAKAN IRASIONAL
1. Anjuran Makanan yang terlalu Asam
2. Anjuran Makanan yang terlalu Asin
3. Setelah menyapu, sampah langsung dibakar tidak boleh dibiarkan menumpuk
4. Ibu hamil tidak boleh merendam pakaian dan mencuci tangan dengan air bekas cucian
5. Menanam ari-ari (plasenta) untuk bayi laki-laki kanan pintu dan bayi perempuan kiri pintu dengan lampu teplok
6. Selama proses pembukaan jalan lahir ibu tidak boleh merem(tidur)
7. Saat terjadi partus lama, seluruh jendela dan pintu di buka
8. Dilarang tidur pagi-pagi
9. Menyusui merusak bentuk payudara
10. Putting payudara kecil
11. Bayi menangis perlu diberi makanan atau minuman lain
12. ASI pertama harus dibuang ke Batur Bayi
13. Hidung ditarik-tarik sebelum mandi pagi
14. Cabe rawit merah membuat lesung pipit
15. menjenguk bayi harus memanggang kaki sebentar di atas tungku
16. Menghindarkan bayi dari orang yang bertakziyah sebelum membersihkan diri
17. menjenguk bayi harus memanggang kaki sebentar di atas tungku
18. Menghindarkan bayi dari orang yang bertakziyah sebelum membersihkan diri
19. Sering dipijat Dukun bayi
20. Bayi diare dibiarkan saja

MAKALAH IBU HAMIL DENGAN INFEKSI TORCH

KELOMPOK 6
1. BUDHI SANTOSA (090201050)
2. ERWI ROSALINA (090201051)
3. SUMIN TATIK LESTARI (090201052)
4. MEIGA ANGGRAINI (090201053)
5. STALASATUN KHASANAH (090201055)
6. ARIFAH NUR KHASANAH (090201056)
7. DEWI RATIH MERDEKA WATI (090201057)
8. FITRIANA SITORESMI (090201058)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
2011 / 2012

TORCH
A. Pengertian TORCH
TORCH adalah sebuah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yang menyebabkan kelainan bawaan, yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit infeksi ini sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG).
Penyakit TORCH ini dikenal karena menyebabkan kelainan dan berbagai keluhan yang bisa menyerang siapa saja, mulai anak-anak sampai orang dewasa, baik pria maupun wanita. Bagi ibu yang terinfeksi saat hamil dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan pada bayinya, yaitu cacat fisik dan mental yang beraneka ragam.

a. Toxoplasma
Toxoplasmosis penyakit zoonosis yaitu penyakit pada hewan yang dapat ditularkan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh sporozoa yang dikenal dengan nama Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii yaitu suatu parasit intraselluler yang menginfeksi pada manusia dan hewan. Toxoplasma gondii termasuk spesies dari kelas sporozoa (Cocidia), pertama kali ditemukan pada binatang pengerat Ctenodactylus gundi di Afrika Utara (Tunisia) oleh Nicolle dan Manceaux tahun 1908. Tahun 1928 Toxoplasma gondii ditemukan pada manusia pertama kali oleh Castellani

b. Rubella
Penyakit ini disebabkan oleh virus Rubella yang termasuk famili Togaviridae dan genus Rubivirus, infeksi virus ini terjadi karena adanya kontak dengan sekret orang yang terinfeksi; pada wanita hamil penularan ke janin secara intrauterin. Masa inkubasinya rata-rata 16-18 hari. Periode prodromal dapattanpa gejala (asimtomatis), dapat juga badan terasa lemah,demam ringan, nyeri kepala, dan iritasi konjungtiva. Penyakit ini agak berbeda dari toksoplasmosis karena rubela hanya mengancam janin
Penyakit yang juga disebabkan oleh virus yang menimbulkan demam ringan dengan ruam yang menyebar dan kadang-kadang mirip dengan campak. Rubella menjadi penting karena penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan pada janin. Sindroma rubella congenital terjadi pada 90% bayi yang dilahirkan oleh wanita yang terinfeksi rubella selama trimester pertama kehamilan, resiko kecacatan ini menurun hinggga kira-kira 10-20% pada minggu ke 16 dan lebih jarang terjadi bila ibu terkena infeksi pada usia kehamilan 20 minggu.
c. Cyto Megalo Virus (CMV)
Penyakit ini disebabkan oleh Human cytomegalovirus, subfamili betaherpesvirus, famili herpesviridae. Penularannya lewat paparan jaringan, sekresi maupun ekskresi tubuh yangterinfeksi (urine, ludah, air susu ibu, cairan vagina, dan lainlain). Masa inkubasi penyakit ini antara 3-8 minggu. Pada kehamilan infeksi pada janin terjadi secara intrauterin. Pada bayi, infeksi yang didapat saat kelahiran akan menampakkan gejalanya pada minggu ke tiga hingga ke dua belas; jika didapat pada masa perinatal akan mengakibatkan gejala yang berat.
Infeksi virus ini dapat ditemukan secara luas di masyarakat; sebagian besar wanita telah terinfeksi virus ini selama masa anak-anak dan tidak mengakibatkan gejala yang berarti. Tetapi bila seorang wanita baru terinfeksi pada masa kehamilan maka infeksi primer ini akan menyebabkan manifestasi gejala klinik infeksi janin bawaan sebagai berikut: hepatosplenomegali, ikterus, petekie, meningoensefalitis, khorioretinitis dan optic atrophy, mikrosefali, letargia, kejang, hepatitis dan jaundice, infiltrasi pulmonal dengan berbagai tingkatan, dan kalsifikasi intrakranial. Jika bayi dapat bertahan hidup akan disertai retardasi psikomotor maupun kehilangan pendengaran..
d. Herpes Simplek
Penyakit ini disebabkan infeksi Herpes simplex virus (HSV); ada 2 tipe HSV yaitu tipe 1 dan 2. Tipe 1 biasanya mempunyai gejala ringan dan hanya terjadi pada bayi karena adanya kontak dengan lesi genital yang infektif; sedangkan HSV tipe 2 merupakan herpes genitalis yang menular lewat hubungan seksual. HSV tipe 1 dan 2 dapat dibedakan secara imunologi. Masa inkubasi antara 2 hingga 12 hari. Infeksi herpes superfisial biasanya mudah dikenali misalnya pada kulit dan membran mukosa juga pada mata.
Penyakit infeksi virus yang ditandai dengan lesi primer terlokalisir, laten dan adanya kecenderungan untuk kambuh kembali. Ada 2 jenis virus yaitu virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan 2 pada umumnya menimbulkan gejala klinis yang berbeda, tergantung pada jalan masuknya. Dapat menyerang alat-alat genital atau mukosa mulut.
B. Penyebab TORCH
Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes) adalah hewan yang ada di sekitar kita, seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, babi dan lainnya. Meskipun tidak secara langsung sebagai penyebab terjangkitnya penyakit yang berasal dari virus ini adalah hewan, namun juga bisa disebabkan oleh karena perantara (tidak langsung) seperti memakan sayuran, daging setengah matang dan lainnya.

a. Toxoplasma Gondii
Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi.
Pada umumnya infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.
b. Rubella
Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.
c. Cyto Megalo Virus (CMV)
Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.
d. Herpes Simplek
Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.
C. Patofisiologi TORCH
a. Toxoplasma Gondii
Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).
Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan telinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis
b. Rubella
Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).

c. Cyto Megalo Virus (CMV)

Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, pekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.


d. Herpes Simplek
Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.
D. Tanda Dan Gejala
a. Toxoplasma
Gejala yang diderita biasanya dengan mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam disertai hepatomegali, dan umumnya tidak menimbulkan masalah,
b. Herpes Simpleks
Penderita biasanya mengalami demam, salivasi, mudah terangsang dan menolak untuk makan,. Dengan dilakukan pemeriksaan menunjukan adanya ulkus dangkal multiple yang nyeri pada mukusa lidah, gusi, dan bukal denganvesikel pada bibir dan sekitarnya.

c. Cyto Megalo Virus (CMV)
- demam,
- penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
- letih- lesu
- kulit berwarna kuning,
- pembesaran hati dan limpa,
- kerusakan atau hambatan pembentukan organ tubuh seperti mata, otak, gangguan mental, dan lain-lain tergantung organ janin mana yang diserang
- Umumnya janin yang terinfeksi CMV lahir prematur dan berat badan lahir rendah.

d. Rubella
Tanda dan gejala yang muncul biasanya bertahan dalam dua hingga tiga hari dan mungkin melibatkan:
- Demam ringan 38,9 derajat Celcius atau lebih rendah,
- Sakit kepala
- Hidung tersumbat atau pilek
- Peradangan, mata merah
- Pembesaran, pelunakan kelenjar getah bening di dasar tengkorak, leher bagian belakang dan di belakang telinga
- Muncul ruam warna merah muda/pink di wajah dan dengan cepat menyebar ke pundak, lengan, kaki sebelum menghilang di sekuens yang sama.
- Nyeri pada persendian, khususnya pada perempuan muda.

E. Patofisiologi TORCH

a. Toxoplasma
Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa yang merupakan salah satu penyebab kelainan kongenital yang cukup dominan dibandingkan penyebab lainnya yang tergolong dalam TORCH. Hospes primernya adalah kucing. Kucing ini telah mempunyai imunitas, tetapi pada saat reinfeksi mereka dapat menyebarkan kembali sejumlah kecil ookista. Ookista ini dapat menginfeksi manusia dengan cara memakan daging, buah-buahan, atau sayuran yang terkontaminasi atau karena kontak dengan faeces kucing. Dalam sel–sel jaringan tubuh manusia, akan terjadi proliferasi trophozoit sehingga sel–sel tersebut akan membesar. Trophozoit akan berkembang dan terbentuk satu kista dalam sel, yang di dalamnya terdapat merozoit. Kista biasanya didapatkan di jaringan otak, retina, hati, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kelainan pada organ-organ tersebut, seperti microcephali, cerebral kalsifikasi, chorioretinitis, dll. Kista toksoplasma ditemukan dalam daging babi atau daging kambing. Sementara itu, sangat jarang pada daging sapi atau daging ayam. Kista toksoplasma yang berada dalam daging dapat dihancurkan dengan pembekuan atau dimasak sampai dagingnya berubah warna. Buah atau sayuran yang tidak dicuci juga dapat menstranmisikan parasit yang dapat dihancurkan dengan pembekuan atau pendidihan. Infeksi T.gondii biasanya tanpa gejala dan berlalu begitu saja. Setelah masa inkubasi selama lebih kurang 9 hari, muncul gejala flu seperti lelah, sakit kepala, dan demam yang dapat muncul hampir bersamaan dengan limpadenopati, terutama di daerah serviks posterior.

b. Rubella
Kematian pada post natal rubella biasanya disebabkan oleh enchepalitis. Pada infeksi awal, virus akan masuk melalui traktus respiratorius yang kemudian akan menyebar ke kelenjar limfe sekitar dan mengalami multiplikasi serta mengawali terjadinya viremia dalam waktu 7 hari. Janin dapat terinfeksi selama terjadinya viremia maternal. Saat ini, telah diketahui bahwa infeksi plasenta terjadi pada 80% kasus dan risiko kerusakan jantung, mata, atau telinga janin sangat tinggi pada trisemester pertama. Jika infeksi maternal terjadi sebelum usia kehamilan 12 minggu, 60% bayi akan terinfeksi. Kemudian, risiko akan menurun menjadi 17% pada minggu ke-14 dan selanjutnya menjadi 6% setelah usia kehamilan 20 minggu. Akan tetapi, plasenta biasanya terinfeksi dan virus dapat menjadi laten pada bayi yang terinfeksi kongenital selama bertahun-tahun.

c. Cytomegalovirus (CMV)
Penyakit yang disebabkan oleh Cytomegalovirus dapat terjadi secara kongenital saat bayi atau infeksi pada usia anak. Kadang-kadang, CMV juga dapat menyebabkan infeksi primer pada dewasa, tetapi sebagian besar infeksi pada usia dewasa disebabkan reaktivasi virus yang telah didapat sebelumnya. Infeksi kongenital biasanya disebabkan oleh reaktivasi CMV selama kehamilan. Di negara berkembang, jarang terjadi infeksi primer selama kehamilan, karena sebagian besar orang telah terinfeksi dengan virus ini sebelumnya. Bila infeksi primer terjadi pada ibu, maka bayi akan dapat lahir dengan kerusakan otak, ikterus dengan pembesaran hepar dan lien, trombositopenia, serta dapat menyebabkan retardasi mental. Bayi juga dapat terinfeksi selama proses kelahiran karena terdapatnya CMV yang banyak dalam serviks. Penderita dengan infeksi CMV aktif dapat mengekskresikan virus dalam urin, sekret traktus respiratorius, saliva, semen, dan serviks. Virus juga didapatkan pada leukosit dan dapat menular melalui tranfusi.


d. Herpes Simpleks (HSV)
HSV merupakan virus DNA yang dapat diklasifikasikan ke dalam HSV 1 dan 2. HSV 1 biasanya menyebabkan lesi di wajah, bibir, dan mata, sedangkan HSV 2 dapat menyebabkan lesi genital. Virus ditransmisikan dengan cara berhubungan seksual atau kontak fisik lainnya. Melalui inokulasi pada kulit dan membran mukosa, HSV akan mengadakan replikasi pada sel epitel, dengan waktu inkubasi 4 sampai 6 hari. Replikasi akan berlangsung terus sehingga sel akan menjadi lisis serta terjadi inflamasi lokal. Selanjutnya, akan terjadi viremia di mana virus akan menyebar ke saraf sensoris perifer. Di sini virus akan mengadakan replikasi yang diikuti penyebarannya ke daerah mukosa dan kulit yang lain2,4,9,10.
Dalam tahun-tahun terakhir ini, herpes genital telah mengalami peningkatan. Akan tetapi, untungnya herpes neonatal agak jarang terjadi, bervariasi dari 1 dalam 2.000 sampai 1 dalam 60.000 bayi baru lahir. Tranmisi terjadi dari kontak langsung dengan HSV pada saat melahirkan. Risiko infeksi perinatal adalah 35--40% jika ibu yang melahirkan terinfeksi herpes genital primer pada akhir kehamilannya2.
F. Cara Penularan TORCH
Penularan TORCH pada manusia dapat melalui 2 (dua) cara. Pertama, secara aktif (didapat) dan yang kedua, secara pasif (bawaan). Penularan secara aktif disebabkan antara lain sebagai berikut :
a. Makan daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi (mengandung sista), misalnya daging sapi, kambing, domba, kerbau, babi, ayam, kelinci dan lainnya. Kemungkinan terbesar penularan TORCH ke manusia adalah melalui jalur ini, yaitu melalui masakan sati yang setengah matang atau masakan lain yang dagingnya diamsak tidak semnpurna, termasuk otak, hati dan lainnya.
b. Makan makanan yang tercemar oosista dari feses (kotoran) kucing yang menderita TORCH. Feses kucing yang mengandung oosista akan mencemari tanah (lingkungan) dan dapat menjadi sumber penularan baik pada manusia maupun hewan. Tingginya resiko infeksi TORCH melalui tanah yang tercemar, disebabkan karena oosista bisa bertahan di tanah sampai beberapa bulan ( Howard, 1987).
c. Transfusi darah (trofozoid), transplantasi organ atau cangkok jaringan (trozoid, sista), kecelakaan di laboratorium yang menyebabkan TORCH masuk ke dalam tubuh atau tanpa sengaja masuk melalui luka (Remington dan McLeod 1981, dan Levine 1987).
d. Hubungan seksual antara pria dan wanita juga bisa menyebabkan menularnya TORCH. Misalnya seorang pria terkena salah satu penyakit TORCH kemudian melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita (padahal sang wanita sebelumnya belum terjangkit) maka ada kemungkinan wanita tersebut nantinya akan terkena penyakit TORCH sebagaimana yang pernah diderita oleh lawan jenisnya.
e. Ibu hamil yang kebetulan terkena salah satu penyakit TORCH ketika mengandung maka ada kemungkinan juga anak yang dikandungnya terkena penyakit TORCH melalui plasenta.
f. Air Susu Ibu (ASI) juga bisa sebagai penyebab menularnya penyakit TORCH. Hal ini bisa terjadi seandainya sang ibu yang menyusui kebetulan terjangkit salah satu penyakit TORCH maka ketika menyusui penyakit tersebut bisa menular kepada sang bayi yang sedang disusuinya.
g. Keringat yang menempel pada baju atau pun yang masih menempel di kulit juga bisa menjadi penyebab menularnya penyakit TORCH. Hal ini bisa terjadi apabila seorang yang kebetulan kulitnya menmpel atau pun lewat baju yang baru saja dipakai si penderita penyakit TORCH.
h. Faktor lain yang dapat mengakibatkan terjadinya penularan pada manusia, antara lain adalah kebiasaan makan sayuran mentah dan buah - buahan segar yang dicuci kurang bersih, makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, mengkonsumsi makanan dan minuman yang disajikan tanpa ditutup, sehingga kemungkinan terkontaminasi oosista lebih besar.
i. Air liur juga bisa sebagai penyebab menularnya penyakit TORCH. Cara penularannya juga hampir sama dengan penularan pada hubungan seksual.

Berdasarkan kenyataan di atas, penyakit TORCH ini sifatnya menular. Oleh karena itu dalam satu keluarga biasanya kalau salah satu anggota keluarga terkena penyakit tersebut maka yang lainnya pun juga bisa terkena. Malah ada beberapa kasus dalam satu keluarga seluruh anggota keluarganya mulai dari kakek - nenek, kakak - adik, bapak - ibu, anak - anak semuanya terkena penyakit TORCH.

G. Cara Menghindari TORCH

Untuk menghindari sedini mungkin penyakit TORCH yang sangat membahayakan ini, ada beberapa hal sebagai solusi awal yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut :
a. Bila mengkonsumsi daging seperti daging ayam, sapi, kambing, kelinci, babi dan lainnya terlebih dahulu dimasak dengan matang hingga suhu mencapai 66 derajat Celcius, agar oosista - oosista yang mungkin terbawa di dalam daging tersebut bisa mati.
b. Kucing peliharaan di rumah hendaknya diberi daging matang untuk mencegah infeksi yang masuk ke dalam tubuh kucing. Tempat makan, minum dan alas tidur harus selalu dicuci / dibersihkan.
c. Hindari kontak dengan hewan - hewan mamalia liar, seperti rodensia liar (tikus, bajing, musang dan lain - lain) serta reptilia kecil seperti cecak, kadal, dan bengkarung yang kemungkinan dapat sebagai hewan perantara TORCH.
d. Penanganan kotoran kucing sebaiknya dilakukan melalui sarung tangan yang disposable (dibuang setelah dipakai).
e. Bagi wanita yang sedang hamil, terutama yang dinyatakan secara serologis sudah negatif, jangan memelihara atau menangani kucing kecuali dengan sarung tangan.
f. Bila sedang memegang daging, bekerja di tempat atau perusahaan daging atau organ yang masih mentah, hindari untuk tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung dan peralatan dapur setelah selesai sebaiknya dicuci dengan sabun.
g. Bagi yang senang berkebun atau bekerja di kebun, sebaiknya menggunakan sarung tangan, mencuci sayuran atau buah sebelum dimakan.
h. Darah penderita seropositif tidak boleh ditransfusikan pada penderita yang menderita imunosupresif, demikian pula transplantasi organ pada penderita seronegatif harus dari orang dengan seronegatif TORCH.
i. Pemberantasan terhadap lalat dan kecoa sebagai pembawa oosista perlau dilakukan.
j. Penggunaan desinfektan komersial yang ada di toko - toko dapat berguna untuk membasmi oosista.
k. Memeriksakan hewan peliharaan secara kontinyu ke dokter hewan atau poliklinik hewan agar supaya hewan keanyangan selalu dalam keadaan sehat.

H. Mencegah TORCH

Mengingat bahaya dari TORCH untuk ibu hamil, bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau yang saat ini sedang hamil, dapat mempertimbangkan saran-saran berikut agar bayi Anda dapat terlahir dengan baik dan sempurna.

a. Makan makanan bergizi
Saat hamil, sebaiknya Anda mengkonsumsi banyak makanan bergizi. Selain baik untuk perkembangan janin, gizi yang cukup juga akan membuat tubuh tetap sehat dan kuat. Bila tubuh sehat, maka tubuh dapat melawan berbagai penyakit termasuk TORCH sehingga tidak akan menginfeksi tubuh.

b. Lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan
Ada baiknya, Anda memeriksakan tubuh sebelum merencanakan kehamilan. Anda dapat memeriksa apakah dalam tubuh terdapat virus atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi TORCH. Jika Anda sudah terinfeksi, ikuti saran dokter untuk mengobatinya dan tunda kehamilan hingga benar-benar sembuh.

c. Melakukan vaksinasi
Vaksinasi bertujuan untuk mencegah masuknya parasit penyebab TORCH. Seperti vaksin rubela dapat dilakukan sebelum kehamilan. Hanya saja, Anda tidak boleh hamil dahulu sampai 2 bulan kemudian.

d. Makan makanan yang matang
Hindari memakan makanan tidak matang atau setengah matang. Virus atau parasit penyebab TORCH bisa terdapat pada makanan dan tidak akan mati apabila makanan tidak dimasak sampai matang. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, selalu konsumsi makanan matang dalam keseharian Anda.

e. Periksa kandungan secara terartur
Selama masa kehamilan, pastikan juga agar Anda memeriksakan kandungan secara rutin dan teratur. Maksudnya adalah agar dapat dilakukan tindakan secepatnya apabila di dalam tubuh Anda ternyata terinfeksi TORCH. Penanganan yang cepat dapat membantu agar kondisi bayi tidak menjadi buruk.
f. Jaga kebersihan tubuh
Jaga higiene tubuh Anda. Prosedur higiene dasar, seperti mencuci tangan, sangatlah penting.

g. Hindari kontak dengan penderita penyakit
Seorang wanita hamil harus menghindari kontak dengan siapa pun yang menderita infeksi virus, seperti rubela, yang juga disebut campak Jerman.
Dengan mencari lebih banyak informasi tentang kehamilan serta merawat dirinya sebelum dan selama masa kehamilan maupun dengan memikirkan masak-masak jauh di muka tentang berbagai aspek melahirkan, seorang wanita akan melakukan sebisa-bisanya untuk memastikan kehamilan yang lebih aman. Maka, bagi seorang wanita hamil, cobalah untuk selalu waspada terhadap berbagai penyakit seperti TORCH agar bayi Anda terlahir sehat.

I. Pengobatan TORCH

Adanya infeksi-infeksi ini dapat dideteksi dari pemeriksaan darah. Biasanya ada 2 petanda yang diperiksa untuk tiap infeksi yaitu Imunoglobulin G (IgG) dan Imunoglobulin M (IgM). Normalnya keduanya negatif.
Jika IgG positif dan IgMnya negatif,artinya infeksi terjadi dimasa lampau dan tubuh sudah membentuk antibodi. Pada keadaan ini tidak perlu diobati. Namun, jika IgG negatif dan Ig M positif, artinya infeksi baru terjadi dan harus diobati. Selama pengobatan tidak dianjurkan untuk hamil karena ada kemungkinan infeksi ditularkan ke janin. Kehamilan ditunda sampai 1 bulan setelah pengobatan selesai (umumnya pengobatan memerlukan waktu 1 bulan). Jika IgG positif dan IgM juga positif,maka perlu pemeriksaan lanjutan yaitu IgG Aviditas. Jika hasilnya tinggi,maka tidak perlu pengobatan, namun jika hasilnya rendah maka perlu pengobatan seperti di atas dan tunda kehamilan. Pada infeksi Toksoplasma,jika dalam pengobatan terjadi kehamilan, teruskan kehamilan dan lanjutkan terapi sampai melahirkan.Untuk Rubella dan CMV, jika terjadi kehamilan saat terapi, pertimbangkan untuk menghentikan kehamilan dengan konsultasi kondisi kehamilan bersama dokter kandungan anda.
Pengobatan TORCH secara medis diyakini bisa dengan menggunakan obat-obatan seperti isoprinocin, repomicine, valtrex, spiromicine, spiradan, acyclovir, azithromisin, klindamisin, alancicovir, dan lainnya. Namun tentu pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat mahal dan waktu yang cukup lama. Selain itu, terdapat pula cara pengobatan alternatif yang mampu menyembuhkan penyakit TORCH ini, dengan tingkat kesembuhan mencapai 90 %.
Pengobatan TORCH secara medis pada wanita hamil dengan obat spiramisin (spiromicine), azithromisin dan klindamisin misalnya bertujuan untuk menurunkan dampak (resiko) infeksi yang timbul pada janin. Namun sayangnya obat-obatan tersebut seringkali menimbulkan efek mual, muntah dan nyeri perut. Sehingga perlu disiasati dengan meminum obat-obatan tersebut sesudah atau pada waktu makan.
Berkaitan dengan pengobatan TORCH ini (terutama pengobatan TORCH untuk menunjang kehamilan), menurut medis apabila IgG nya saja yang positif sementara IgM negative, maka tidak perlu diobati. Sebaliknya apabila IgM nya positif (IgG bisa positif atau negative), maka pasien baru perlu mendapatkan pengobatan.

J. Diagnosa TORCH
Proses diagnosa medis merupakan langkah pertama untuk menangani suatu penyakit. Tetapi diagnosa berdasarkan pengamatan gejala klinis sering sukar dilaksanakan, maka dilakukan diagnosa laboratorik dengan memeriksa serum darah, untuk mengukur titer-titer antibodi IgM atau IgG-nya.
Penderita TORCH kadang tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik, bahkan bisa jadi sama sekali tidak merasakan sakit. Secara umum keluhan yang dirasakan adalah mudah pingsan, pusing, vertigo, migran, penglihatan kabur, pendengaran terganggu, radang tenggorokan, radang sendi, nyeri lambung, lemah lesu, kesemutan, sulit tidur, epilepsi, dan keluhan lainnya.
Untuk kasus kehamilan: sulit hamil, keguguran, organ tubuh bayi tidak lengkap, cacat fisik maupun mental, autis, keterlambatan tumbuh kembang anak, dan ketidaksempurnaan lainnya.
Namun begitu, gejala diatas tentu belum membuktikan adanya penyakit TORCH sebelum dibuktikan dengan uji laboratorik.



K. Pemeriksaan TORCH

1. Cara Pemeriksaannya
a. Toxoplasma
Tes ini mempergunakan antigen Toxoplasma yang diletakkan pada penyangga padat, mula-mula di inkubasi dengan serum penderita kemudian dengan antibodi berlabel enzim. Kadar antibodi dalam serum penderita sebanding dengan intertitas warna yang timbul setelah ikatan antigen antibodi dicampur dengan substrat. Uji aviditas pada ELISA bermanfaat untuk determinasi prediktif kapan seseorang atau individu tersebut diperkirakan terinfeksi Aviditas ELISA juga dapat digunakan untuk menentukan status infeksi serta kekuatan ikatan intrinsik antara antibodi dengan antigen. Apabila ikatan intrinsiknya lemah maka daya proteksinya juga lemah meskipun titernya cukup tinggi. Sebaliknya apabila ikatan intrinsik antigen-antibodinya cukup tinggi maka daya proteksinya cukup baik meskipun titernya tidak terlalu tinggi.

- Cara Kerja
a) Lokasi Pengambilan Sampel
- vena mediana cubiti ( dewasa )
- vena jugularis superficialis ( bayi )

b) Cara kerja pengambilan sampel :
 Bersihkan daerah vena mediana cubiti dengan alcohol 70% dan biarkan menjadi kering kembali
 Pasang ikatan pembendung/torniquit diatas fossa cubiti. Mintakan pasien yang akan diambil darahnya untuk mengepal dan membuka tangannya beberapa kali agar vena jelas terlihat. Pembendungan vena tidak boleh terlalu kuat .
 Tegangkan kulit diatas vena dengan jari tangan kiri agar vena tidak bergerak
 Tusuk kulit diatas vena dengan jarum/nald dengan tangan kanan sampai menembus lumen vena
 Lepaskan pembendungan dan ambillah darah sesuai yang dibutuhkan
 Taruh kapas diatas jarum/nald dan cabut perlahan
 Mintakan agar pasien menekan bekas tusukan dengan kapas tadi
 Alirkan darah dari syringe kedalam tabung melaluji dinding tabung
 Berikan label berisi tanggal pemeriksaan,nama pasien dan jenis specimen
 Sampel dapat di simpan pada suhu 2 - 8 ° C bertahan sampai 7 hari atau dibekukan sampai 6 bulan. Hindari pembekuan berulang jika untuk pemeriksaan.

c) Cara kerja Toxolisa IgG dan IgM
 Siapkan pengenceran 1:40 test sampel, negatif control, positif control dan calibrator dengan jalan menambahkan masing-masing 5 ul bahan dengan 100 ul sampel diluents, goyang hingga homagen.
 Ambil 100 ul masing-masing hasil pengenceran, masukkan ke dalam wells goyang agar tercampur rata, inkubasi selama 30 menit pada suhu 37oC.
 Cuci 4× dengan diluents Wash Buffer (1×) dilanjutkan cuci 1× dengan aquabidest Wash buffer (1×) = encerkan volume Wash Buffer (20×) dengan 19 volume aquabidest contoh : larutkan 50ml Wash Buffer (20×) kedalam aquabidest untuk membuat 1000ml Wash Buffer (1×).
 Masukan 100 ul Enzyme Conjugate ke masing-masing well, inkubasi 30 menit pada suhu 37oC.
 Cuci 4× dengan diluents Wash Buffer (1×) dilanjutkan cuci dengan aquabidest.
 Masukan 100 ul TMB ke masing-masing well, goyang hingga merata.
 Inkubasi 15 menit pada suhu 37oC.
 Tambahkan 100 ul Stop Solution (1N HCl) ke masing-masing well
 Goyang 30 detik agar merata
 Baca pada Elisa Reader dengan λ 450nm

b. Rubella
Dengan tes ELISA, HAI,Pasif HAatau tes LA, atau dengan adanya IgM spesifik rubella yang mengindikasikan infeksi rubella telah terjadi.
Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

c. Cyto Megalo Virus
Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

d. Herpes Simpleks
Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan

2. Dan cara untuk membaca hasilnya adalah sebagai berikut :

a. Periksalah serum untuk mencari ada tidaknya IgG spesifik untuk parasit/virus TORCH. Bila hasilnya Negatif, berarti Anda tidak pernah terinfeksi TORCH. Bila Positif, berarti pernah terinfeksi. Note: [periksa Anti-Toxoplasma IgG, Anti-Rubella IgG, Anti-CMV IgG, Anti-HSV2 IgG]. Tes IgG itu untuk meriksa apakah pada masa lalu si pasien pernah kena infeksi.
b. Bila IgG Positif, maka untuk menentukan kapan infeksi tersebut, Anda harus melakukan pemeriksaan serum untuk mencari ada tidaknya IgM parasit/virus TORCH. Tes IgM ini fungsinya untuk memeriksa apakah saat ini si pasien terinfeksi TORCH.
c. Bila IgG Positif dan IgM Negatif : Anda telah terinfeksi lebih dari setahun yang lalu. Saat ini anda mungkin telah mengembangkan kekebalan terhadap parasit itu. Anda tidak perlu khawatir untuk hamil.
d. Bila IgG Positif dan IgM juga Positif: Anda tengah mengalami infeksi dalam 2 tahun terakhir, [mungkin pula ada false pada hasil IgM]. Anda harus catat berapa angka IgM tersebut.
e. Selanjutnya Anda harus melakukan lagi pemeriksaan IgM [kalau perlu sekalian IgG] setelah 2 minggu dari pemeriksaan pertama.
f. Bila IgM tetap Positif atau malah naik angkanya, berarti anda sedang terinfeksi TORCH. Sebaiknya anda sembuhkan dulu infeksi ini baru kemudian mulai hamil.
e. Siapa & kapan perlu melakukan pemeriksaan TORCH yaitu
- Wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil
- Wanita yang baru/sedang hamil bila hasil sebelumnya negatif atau belum diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali
- Bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil










ASUHAN KEPERAWATAN
Kasus
Seorang perempuan usia 28 tahun, dengan usia kehamilan 20 minggu klien mengeluh sakit kepala hidung tersumbat, nyeri pada kulit. Setelah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh 38,5°; ekstremitas atas dan bawah terlihat bintik merah iritasi, TD 125/90 mmhg, nadi 90 kali per menit, RR 20 kali per menit, mata tampak merah, terdapat peradangan pada tangan,saat dipegang kulit terasa hangat. Klien menceritakan bahwa dirumah memelihara banyak kucing dan dia sering makan sayuran mentah.
Pengkajian
DS :
a. Mengeluh sakit kepala
b. Mengeluh hidung tersumbat
c. Mengeluh nyeri pada kulit
d. Klien menceritakan bahwa dirumah memelihara banyak kucing
e. Klien sering makan sayuran mentah.
DO :
a. S : 38,5 °
b. N : 90 x / menit
c. TD : 125/95 mmHg
d. RR : 20 x / menit
e. Mata tampak merah
f. Terdapat peradangan pada tangan
g. Dipegang kulit terasa hangat
h. Pada ekstremitas atas dan bawah terlihat bintik merah

Diagnosa
Data
Problem Etiologi

-S : 38,5 °
-N : 90 x / menit
-kulit terasa hangat
-kulit kemerahan
Hipertermi
Proses perjalanan penyakit
-TD : 125/95 mmHg
-Mengeluh nyeri pada kulit
-Terdapat peradangan pada tangan

Nyeri akut Agen biologis


Intervensi
no Diagnosa Tujuan intervensi
1 Nyeri b.d agen cidera biologis
Ditandai dengan :
-TD : 125/95 mmHg
-Mengeluh nyeri pada kulit
-Terdapat peradangan pada tangan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam nyeri berkurang
Kriteria hasil:
Skala nyeri turun dan ekspresi wajah tidak menyeringai lagi 1) Kaji secara komprehensif tentang nyeri meliputi lokasi, karakteristik, dan onset, durasi, frekuensi, kualitas,intensitas/beratnya nyeri, dan faktor-faktor presipitasi.
2) Observasi isyarat non verbal dari tidaknyaman, khususnya tidakmampu untuk komunikasi secara efektif.
3) Gunakan komunikasi terapeutik agar klien mengekspresikan nyeri
4) Berikan dukungan terhadap klien dan keluarga
5) Kontrol faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon klien terhadap ketidaknyamanan (ex.: temperatur ruangan, penyinaran, dll)
6) Ajarkan penggunaan teknik non farmakologik (misalnya : relaksasi, guided imagery, terapi musik, distraksi, aplikasi panas – dingin, massage, TENS, hipnotis, terapi aktivitas)
7) Berikan analgesik sesuai anjuran
8) Tingkatkan tidur atau istirahat yang cukup
9) Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri yang telah digunakan.
Powered by Blogger